Acer TravelMate B113, Notebook Kecil & Tipis Bertenaga

DSC_0576

Halo Pembaca! Tuxlin Lab kembali kedatangan sebuah notebook apa netbook yah? Acer TravelMate B113 Smile. Notebook berukuran mungil ini adalah hadiah bagi anak yang berprestasi alias lulus ujian nasional degan nilai terbaik di sekolah tempat Bapak saya bekerja. Sebelum notebook Acer TravelMate B113 ini diserahkan kepada siswa berprestasi tersebut, terlebih dahulu saya ditugaskan untuk melengkapi aplikasi yang terinstall di dalam notebook Acer TravelMate B113. Karena ini sebenarnya notebook hadiah, jadi saya gak tau deh berapa harga notebook Acer TravelMate B113 ini. Gini nih baru siswa berprestasi, lulus ujian dengan nilai terbaik trus pulang bawa notebook canggih, bukan kebut-kebutan dijalan pake motor bebek agar terlihat keren atau menjadi bangsa barbar dengan tawuran biar terlihat gagah :mrgreen:. Oke, berikut ini spesifikasi notebook Acer TravelMate B113 yang ternyata lumayan powerfull:

  • Intel Core i3-3217U, dual-core 1,8GHz
  • Monitor 11,6 inci LED WXGA 1366 x 768 piksel
  • Chipset Intel HM77 Express
  • Grafis Intel HD Graphics 4000
  • Memori RAM 2 GB DDR3 Memory
  • Hardisk 500 GB SATA
  • WiFi , webcam, dan card reader
  • Baterai Li-ion battery, 2500 mAh
  • Warna : Hitam
  • Sistem Operasi Windows 7 Home Premium Ori

Baca lebih lanjut

Twitter Client Apa Yang Kamu Pakai?

.thumb_twitter

Halo Pembaca! Ngomong soal micro blogging macam Twitter, Yahoo MIM, koprol, Plurk dll yang paling populer ya Twitter. Saya sendiri juga pengguna twitter Smile. Kadang-kadang twitter juga bikin gemes, pas posting atau login muncul “Twitter is overcapacity bla…bla…bla…” Sakarang sih udah jarang kek gitu Smile with tongue out. Oiya, kalo saya negtweet jarang banget pake web nya Twitter, nggak nyaman, nggak bisa “RT”, nggak bisa auto shortern URL dsb Smile with tongue out. Makanya saya lebih suka menggunakan twitter client Hot smile yang cukup banyak fasilitasnya. Ngomongin soal twitter client, itu juga buanyak banget dan tiap platform ada. Nah pada posting kali ini, saya bermaksud share twitter client yang saya gunakan di berbagai macam OS komputer dan hape Open-mouthed smile.

Twitter Client di Hape

tuitwit

Kalo di hape, saya biasa pake tuitwit, twitter client berbasis mobile web. Bisa diakses oleh semua hape yang udah punya fasilitas internet. Satu hal yang saya sukai dari Tuitwit ini cukup ringan, alias gak banyak makan bandwith, cocok dipake oleh pengguna hape yang jaringan internetnya lambat atau cuma dapet sinyal GPRS Smile with tongue out. Tuitwit ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap sebut saja RT, Retweet, Follow/unfollow dan lain-lain. Selain tuitwit, saya kaadang juga pakai SNS twitter bawaan hape samsung, fasilitasnya lengkap sih, cuma kadang lama bangetDevil loading buka aplikasi/updating timeline nya, maka seringnya ya pake tuitwitWinking smile.

Baca lebih lanjut

Ubah Tampilan Windows 7 Jadi (mirip) Macintosh Snow Leopard

Halo Pembaca! Pesona tampilan OS Mac emang gak ada matinya :D, jujur saja saya kesengsem sama tampilan OS satu ini. Kini sudah sedikit terobati dengan menggunakan hackintosh, namun pada posting kali ini saya gak membahas hackintosh, tapi Windows 7 :mrgreen:. Bagi yang pengen tampilan windows 7 nya berubah jadi mirip mac, berikut langkah2 mengubah tampilanya dengan bantuan software STP (Snow Transformation Pack) versi 1.5, downloadnya dimana gan? Googling aja, pasti ketemu, ane dapetnya juga dari situ :mrgreen:. Oya jujur, saya lum pernah nyoba software ini di windows XP tapi sepertinya cuma buat windows Vista/7. Oke, setelah download STP 1.5 yang berukuran sekitar 30MB, langsung saja kita rubah tampang ‘Jendela’ jadi mirip ‘Kucing Salju’ :mrgreen:. Sebelum menginstall STP 1.5, matikan dulu User Account Control (UAC) melalui menu Control Panel>User Account, setelah dimatikan, restart komputer terlebih dahulu.

New Picturewtmk.jpg

Matikan terlebih dahulu UAC dengan menggeser slider ke paling bawah

Kenapa harus matiin UAC segala? kan ribet? Gak tau deh, tanya aja sama developer STP :mrgreen:. UAC harus dimatikan karena STP 1.5 ini akan mengubah file-file konfigurasi dan beberapa file dll, so kalo gak dimatikan mungkin windows 7 bakal cerewet :D. Oke setelah komputer di restart, jalankan STP 1.5.

welcomewtmk.jpg

Welcome to bla…bla…bla… klik next :p

Baca lebih lanjut

Akhirnya, Triple Boot Linux, Windows dan Mac (Hackintosh)!

hackintosh.jpg

Halo Pembaca!! Sudah lama saya memimpikan menggunakan Mac, akhirnya kesampaian juga, walau hanya Hackintosh :mrgreen:. Semua ini berawal ketika beberapa minggu yang lalu saat jadi assisten lab, saya melihat ada seorang mahasiswa membawa netbook acer seri lawas, Aspire One D150. Awalnya saya tidak menyadari kalo OS yang dipakai adalah hackintosh sampai seorang temannya bilang ke saya kalo dia pakai OS Mac OSX (Hackintosh), hohoho langsung saja saya samperin dan kita mulai ngobrol-ngobrol soal Mac :). Mahasiswa yang bernama Mika tadi bersedia membuatkan Installer USB Mac (Hackintosh) dari dari distro iATKOS, gak tau deh versi berapa, tapi tar kalo dah di instal jadi Mac OSX 10.5.7 :p.

Perjuangan Instalasi

USB installer sudah ditangan. Seperti kembali dari nol, saya sama sekali buta soal instalasi Mac. Saya mencoba menginstal sendiri di netbook Acer AO 531h dengan didampingi dedengkot dunia maya, Mbah Google :p. Hasilnya? Gagal! muncul pesan error kalo gak salah kayak gini “Cannot validate package apple.intel.10.5.7 bla bla bla…” Saya utak-atik pilihan customize insalasinya pun sama saja, error dengan pesan yang sama :(. Akhirnya saya menunda instalasi hackintosh, sialnya, setelah kegagalan instalasi tersebut, netbook saya gak bisa boot ke windows 7 maupun linux yang sebelumnya sudah terinstall, waduh!! :( Makin menderita, kerjaan jadi tersendat-sendat tanpa netbook. Anehnya, netbook tadi juga tidak bisa booting dari linux Mint liveUSB, yang sebelumnya saya coba di PC lancar jaya. Akhirnya bootloader berhasil direpair menggunakan Ubuntu LiveUSB. Esoknya, saya kembali menemui Mika untuk menanyakan masalah yang saya alami. Ternyata, LiveUSB installer Hackintosh-nya emang bermasalah.

Beberapa minggu kemudian, saya kembali bertemu si Mika, dan dia baru saja menginstal ulang mac di netbooknya menggunakan LiveUSB yang udah bener :mrgreen:. Hohoho langsung saja saya pinjam flashdisknya untuk menginstal hackintosh di netbook saya :mrgreen:. Setelah berkali-kali mengulang instalasi, akhirnya Mac OSX 10.5.7 Leopard (Hackintosh) berhasil teinstall di netbook tercinta :p.

Kesan Pertama….

Kesan pertama ketika netbook saya menyuguhkan tampilan macintosh, ELEGAN :). Orang bilang, kesan pertama, begitu menggoda :p. Hampir semua hardware di netbook saya ini berjalan dengan baik, kecuali wifi nya, sampai sekarang belum bisa digunakan :(. Modem Huawei E160G andalan saya pun dapat digunakan dengan baik, begitu juga dengan printer epson T11. Sound gak ada masalah, Graphic juga gak ada masalah, Quartz Extreme berjalan dengan baik :D. Masalah muncul malah ketika setting triple boot, agar Windows 7 dan linux dapat digunakan disamping mac yang telah terinstall :p. Bersambung….

[Review]Huawei E160G, Modem 3,5G Terjangkau!

DSC00109

Penampakan Huawei E160G di dalam bungkusnya.

Halo pembaca! Tidak seperti review-review sebelumnya yang menggunakan hardware orang lain, kali ini saya mereview hardware milik saya sendiri wkwkwkwkwkwk :mrgreen:. Sebelum review, saya cerita dulu deh soal pengalaman saya internetan dirumah…. Pertama kali saya internetan di rumah menggunakan modem HP Motorola ROKR E1 milik adek saya, karena speednya loyo (GPRS) akhirnya saya memutuskan membeli HP modem yang lagi populer, smart D1200P, karena rusak, saya ganti lagi ke Venus VT18n, ini pun gak bertahan lama karena rusak dibanting adek saya :(. Setelah menabung, akhirnya saya membeli modem GSM ini, Huawei E160G.

Spesifikasi

HSDPA/WCDMA 2100Mhz

GSM / GPRS / EDGE 850 / 900 / 1800 /1900 Mhz

HSDPA Download Speed: Up to 3.6 Mbps

HSDPA Upload Speed: Up to 384kbps

USB Interface

Installs automatically and easy to use

Micro SD Memory Card Slot (up to 4 GB)

DSC00115Slot antena dan microSD berada di samping badan modem

Baca lebih lanjut

Acer Aspire One 532h, Design Mantep!

DSC00034

Halo Pembaca! Sebelumnya saya pernah membahas soal Acer aspire one 531h milik ayah saya, kini saya berkesempatan untuk melakukan review acer aspire one 532h milik teman saya. Wah gak modal nie minjem semua? Halah, majalah-majalah PC kan juga minjem barang buat di review, hehehehe….ngikuuut! ceritanya begini, saya diajak temen saya untuk membeli sebuah netbook untuk keperluan kuliahnya (intronya neh). Teman saya telah melakukan survey harga dan berencana membeli di sebuah toko komputer di solo. Konyolnya, temen saya tidak tau dimana toko yang dimaksud berada (gimana sie? Katanya dah survey harga?!). Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada dukun mbah google untuk mencari tau lokasi toko yang dimaksud berada. Kata mbah google, toko yang dimaksud berada di selatan Novotel, kami pun langsung meluncur ke toko tersebut dan melakukan transaksi. Setelah bernegosiasi, kami dapat harga 3,5 juta, oiya ini kami membelinya di pertengahan januari. Netbook yang kami beli telah pre installed windows XP home edition SP3 original, so gak membajak deh… Software lain? Tetep lah petani edition, hahahaha….

Spesifikasi acer aspire one 532h adalah intel atom n450(1,66 Ghz), Ram 1gb DDR2, Intel NM10 Chipset, VGA Intel GMA 3150, 160 GB HDD, wifi, bluetooth, card reader. Fiturnya cukup lengkap, cuma kurang modem 3G aja, hehehehe… Atom n450 (pineview) merupakan penerus generasi atom sebelumnya, Atom n270, n280 yang ber-codename Diamondville. Intel Atom n450+Intel NM10 chipset yang digunakan Acer AO532h ini merupakan platform Pinetrail besutan intel yang katanya lebih hemat daya dibanding platform sebelumnya. Pinetrail ini kabarnya telah mengadopsi teknologi Intergrated Memory Controller (IMC) serta chip grafis yang menjadi satu dengan prosesor menjadi keunggulan yang ditawarkan oleh platform ini. Btw chip grafisnya kok gak bisa di sebut intergrated dengan prosesor? Karena chip grafis (GMA 3150) dan prosesor masih terdiri dari 2 die dalam 1 chip, bingung? Sama! Hahahaha… gampangnya, dalam satu bungkus isi nya dua, prosesor sama chip grafis. Lebih mudahnya perhatikan gambar dibawah ini…

Baca lebih lanjut

Windows, MacOS n Linux, Mana Yang Terbaik??

OS

Halo Pembaca! Pada posting kali ini, saya tidak bermaksud membandingkan antar sistem operasi, namun saya hanya mencoba menyalurkan opini saya mengenai 3 OS ini. Di dunia consumer, sistem operasi di dominasi oleh 3 OS utama, Windows, MacOS dan Linux. Windows memiliki prosentase jumlah pengguna yang paling besar, sekitar 90% dari pengguna umum/consumer menggunakan keluarga windows, disusul MacOS dengan 8% dan sisanya Linux, Solaris, dll. Saya sendiri adalah pengguna windows bajakan dan linux. Mana yang paling baik diantara 3 OS ini? Terlalu sulit bagi saya untuk menilai, namun bagi saya, yang mencukupi kebutuhan dan nyaman digunakan, itulah yang terbaik. Masing-masing pengguna memiliki alasan untuk menyukai/fanatik dengan salah satu OS, saya pun demikian.

Baca lebih lanjut

Aspire One 531H, Netbook Tipis Dari Acer

acer

Halo Pembaca! Pada posting sebelumnya berikutnya, saya membahas tentang pameran komputer bertajuk APKOM JOSS 2009 yang diadakan di Diamond Convention Center tanggal 5-10 desember 2009. Bersamaan dengan adanya pameran komputer, babeh ternyata membutuhkan sebuah netbook untuk sarana belajar agar mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Wah mumpung pameran nih! Langsung saja, hari kamis tanggal 10 desember yang merupakan hari terakhir ajang APKOM JOSS, saya dan babeh lansung menuju ke TKP APKOM JOSS untuk memilih netbook yang sesuai kebutuhan dan budget yang tersedia. Babeh telah menetapkan budget untuk netbook dan printer adalah 4 juta, printer+ infus harganya sekitar 77ribu, jadi sisan anggaran untuk netbook hanya sekitaar 3,3 juta saja. Sampai di TKP, ternyata parkirnya hampir penuh! Ramai rupanya di hari terakhir pameran.

Setelah berkeliling sambil mengumpulkan brosur dari berbagai toko, saya dan babeh mulai memilih netbook sesuai. Secara umum, fitur yang dibawa tiap merk netbook hampir sama, hanya harga yang berbeda. Setelah memilah-milah dan konsultasi dengan mbah google, ada 3 kandidat terkuat, HP Mini Note, Dell Inspiron Mini dan Acer 531H. Ketiga netbook ini berada dikisaran harga yang sama, 3,3 jutaan, ketiganya juga dilengkapi baterai 6 cell dan bundle OS windows XP SP3. Karena HP tidak memiliki bluetooth internal, saya mencoretnya dari daftar kandidat netbook babeh. Tinggal tersisa Dell dan Acer, saya lebih memilih acer karna desain nya yang tipis sedangkan babeh lebih memilih Dell karena warnanya yang cerah dan menarik. Disinilah yang membuat lama, karena masing-masing kubu tidak ada yang maumengalah. Babeh ternyata tidak suka acer AO531H karena tuts keyboard yang lebih kecil dibanding Dell. Setelah negosiasi antara ayah-anak, akhirnya Acer AO 531h yang dipilih, harga 3,3 juta+Mouse. Btw, kenapa gak milih merk lokal aja kek axioo, forsa dll? Hm… merk lokal sebenarnya cukup menarik, dengan harga dibawah 3 merk diatas, kita dapat spek netbook yang lebih bagus, contohnya axioo pico, ada yang seharga 2,8jt dengan hardisk 250GB, baterai 6 cell. Saya dan babeh kurang suka desain netbook lokal ini.

Baca lebih lanjut

Nyobain Acer 4736!

Halo Pembaca! Akhir-akhir ini banyak teman-teman saya yang mampir ke makas Tuxlin untuk setor upeti konsultasi hardware maupun service hardware nya. Bagi saya, itu adalah rejeki, selain itu hal ini juga merupakan kesempatan saya untuk melakukan review kecil-kecilan ala tuxlin,hehehehe…. Setelah kemarin seorang teman saya membawa komputer ber prosesor Athlon II X2 yang saya bahas di artikel 4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!, Kini seorang teman saya (lagi!) membawa laptop Acer aspire 4736. Awalnya, teman saya ini hanya minta tolong untuk diinstalkan antivirus, namu pada akhirnya lebih parah… Ceritanya begini, aspire 4736 nya saya instal antivirus andalan saya, NOD32, instalasi berjalan tidak mulus, malah laptop hang. Setelah di restart paksa tidak sesuai prosedur, ternyata antivirusnya terinstal dengan baik, bahkan sudah mulai mengangkapi virus-virus yang lumayan banyak. Ada 3 jenis virus yang menginfeksi laptop tersebut antara lain, Autoit, w32/jeefo(kalo gak salah!) dan satu lagi lupa. Karena virus-virus tersebut telah menginfeksi file-file windows, maka saya memutuskan untuk dilakukan operasi instal ulang windows. Akhirnya teman saya meninggalkan laptopnya dan mengambilnya besok, bagus!! Akhirnya dapet bahan buat ngeblog,hahahaha….

DSC00014

Laptop acer 4736 ini ternyata masih sangat baru, masih berumur 3 hari sejak pembelian,hehehehe… Segera saja saya lakukan instal ulang windows. Windows yang saya instalasikan adalah windows 7 RTM bajakan petani edition. Seperti biasa, intalasi menghabiskan waktu sekitar 30 menit dan berjalan lancar. Instalasi windows 7 selesai, hampir semua driver telah berhasil di deteksi oleh windows, hanya webcam saja yang tidak terdeteksi. Nie tampangnya setelah diinstalasi windows 7.

4736

4736

Berikut spesifikasi laptop Acer Aspire 4736 yang saya bahas di artikel ini :

Processor        : Intel® Core™2 Duo Processor T6600 (2.2 GHz, FSB 800, Cache 2 MB)

Chipset           : Intel 45GM

RAM              : 1 GB DDR2 SDRAM PC-5300

Max. RAM     : 4 GB (2 DIMMs)

VGA               : Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 220 MB (shared)

Display Size    : 14″ WXGA TFT, Max. Resolution1366 x 768

Hard Drive     : 160 GB Serial ATA 5400 RPM

Optical Drive : DVD±RW 

WiFi                : IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802. Crystal Eye Webcamera

Baterai            : Li-Ion 6-cells, 4400mAh

Overview

c2d t66

Design laptop ini cenderung biasa, khas acer, yang saya suka adalah design keyboardnya yang rata dan tiap tutsnya terdapat jarak yang cuku sehingga menimbulkan kesan elegan. Laptop ini tidak terlalu berat, ukuranya juga cukup kompak. Speaker internal acer 4736 ini cuku bagus keluaran suaranya, maklum, sudah mendukung standar dolby home theater dengan efek virtual surround, hanya saja keluaran suara bass-nya kurang nendang. Daya tahan baterai acer 4736 ini cukup bisa diandalkan, kondisi baterai penuh, mampu bertahan hingga 3 jam lebih. Selain itu, jika digunakan dalam waktu lama >4jam, sandaran tangan atau sekitar keyboard tidak panas, hanya hangat saja. Performanya gimana? Performanya termasuk lumayan.. saya hanya sempat mengetestnya dengan super pi dan windows experience index, berikut screen shotnya…

s pi t66

Super pi 1M mampu selesaikan dalam waktu 26,442 detik.

rate t66WEI mampu membukukan angka 2,7

Dengan harga 6 jutaan, laptop ini termasuk menarik, mengingat performa yang yang ditawarkan cukup lumayan. Hanya saja yang kurang saya suka adalah graphic card onboard-nya, performanya pas-pasan, gak masalah kalo gak ngegame sih. Sampai disini dulu review kali ini, see u next time!!

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!