Bersih-bersih PC… (Part II)

Photo-0157

Halo pembaca!!! Melanjutkan posting yang kemarin, soal bersih-bersih pc, hahahaha Bikin part II nya lama bener. Oke setelah kemarin bersihin jeroan CPU mulai dari HDD, optical drive, memory dan motherboard, kini bagian luarnya alias casing! Emang penting casing dibersihin?? Ya penting lah, sapa sih yang tahan liat casing CPU penuh debu Smile with tongue out. Bersihin casing lebih mudah dari pada bersihin jeroan PC. Cukup buka tutup casing kanan dan kiri, terus di lap deh. Gak cuma tutup kiri kanan, tapi juga seluruh bodi casing dilap n bagian2 yang sulit bersihkan menggunakan kuas.

Lanjut membaca

Bersih-bersih PC… (Part I)

Photo-0155

Halo pembaca! Akhir-akhir saya jarang posting, bulan ini malah baru satu artikel saja, hehehehe… Karena saya pindah kerjaan, so perlu lah yang namanya adaptasi. Proses adaptasi kali tampaknya kurang mulus, selain saya masuk pas kantor lagi transisi pergantian sistem dan software yang dipakai, ditambah senior saya yang kurang nyaman bikin saya makin kelabakan Devil. Belum lagi kerjaan yang menumpuk dan tidak semuanya saya kuasai ilmunya, makin ruwet dah…Sick smile. Saya jadi gak yakin bakal bertahan lama disitu, wew malah CURCOL :mrgreen: . Back to judul Smile with tongue out. Pada suatu hari minggu, sambil melupakan keruwetan yang ada, saya melakukan pembersihan PC dari debu-debu jahat yang menempel. Jangan anggap sepele yang namanya debu, apa lagi kalo sampe masuk dan memenuhi PC anda. Debu yang berlebih dapat menyebabkan kinerja PC terganggu. Contoh : kipas berisik karena debu mengganggu kerjanya,suhu jadi lebih panas, PC suka restart tanpa sebab yang jelas dan yang paling parah malah gak mau idup Smile with tongue out. Makanya jangan jorok, bersihkan PC paling tidak 2 bulan sekali Open-mouthed smile.

Lanjut membaca

Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer (Part II)

kompi2

Hoho.. ternyata banyak banget mitos yang beredar si kalangan pengguna komputer, bahkan tiap daerah memiliki tren mitos yang berbeda, wkwkwkwkw… Berikut lanjutan dari posting Mitos (angapan masyarakat) tentang komputer.

DualCore = Pentium D = Pentium DualCore = Duo Core = Core Duo?

Ini mitos yang bikin bingung seorang expert sekalipun, bahkan, penjual kompi/laptop juga masih salah dalam menyebutkan spesifikasi. Anggapan orang, DualCore adalah prosesor terbaru intel yang menggantikan pentium 4. Konyolnya lagi, ada yang bilang, dualcore adalah gabungan 2 prosesor pentium 4. Nah di pameran kemarin malah ada penjual menyebut prosesor Intel Pentium DualCore sebagai ‘Duo Core’ atau ‘Core Duo’, tuh kan malah makin membingungkan? Yang gimana nih?

FAKTANYA, DualCore bukanlah sebuah merk atau brand, melainkan teknologi. Dualcore adalah teknologi prosesor, dimana dalam sebuah chip prosesor terdapat dua (dual) inti (core). Jadi, semua prosesor yang memiliki 2 inti dalam satu chip prosesor, boleh disebut prosesor ‘DualCore’. Lalu, apa itu Pentium D, Pentium DualCore, Duo Core n Core Duo? Pentium D merupakan brand prosesor dari Intel untuk desktop sekaligus prosesor desktop dualcore pertama intel. Meski begitu, banyak yang tidak mengakui bahwa prosesor ini dualcore, karena design nya yang masih multi chip dalam 1 prosesor, malah ada yang menyebut dual prosesor. Pentium Dualcore adalah prosesor penerus pentium D, prosesor ini sudah benar-benar dualcore menggunakan arsitektur Core 2. Pentium Dualcore hadir di segmen desktop maupin mobile/notebook. Prosesor Pentium dualcore ditujukan untuk segmen low end. Sedangkan Core Duo adalah prosesor mobile intel yang berbasis core Yonah yang merupakan prosesor dualcore pertama di segmen mobile sekaligus menggantikan Pentium M dikelas high end notebook. Core Duo juga merupakan nenek moyang Core2 Duo yang menggunakan basis banias. Lalu Duo Core? Gak ada itu Duo Core! Nama kok di bolak-balik, wkwkwkwk.. Yang banyak menggunakan istilah Duo Core malah di kalangan penjual komputer/notebook :) .

Lanjut membaca

Foto-foto APKOM JOSS 2009

DSC00022

Halo pembaca!! Posting sebelumnya, saya menampilkan foto-foto hasil jepretan hapeku di pameran komputer APKOM JOSS 2009 yang diadakan di Solo. Nah, pada posting kali ini, saya akan menampilkan foto hasil jepretan isengku di acara APKOM JOSS 2009 di Jogja. APKOM JOSS 2009 diadakan di gedung JEC (Jogja Expo Center). Sebenernya sih, saya gak begitu berminat nonton pameran di jogja, selain jauh, transportnya rus ganti-ganti bis. Karena ada yang mo nemenin, yah mau deh, sekalian survey harga,hehehehe… neh jepretanya…

DSC00030 Area depan JEC.

Lanjut membaca

Overclock+Down Volt : Kompromi Terbaik Kinerja dan Konsumsi Daya

Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

platform test

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

default

Clockspeed Default+Down Volt

Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

downvolt2

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.

Overclock+Down Volt

Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

oced

PERFORMA

Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Benchmark

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!

12 Praktek Keamanan Terbaik Bagi Pengguna PC

Ancaman cyber saat ini makin ganas dan berbahaya karena dimotivasi oleh keuntungan finansial. Pengguna internet bisa menerapkan langkah-langkah berikut untuk menjamin keamanannya saat berinternet.

KLIK UNTUK BACA SELANJUTNYA

f5rage_500x462

Membangun PC untuk gaming, mahal? Tidak juga, kecuali anda adalah seorang yang antusias. Pada artikel ini saya akan memberikan saran pemilihan hardware yang digunakan untuk gaming. Selain performa, saya sangat mempertimbangkan sisi upgradeability-nya mengapa? Tentu saja agar masa pakai PC game yang telah dibangun dapat bertahan lama. Spesifikasi PC yang dibangun pada artikel ini cukup mumpuni untuk memainkan game-game terbaru dan yang akan datang pada setting high di resolusi monitor hingga 1280×1024. Kok cuma 1280×1024? Ya karena PC game yang akan dibangun untuk kelas mainstream namun dengan harga yang bisa dikatakan murah untuk PC Game. Bisa main GTA IV gak? Bisa saja, Cuma pasti ngelag banget, hehehe… GTA IV mensyaratkan prosesor quadcore untuk dapat bermain dengan lancar, sedangkan pada pembahasan artikel ini hanya menggunakan prosesor dual-core karena lebih ditujukan untuk PC game murah. Pada pembahasan artikel ini, saya membagi 2 platform, Intel dan AMD.

axp7750_intro

Prosesor

Prosesor adalah komponen yang cukup penting dalam sistem gaming. Saya memilih AMD Athlon X2 7750BE. Prosesor ini memiliki kinerja yang cukup baik karena arsitekturnya berbasis K10 (Phenom). Seorang member forum komputer pernah melakukan review prosesor ini dan menggunakan Core2 Duo E8400 sebagai pembandingnya dan keduanya ter overclock, hasilnya? Untuk gaming hanya terpaut sedikit. Namun bagi anda yang tidak suka dengan overclock, kinerja standar 7750BE ini sudah cukup baik. Mayoritas pengguna prosesor 7750BE ini mengatakan puas dengan kinerjanya. Hanya saja TDP prosesor ini mencapai 95W, cukup tinggi untuk kelas dual-core 65nm. Secara keseluruhan prosesor seharga 800-an ribu ini memiliki kinerja memuaskan, sesuai dengan harganya. Platform Intel, saya memilih Pentium Dual-Core E5200. Prosesor ini menggunakan arsitektur Core 45nm dengan kinerja yang cukup baik. Salah satu kelebihan prosesor ini adalah potensi overclock yang cukup tinggi. Beberapa prosesor mampu mencapai 4Ghz bahkan lebih menggunakan pendingin standar. Secara umum, kinerja standar prosesor ini masih sedikit dibawah 7750BE, begitu juga dengan kinerja gamingnya. Harga prosesor ini juga lebih murah, sekitar 750-an ribu dan TDP lebih rendah dibanding 7750BE.

13-138-140-s05

Motherboard

Motherboard adalah komponen yang tidak kalah penting, selain sebagai kunci kestabilan, motherboard juga kunci upgradeability dan dukungan fitur tertentu. Saya memilih Biostar TA790GX-XE bersoket AM2+ yang dibandrol sekitar 1,3jt. Mengapa? Motherboard ini telah menggunakan chipset terbaru, AMD 790GX dilengkapi graphic onboard yang mumpuni, Radeon HD3300 serta fitur CrossFireX untuk multi GPU. Anda dapat memasangkan 2 graphic card Radeon (yang sebaiknya) identik untuk konfigurasi crossfireX dan meningkatkan performa gaming. Selain itu, motherboard ini telah dilengkapi fullsolid capacitor untuk meningkatkan kestabilan dan durabilitas sistem serta memiliki potensi overclock yang baik. Salah satu keuntungan platform AMD adalah upgradeabilitynya. Penggunaan chipset 790GX soket AM2+, anda dapat memasangkan Phenom II soket AM2+ maupun AM3. jadi bisa dikatakan umur pakai platform ini masih sangat panjang, untuk solusi yang lebih murah, anda dapat memilih motherboard berchipset 780G. Platform Intel, saya memilih Biostar Tforce TP45 HP yang telah dilengkapi heatpipe dengan harga sekitar 1,35jt. Motherboard ini mendukung fitur multi GPU crossfire. Dukungan FSB pada chipset P45 hingga 1333Mhz, sehingga dukungan terhadap berbagai tipe prosesor intel mampu diakomodasi dengan baik. Chipset P45 pada motherboard mendukung overclocking yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Kinerja chipset P45 ini juga sangat baik, cocok untuk PC gaming yang akan dibangun.

xms2dhx_hero

Memory

Untuk kebutuhan memory, saya memilih Corsair Twin2X2048-6400C4DHX, selain harga yang murah, kinerjanya juga sangat baik dengan CL4 serta potensi overclock yang cukup baik. 2 keping memory ini akan berjalan di mode dual-channel untuk memaksimalkan bandwith yang tersedia. Memory dari Corsair ini memiliki harga kisaran 500rb dan telah dilengkapi heatspreader. Bagi yang kurang puas, dapat memilih yang model PC1066, namun anggaran juga bertambah. mengapa hanya 2GB? PC yang kita bangun adalah kelas mainstream jadi 2GB saya rasa sudah cukup untuk kebutuhan saat ini. Kedepanya, pengguna bisa menambahakan hingga 4GB bahkan lebih.

1000

Graphic Card

Ini dia komponen paling vital dalam membangun sebuah PC gaming yang handal. Saya memilih Radeon HD4670, mengapa? Meski performanya masih debawah 9600GT, namun dari 2 motherboard yang digunakan dalam artikel ini telah mendukung crossfire, sehingga pengguna nantinya tinggal membeli sebuah card radeon lagi untuk configurasi crossfire. Performa HD4670 tidaklah mengecewakan, dilihat dari benchmark, ia mampu bersaing dengan 9600GSO bahkan 9600GT dibeberapa game harganya sekitar 1,1jutaan. HD4670 diperkuat dengan 320 stream prosesor, 32TMU, 8ROP dengan interface memory 128bit. 128bit?! Ya, meski hanya 128bit, jangan meremehkan kinerjanya. Dari hasil test anandtech, card ini mampu meladeni game-game terbaru dengan sangat baik di resolusi 1024×768 dan 1280×800, untuk resolusi diatas itu, mungkin agak kewalahan dibeberapa game. Bagi yang lebih menyukai GeForce, dapat memilih 9600GSO dengan spesifikasi 96 Stream prosesor, 192bit interface. Bagi yang memiliki dana lebih, dapat memilih HD4830 atau 9600GT, untuk ini saya jelas lebih condong ke HD4830 karena performa lebih tinggi dan harga yang kompetitif. Pilihan lain adalah menunggu card RV740 atau Radeon HD4750/HD4770 yang konon mampu mengalahkan HD4830 dan akan dibandrol dengan harga dibawah HD4830. back to topic, rekomendasi utama saya adalah HD4670 untuk bujet terbatas.

Harddisk

Untuk media penyimpanan, saya memilih WDC 320Gb SATA-II 16Mb. Kapasitas tersebut menurut saya cukup untuk PC Game yang akan kita bangun. Rata-rata satu judul game menghabiskan 5-10GB, sehingga nantinya mampu menampung cukup banyak game. Selain itu, kinerja hardisk dari Western Digital ini juga tidak mengecewakan serta suhu kerja yang cukup dingin.harga yang ditawarkan Hardisk ini memiliki kecepatan rotasi 7200rpm dengan cache 16Mb serta menggunakan interface SATA II. Harga yang ditawarkan tidaklah terlalu mahal, berkisar 550rb. Alternatif lain yang menurut saya cukup baik adalah Seagatte Barracuda 320GB dengan cache 16Mb. Harddisk dari Seagatte ini memiliki kinerja yang lebih gegas namun suhu kerja agak panas. Harga harddisk dari Seagatte ini pun tidak jauh dari WDC.

fsp-saga-400w-sku00107770_0

PSU

PSU aka Power Supply Unit adalah komponen yang sering disepelekan oleh PC builder. Namun sebenarnya komponen ini cukup vital fungsinya, seperti yang saya jelaskan pada posting-posting sebelumnya mengenai komponen ini. Untuk memenuhi kebutuhan daya PC game yang akan dibangun, saya memilih FSP SAGA 400W, meski hanya rating 400W, PSU dari FSP aka Fortron ini memiliki kinerja yang cukup baik. PSU ini mampu memberikan daya yang stabil dan cukup kuat untuk periferal mainstream masa kini. Keluaran daya pada rail 12V-nya mencapai 29A. harga yang ditawarkan cukup bersahabat, berkisar 550rb. Alternatif lain mungkin bisa memilih Acbel 420W dan beberapa lainya. Jika mempunyai anggaral lebih untuk power supply, dapat memilih PSU dengan rating power yang lebih tinggi, sehingga jika nanti menggunakan multi GPU/crossfire tidak perlu lagi mengganti power supply.

shop_3694

Casing

Casing adalah komponen yang cukup penting untuk urusan sirkulasi udara dalam CPU. Untuk casing saya memilih Power Logic Modena 1200X dengan penawaran harga yang ekonomis (350rb). Selain itu, sirkulasi udara sudah cukup baik untuk PC Game yang akan dibangun, karena komponen yang dipilih untuk PC Game ini relatif tidak mengeluarkan banyak panas.

Untuk komponen pendukung lainya (Optical drive, keyboard, mouse, game pad, joystik) dapat memilih sesuai kebutuhan. PC game ini menghabiskan dana total kurang dari 6 juta, berikut rincian spesifikasinya.

AMD

AMD Athlon X2 7750BE

Biostar TA790GX-XE

Corsair Twin2X2048-6400C4DHX

HIS HD 4670 ICEQ Turbo 512Mb DDR3/POV 9600GT 512Mb 256Bit DDR3 EXO

FSP SAGA 400W

LG 22x DVD-RW

WDC 320Gb SATA-II 16Mb

Power Logic Modena 1200X

Rp 5650000

INTEL

Pentium Dual-Core E5200

Biostar Tforce TP45 HP

Corsair Twin2X2048-6400C4DHX

HIS HD 4670 ICEQ Turbo 512Mb DDR3/POV 9600GT 512Mb 256Bit DDR3 EXO

FSP SAGA 400W

LG 22x DVD-RW

WDC 320Gb SATA-II 16Mb

Power Logic Modena 1200X

Rp 5850000

Dengan spesifikasi seperti yang tersebut diatas, anda tak perlu ragu lagi untuk memainkan game-game terbaru dengan setting high di resolusi 1280×1024 dengan framerate yang cukup tinggi, sehingga cukup nyaman. Untuk resolusi diatas 1280×1024 masih dapat ditangani dengan baik meski beberapa game berat harus di seting medium. Selain itu, platform AMD pada spesifikasi diatas memiliki potensi upgrade yang cukup panjang sedangkan platform Intel hanya mentok di core2quad/extreme saja. Demikian saran saya dalam merakit sebuah komputer game yang handal. Saya sendiri pun cukup berminat dengan platform diatas (ngiler mode on) dan mengupgrade prosesor Phenom II 940 dengan memory 4Gb (Ngayal mode on), hahahaha… semoga bermanfaat.