[MILD OVERCLOCK] AMD Athlon II X2 245

Athlon 64 X2 new models 01

Halo pembaca!! Pada artikel sebelumnya, saya bercerita tentang upgrade komputer lawas dengan prosesor, motherboard dan memory baru. Komponen tersebut adalah sebuah prosesor AMD Athlon II X2 245 (2,9Ghz), Biostar A780L3G (AMD760G) dan 2GB Team Elite memory DDR3 1333. Athlon II X2 245 ini memiliki codename Regor memang bukan prosesor terbaru, namun performa yang dimilikinya cukup untuk komputasi menengah. Motherboard yang saya pakai, Biostar A780L3G yang menggunakan chipset AMD 760G+SB710 dan dilengkapi grafis onboard Radeon HD3000. Motherboardnya RMA karena gak bisa menympan settingan bios, akhirnya di replace dengan motherboard baru, nice service Open-mouthed smile. Setelah urusan RMA selesai, saya punya sedikit waktu untuk bermain-main dengan PC satu ini, nyobain kemampuan overclock Devil, berikut spek lengkapnya :

AMD Athlon II X2 245 2,9GHz, 2x1MB L2 cache, HSF Standard

1 keping DDR3 2GB Team Elite

Motherboard Biostar A780L3G

WDC Green 500GB dan Maxtor 80GB SATA

DVD Combo Drive

PSU Extreme 500W Wilted rose

Lanjut membaca

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

Overclock+Down Volt : Kompromi Terbaik Kinerja dan Konsumsi Daya

Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

platform test

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

default

Clockspeed Default+Down Volt

Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

downvolt2

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.

Overclock+Down Volt

Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

oced

PERFORMA

Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Benchmark

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!