Menunggu Kedatangan Urushi…

Android-Home

Halo Pembaca!!! Karena tuntutan pekerjaan dan perkembangan jaman, mau gak mau mengharuskan saya untuk menggunakan smartphone, walo sebenarnya ponsel saya Samsung GT-C3322 dan Cross G900T* sudah mencukupi kebutuhan. Ngomongin soal smartphone, jelas yang saya ‘inginkan’ adalah Apple iPhone, sayangnya dompet saya tak menginginkannya Smile with tongue out. Pilihan lain adalah Windows Phone… yang paling murah saat saya menulis artikel ini adalah Nokia Lumia 610, sekitar 1,8 jutaan. Begitu lihat tampilan antarmukanya yang kotak-kotak aka metro style, kayaknya saya kurang suka Disappointed smile. Pilihan lain ya smartphone buah-buahan ata robot. Kalo buah-buahan aka BlackBerry, setelah saya coba milik teman, kok gak nyaman, harganya mahal pula (mahal disini yang saya maksud adalah antara spesifikasi dan harganya gak seimbang). Contoh aja si Davis, harga 1,8 jutaan, kamera cuma 2 megapiksel, lagian saya juga gak butuh BBM apalagi push email. Akhirnya saya menemukan yang saya butuhkan, Android. Ni smartphone rencananya mau saya pake buat browsing dan review berbagai aplikasi Android. Langsung saja saya bikin speksifikasi yang saya butuhkan :

  • Layar 3 inci keatas, dengan resolusi 320 x 480 piksel atau diatasnya
  • Prosesor yang mumpuni, minimal single-core 1GHz, RAM 512MB
  • Kamera penting ini buat narsis minimal 5 megapiksel
  • Baterai minimal tahan seharian, saya ngerti, Android emang haus daya
  • Ada slot microSD
  • Budget maksimal 2,3 juta <<== ini sebenarnya pembatas utama saat merumuskan spesifikasi yang kita ‘inginkan’ Smile with tongue out

Baca lebih lanjut

Prosesor AMD Sekarang…

Halo Pembaca! Lama gak posting nih, lumayan, akhir-akhir ini banyak kerjaan, hehehehe… Posting kemarin saya curhat membahas mengenai upgrade komputer yang telah lama menemani dan membantu berjuang :D. Pada posting tersebut saya hanya kemasukan kandidat dari generasi Stars 45nm alias anak turunan Phenom II. Sebenernya, generasi ini sudah cukup lama dan segera digantikan oleh arsitektur baru, AMD Bulldozer. Selain Bulldozer, di segmen desktop juga terdapat seri baru yaitu APU (Accelerated Processing Unit) Llano. Entah kenapa saya gak belum tertarik dengan dua generasi baru dari AMD ini.

Baca lebih lanjut

Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer (Part II)

kompi2

Hoho.. ternyata banyak banget mitos yang beredar si kalangan pengguna komputer, bahkan tiap daerah memiliki tren mitos yang berbeda, wkwkwkwkw… Berikut lanjutan dari posting Mitos (angapan masyarakat) tentang komputer.

DualCore = Pentium D = Pentium DualCore = Duo Core = Core Duo?

Ini mitos yang bikin bingung seorang expert sekalipun, bahkan, penjual kompi/laptop juga masih salah dalam menyebutkan spesifikasi. Anggapan orang, DualCore adalah prosesor terbaru intel yang menggantikan pentium 4. Konyolnya lagi, ada yang bilang, dualcore adalah gabungan 2 prosesor pentium 4. Nah di pameran kemarin malah ada penjual menyebut prosesor Intel Pentium DualCore sebagai ‘Duo Core’ atau ‘Core Duo’, tuh kan malah makin membingungkan? Yang gimana nih?

FAKTANYA, DualCore bukanlah sebuah merk atau brand, melainkan teknologi. Dualcore adalah teknologi prosesor, dimana dalam sebuah chip prosesor terdapat dua (dual) inti (core). Jadi, semua prosesor yang memiliki 2 inti dalam satu chip prosesor, boleh disebut prosesor ‘DualCore’. Lalu, apa itu Pentium D, Pentium DualCore, Duo Core n Core Duo? Pentium D merupakan brand prosesor dari Intel untuk desktop sekaligus prosesor desktop dualcore pertama intel. Meski begitu, banyak yang tidak mengakui bahwa prosesor ini dualcore, karena design nya yang masih multi chip dalam 1 prosesor, malah ada yang menyebut dual prosesor. Pentium Dualcore adalah prosesor penerus pentium D, prosesor ini sudah benar-benar dualcore menggunakan arsitektur Core 2. Pentium Dualcore hadir di segmen desktop maupin mobile/notebook. Prosesor Pentium dualcore ditujukan untuk segmen low end. Sedangkan Core Duo adalah prosesor mobile intel yang berbasis core Yonah yang merupakan prosesor dualcore pertama di segmen mobile sekaligus menggantikan Pentium M dikelas high end notebook. Core Duo juga merupakan nenek moyang Core2 Duo yang menggunakan basis banias. Lalu Duo Core? Gak ada itu Duo Core! Nama kok di bolak-balik, wkwkwkwk.. Yang banyak menggunakan istilah Duo Core malah di kalangan penjual komputer/notebook :).

Baca lebih lanjut

Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer

kompi

Halo pembaca! wah bulan ini saya mengurusi berbagai keperluan hingga blog ini terlantar :(. Berikut saya paparkan beberapa mitos (anggapan masyarakat) mengenai komputer yang saat ini masih dianut oleh pengikutnya, hehehehehe… Mitos-mitos ini saya dengar dari orang-orang disekitar saya yang mayoritas masih awam. Banyak dari mitos-mitos tersebut yang masih salah kaprah atau malah udah gak berlaku lagi :), maka dari itu semoga artikel ini akan bermanfaat bagi pembaca yang awam tentang komputer :).

Buat apa komputer mahal-mahal kalo prosesornya bukan pentium 4?

Dari judul diatas terlihat seolah-olah prosesor yang terbaik dan tercepat adalah Intel Pentium 4. Masih banyak orang yang awam tentang komputer yang mendewakan prosesor buatan intel ini, bahkan pamornya mengalahkan generasi terbaru intel seperti Core i7, i5 dll :D. Menurut saya, mitos ini tidak salah jika sekarang masih tahun 2000-2002 :mrgreen:. Hal ini sering dimanfaatkan oleh toko komputer ‘nakal’ untuk menipu konsumen dan ini sering terjadi disekitar tempat tinggal saya. Bagaimana fakta mengenai mitos ini?

Baca lebih lanjut

Soket-soket Prosesor Desktop (Part II)

Halo Pembaca! Setelah kemarin saya sempat posting artikel mengenai soket-soket prosesor desktop untuk platform AMD, kini giliran membahas soket prosesor Intel. Di platform Intel, memiliki karakter soket sama, chipset beda dan non kompatibel, maksudnya? Intel memiliki 2 soket yang umurnya panjang, meski demikian tiap kali intel meluncurkan chipset baru, maka prosesor lama tidak kompatibel dengan platform baru tersebut begitu juga sebaliknya. Contohnya, prosesor Core2 Duo gak akan jalan di motherboard dengan chipset intel 955XE atau 925XE, padahal soketnya masih sama, LGA775. Lain lagi dengan AMD, pas K8 baru muncul soketnya ganti hingga 3x, hehehehe… Okeh langsung saja, kita ke soket  423.

Soket 423

Socket423

Ethusiast user tahun 2000an pasti gak asing lagi dengan soket ini. Yeah, ini adalah soket yang digunakan oleh prosesor fenomenal, Intel Pentium 4 generasi pertama yang sering disebut ‘Willamette’. Soket ini mendukung teknologi baru intel, Quad Pumped Bus hingga 100Mhz (400Mhz FSB). Selain itu, di soket ini intel hanya mendukung penggunaan memory yang di produksi oleh Rambus yang sering disebut dengan RDRAM. Saat itu, platform ini kurang populer dan harganya cukup mahal. Soket ini umurnya cukup singkat, kurang dari setahun langsung diganti soket 478 yang mendukung penggunaan memory DDR. Chipset yang terkenal di soket ini adalah Intel i850/855.

Soket 478

290px-Socket_478Soket 478 ini memiliki 478 pin konektor dan soket ini berumur cukup panjang. Soket ini menggantikan soket 423 yang berumur sangat pendek dan disiapkan untuk berkompetisi dengan platform soket A milik AMD. Soket ini mendukung FSB 400, 533 hingga 800Mhz (Tergantung dukungan Chipset). Soket ini juga tidak lagi menggunakan RDRAM, namun DDR yang saat itu harganya lebih murah dibanding RDRAM. Soket ini mendukung prosesor Intel pentium 4 generasi Willamette, Northwood, generasi awal dari Pentium 4 Prescott dan juga Celeron. Chipset yang cukup terkenal di soket ini adalah Intel i875P (Canterwood) dan i865PE (Springdale).

Soket LGA775

300px-CPU_Socket_775_T

Socket LGA775 ini merupakan penerus dari soket 478. Soket ini sering disebut juga soket ‘T’ yang tidak lagi menggunakan pin karena berjenis Land Grid Array (LGA). Keuntungan soket jenis LGA ini adalah mengurangi resiko pin patah atau bengkok saat pemasangan prosesor. Cara pemasangan prosesor di soket jenis LGA ini juga sedikit berbeda. Soket ini mendukung prosesor Intel Pentium 4 generasi Prescott, Cedar Mill, Celeron dan juga mendukung prosesor generasi Core Mikroarsitektur seperti Core2 Duo, Core2 Quad seperti Conroe, Kentsfield, Yorkfield, Wolfdale, Allendale wah semua codename Core2-based disebut :D. Masa pakai soket ini cukup panjang, bahkan hingga artikel ini ditulis masih bertebaran platform LGA775. walau demikian soket ini juga sempat meninggalkan ‘sakit hati’ bagi pengguna chipset i955X dan i975x (sebelum revisi) karena tidak mendukung generasi core2. Soket ini mendukung FSB (Front Side Bus) hingga 1600 Mhz QPB dan chipset yang mendukung FSB 1600 Mhz ini adalah intel X48. Chipset yaang populer di soket LGA775 ini antara lain i975x, P965, P35, X38, X48, P45 dan nForce 6xx dan 7xx, banyak ya?hehehehe… Banyak karena umurnya cukup panjang dan telah dilalui aneka generasi prosesor, sebut saja Pentium 4, Pentium D, Core2 Duo, Core2 Quad, Pentium Dual-core dan Celeron.

Soket LGA1366

290px-LGA_Socket_1366Sesuai strategi intel yang kayak tukang bakso tiktok tick-tock, tick berarti mengecilkan fabrikasi yang saat itu dari 65nm ke 45nm (Yorkfield, Wolfdale), sedangkan tock berarti perubahan mikroarsitektur. Nah di ‘Tock’ inilah intel meluncurkan arsitektur baru bernama ‘Nehalem’. Nehalem memiliki Intergrated Memory Controller (IMC) serta menggunakan bus baru pengganti FSB yang disebut dengan Quick Path Interconnect (QPI), teknologi ini mirip K8 AMD dengan Hypertransportnya. Ah… Kepanjangan intronya! Oke soket LGA 1366 ini merupakan soket untuk segmen high end dan enthusiast. Prosesor yang didukung adalah Core i7 (Bloomfield) Quad core dan yang baru saja meluncur Core i7 9xx (Gulftown) Six core. Soket ini mendukung penggunaan memori DDR3 Triple-Channel. Chipset yang terkenal di LGA1366 ini cuma satu, intel X58, selain ini gak ada kan? Nvidia biasanya bikin chipset juga buat intel tapi untuk nehalem gak dapat lisensi, hehehehehe…

Soket LGA1156

300px-Asus_P7P55-M_LGA_1156Kalo soket LGA1366 untuk segmen high end, nah yang LGA1156 ini ditujukan untuk segmen mid-low. Soket ini mendukung penggunaan prosesor Core i7 (Lynfield), Core i5(Lynfield/Clarkdale), Core i5 dan Core i3. Tidak seperti LGA1366, LGA1156 ini hanya mendukung dual channel DDR3. Di platform LGA1156 ini, intel membuat terobosan dengan memindahkan PCIE controller dan onboard graphic dalam prosesor, meski tidak dalam satu crystal (Generasi Clarkdale). Chipset untuk platform LGA1156 adalah intel P55, H55, H57 dan Q57.

Soket 2011 dan 1155

Lagi-lagi intel mengeluarkan jurus ‘tock’ dengan arsitektur terbaru intel dengan codename ‘Sandy Bridge’ yang diperkirakan akan meluncur di akhir tahun ini atau di tahun 2011. Lha terus apa hubunganya dengan soket 2011 dan 1155? Nah kedua soket inilah yang akan mengganti posisi LGA1366 dan 1156. LGA2011 akan menggantikan soket LGA1366 dan LGA 1155 akan menggantikan soket LGA1156 dalam waktu yang tidak lama lagi. wah intel bener-bener ketularan penyakit AMD dulu, gonta-ganti soket! Kasian yang baru beli LGA1156, udah deadlock gak bisa upgrade…. See u next post! 

referensi : Wikipedia

Mac Dengan Procie AMD? Maybe…

AMD representatives conduct the negotiations with apple management about the possibility of using AMD processors in Apple computers . Here we deal with products class work stations and notebooks.

Apple company some time ago decided to use in its desktop and mobile computers Intel processors  . Until recently powerful graphic component to such apple computers ensured chipset and NVIDIA graphical solutions  . However, in connection with Intel issue with NVIDIA on the license to the production of integrated chipset for processors generation nehalem in apple company could arise some difficulties with the retention of this platform structure  . AMD produces processors and graphical solutions, furthermore, in the following year will begin deliveries for the market for fusion processors  with the integrated graphic core, which supports DirectX 11. The integrated graphical solutions Intel in this plan lag behind Intel. It is completely possible that Apple for a number of products will use AMD processors .

 

dikutip dari sini.

Hm… jadi apple mulai mempertimbangkan platform AMD nih? Yah kekuatan platform AMD memang bukan di top performance, namun balance performance. Tampaknya projek AMD Fusion ini yang bikin Apple tertarik. Fusion adalah gabungan prosesor+GPU dalam satu die atau dalam 1 kristal. Makanya Intel n Nvidia jangan pada ribut, kabur entar pelanggan setianya :mrgreen:

[Polling]Vote Prosesor Yang Kamu Pakai!!

Sialahkan dipilih n komentar gan!!!

Udah tutup pollingnya, hasilnya? Mencerminkan market sharenya, hehehehe…

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

TILE-GX100, Prosesor dengan 100 inti!!

Logo

Logo

Saat sedang gemparnya dengan proyek prosesor 6 core intel dan AMD, atu 12 core-nya AMD, Tilera malah udah nyampe 100 core!! Sudah barang tentu jika dibandingkan prosesor x86, Tilera ini lebih canggih. Prosesor ini memiliki karkteristik ‘high value’ yaitu hemat dalam penggunaan daya alias unggul di performance-per-watt. Maklum saja, prosesor ini mengonsumsi daya hanya 10-55W, bandingkan saja dengan Core i7 975 XE 130W atau Phenom II 955 125W yang hanya memiliki 4 core prosesor. Tilera Tile GX ini tersedia dalam model 16, 36, 64 dam 100 core prosesor. Arsitektur yang digunakan sangat berbeda degan arsitektur prosesor x86 (Intel&AMD). berikut screenshot nya..

tILE-Gx100tDari diagram diatas terlihat bahwa prosesor ini memilki memori controller terintegrasi dengan dukungan DDR3. Jika AMD menggunakan Hypertransport, Intel punya Quick Path Interconnect maka Tilera memiliki teknologi sendiri untuk memnggantikan sistem bus, namanya iMesh. Prosesor ini juga memiliki teknologi Dynamic Distributed Cache (DDC), teknologi ini memastikan penggunaan cache secara bersama-sama oleh masing-masing core. Tile GX ini diproduksi dengan teknologi 40nm melalui TSMC dan bekerja hingga kecepatan 1,5Ghz. Prosesor ini memiliki L1 cache sebesar 64kb, L2 cache 256kb pada masing-masing core dan L3 cache sebesar 26Mb untuk penggunaan bersama (shared cache). Prosesor ini sepertinya tidak kompateibel dengan instruksi x86 sehingga tidak dapat bersaing di pasar prosesor bersama AMD dan Intel. Seandainya mendukung instruksi x86, bisa-bisa kelabakan tuh AMD n Intel,wkwkwkwkwk…..

[Preview]Potensi Overclock Core i5 650 & Phenom II Stepping C3

Pembaca, Intel Core i5 650 ini adalah salah satu prosesor intel yang sudah menggunakan teknologi 32nm. Prosesor intel core i5 650 ini adalah prosesor dualcore. Berikut hasil dari overclock core i5 650 stepping C1…

core i 5-650 C1 01Core i5 ini memiliki kecepatan default 3,2Ghz, mampu di overclock hingga 4,7Ghz menggunakan pendingin udara Noctua NH-U12P. Saat full load, dengan clockspeed 4,7Ghz ini mampu bertahan hingga 30 menit. Hm… ngeri juga prosesor ini, setidaknya potensinya sedikit lebih baik dibandingkan Wolfdale E8xxx series. Berapa yah ntar harganya kalo dah masuk indonesia??

Sementara itu, AMD telah meluncurkan Phenom II 965BE dengan stepping baru, C3. Menurut kabar, stepping C3 ini mampu meningkatkan potensi overclock, menurunkan konsumsi daya. Phenom II 965BE awalnya memiliki TDP hingga 140W, pada stepping C3 ini, TDP turun menjadi 125W. Bagaimana potensi overclocknya?? seperti yang dikutip dari extremesystems.org, overclocker asal jepang melaporkan pengalamanya mengoverclock prosesor phenom dualcore yang telah di-unlock menjadi quadcore hingga 6Ghz menggunakan liquid nitrogen, berikut screenshotnya.

phenom II X4 965 Black edition c3 oc 02Ngeri, Vicore nya hampir 2V!!! Prosesor yang digunakan adalah AMD Phenom II X2 550 dengan motherboard Biostar dengan chipset AMD 785G.