[newbie] Overclock Geforce 9400GT

Photo-0011

Eagle Geforce 9400GT

Halo Pembaca! Pada posting sebelumnya, eagle geforce 9400GT memiliki spesifikasi clock 550/1375/330Mhz (core/shader/memory). Eagle Geforce 9400GT berkekuatan 16 stream prosesor, 128 bit memory interface, 512MB DDR2 VRAM. Berikut tool yang saya gunakan antara lain, RivaTuner untuk mengoverclock cardnya, bisa download disini. GPU-Z, fungsinya mirip CPU-Z, untuk mengidentifikasi grafis yang kita pakai lengkap dengan sepsifikasi teknis dan clock speednya, download disini.

GPU-Z, 9400GT dalam keadaan standar

Lanjut membaca

[MILD OVERCLOCK] AMD Athlon II X2 245

Athlon 64 X2 new models 01

Halo pembaca!! Pada artikel sebelumnya, saya bercerita tentang upgrade komputer lawas dengan prosesor, motherboard dan memory baru. Komponen tersebut adalah sebuah prosesor AMD Athlon II X2 245 (2,9Ghz), Biostar A780L3G (AMD760G) dan 2GB Team Elite memory DDR3 1333. Athlon II X2 245 ini memiliki codename Regor memang bukan prosesor terbaru, namun performa yang dimilikinya cukup untuk komputasi menengah. Motherboard yang saya pakai, Biostar A780L3G yang menggunakan chipset AMD 760G+SB710 dan dilengkapi grafis onboard Radeon HD3000. Motherboardnya RMA karena gak bisa menympan settingan bios, akhirnya di replace dengan motherboard baru, nice service Open-mouthed smile. Setelah urusan RMA selesai, saya punya sedikit waktu untuk bermain-main dengan PC satu ini, nyobain kemampuan overclock Devil, berikut spek lengkapnya :

AMD Athlon II X2 245 2,9GHz, 2x1MB L2 cache, HSF Standard

1 keping DDR3 2GB Team Elite

Motherboard Biostar A780L3G

WDC Green 500GB dan Maxtor 80GB SATA

DVD Combo Drive

PSU Extreme 500W Wilted rose

Lanjut membaca

Rekor baru Core2 Duo e8700, 5 Ghz with Air Cooling!

Prosesor dualcore tercepat Intel di platform LGA775 kembali unjuk gigi mengenai potensi overclocknya yang ‘ganas’. Prosesor ini mampu di overclock hingga 5250 Mhz alias 5,25Ghz tanpa menggunakan extreme cooling, cukup air cooling alias pendingin udara. Pendingin yang digunakan adalah scythe mugen II, cukup menakjubkan, kebanyakan prosesor saat ini harus menggunakan minimal water cooling untuk menembus 4,5Ghz. Prosesor ini dioverclock menggunakan board dengan chipset Intel X48 (asus rampage extreme) dengan 2GB DDR3 memory dari Super Talent. Prosesor ganas ini mampu menyelesaikan benchmark Super PI 1M dalam waktu 8,876 detik dan Super PI 32M dalam waktu 7 menit 32 detik, cukup mencengangkan. Vcore prosesor ini mencapai 1,616V dan FSB hingga 500Mhz (2Ghz QDR). Menurut kabar, sebenarnya prosesor ini hanya stabil di 5,226 Ghz dengan Vcore 1,65V. Core2 Duo e8700 adalah prosesor dualcore yang berbasis wolfdale dengan teknologi 45 nm dengan clockspeed standar 3,5 Ghz. berikut ini screenshot nya…

core 2 Duo e8700 air oc 01

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

PHENOM II X4 965 BLACK EDITION C3 OC ke 4,2Ghz /w air cooling!

phenom II X4 965 Black edition 4.2Ghz  4Top model prosie AMD, Phenom II 965BE yang memiliki TDP hingga 140W, kini turun menjadi 125W melalui revisi C3 yang kini banyak dinantikan pengguna komputer. Bagai mana potensi overclock nya? Dikutip dari xtreview, potensi overclock prosesor flagship AMD ini cukup baik. Menggunakan cooling xigmatek dark knight, prosesor ini mampu menembus clock 4,2Ghz dengan voltase 1,456v. diperkirakan harga prosesor ini di AS sekitar $196, di indonesia?? Pasti lebih mahal deh…hehehehe

phenom II X4 965 Black edition 4.2Ghz

[Preview]Potensi Overclock Core i5 650 & Phenom II Stepping C3

Pembaca, Intel Core i5 650 ini adalah salah satu prosesor intel yang sudah menggunakan teknologi 32nm. Prosesor intel core i5 650 ini adalah prosesor dualcore. Berikut hasil dari overclock core i5 650 stepping C1…

core i 5-650 C1 01Core i5 ini memiliki kecepatan default 3,2Ghz, mampu di overclock hingga 4,7Ghz menggunakan pendingin udara Noctua NH-U12P. Saat full load, dengan clockspeed 4,7Ghz ini mampu bertahan hingga 30 menit. Hm… ngeri juga prosesor ini, setidaknya potensinya sedikit lebih baik dibandingkan Wolfdale E8xxx series. Berapa yah ntar harganya kalo dah masuk indonesia??

Sementara itu, AMD telah meluncurkan Phenom II 965BE dengan stepping baru, C3. Menurut kabar, stepping C3 ini mampu meningkatkan potensi overclock, menurunkan konsumsi daya. Phenom II 965BE awalnya memiliki TDP hingga 140W, pada stepping C3 ini, TDP turun menjadi 125W. Bagaimana potensi overclocknya?? seperti yang dikutip dari extremesystems.org, overclocker asal jepang melaporkan pengalamanya mengoverclock prosesor phenom dualcore yang telah di-unlock menjadi quadcore hingga 6Ghz menggunakan liquid nitrogen, berikut screenshotnya.

phenom II X4 965 Black edition c3 oc 02Ngeri, Vicore nya hampir 2V!!! Prosesor yang digunakan adalah AMD Phenom II X2 550 dengan motherboard Biostar dengan chipset AMD 785G.

[EXTREME] Overclock Athlon II X2 & Sempron 140

Prosesor dual-core 45nm AMD menunjukan taringnya dalam hal overclock capability. Berikut AMD Athlon II X2 245 di overclock dengan menggunakan motherboard GIGABYTE GA -MA790FXT-UD5p dengan pendingin liquid nitrogen.Amd new cpu high oc 00013Amd new cpu high oc 00014itu adalah X2 245, berikutnya adalah X2 240 overclocked…

Amd new cpu high oc 00011Amd new cpu high oc 00012Berikutnya prosesor AMD dikelas paling bawah, Sempron 45nm ‘Sargas’ 140…

Amd new cpu high oc 00015Amd new cpu high oc 00016Wah bener-bener overclocker kelas berat nie. ketiga prosesor low end ini mampu dioverclock diatas 5Ghz dengan pendingi liquid nitrogen… Performanya gimana yah???

Overclock+Down Volt : Kompromi Terbaik Kinerja dan Konsumsi Daya

Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

platform test

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

default

Clockspeed Default+Down Volt

Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

downvolt2

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.

Overclock+Down Volt

Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

oced

PERFORMA

Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Benchmark

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!

Langkah-Langkah Overclocking Untuk Pemula

Apa itu overclock? Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing bagi seorang pemula yang tertarik dibidang hardware. Tetapi bagi mereka yang sudah mahir dibidang hardware, kata tersebut merupakan sebuah kata baku dan digunakan dalam kehidupan sehari hari. Bahasa overclock disusun dari dua kata yaitu over dan clock yang artinya melakukan setup mainboard clock bagi processor maupun sebuah VGA. Kata overclock dikonotasikan dengan membuat computer lebih cepat. Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan overclock. Diperkirakan overclock sudah dimulai pada tahun 1985. Kalau tidak salah, computer pertama yang dijual yaitu jenis PC XT dengan processor tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja dengan procesor dari NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC XT dahulu luar biasa lambatnya. Jangankan kata sistem Linux atau Windows, yang dikenal saat itu hanyalah PC-DOS IBM sebagai sistem operasi sebuah computer.
Overclock mulai dilakukan ketika processor 486 DX dan Pentium Klasik pertama. Tetapi memacu processor hanya dapat dilakukan dengan jumper pada mainboard. Misalnya Pentium 166Mhz dijumper menjadi kecepatan 200Mhz, sedikit sekali perbedaan antara 166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk kecepatan pada tahun itu. Ramainya overclocker dimulai pada 1997 ketika Intel mengeluarkan processor jenis Celeron berkecepatan 300Mhz (Celeron 300A) dengan jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi 450Mhz. Saat itulah muncul para overclocker yang mulai memacu processor sampai batas terakhir.
Kebanyakan intronya ya?? Maaf deh… oke lansung ja kita mulai…
Ada beberapa software yang digunakan untuk melihat dan mengetest sistem. Untuk memastikan kenaikan clock CPU dan memory, bisa menggunakan CPU-Z, test kestabilan sistem bisa menggunakan software prime 95 atau orthos, untuk benchmark, super PI, SisSoft Sandra, PCMark, 3D Mark, Cinebench dan banyak deh… gak bisa disebutin lagi he…. Downloadnya dimana??? Tanya Mbah Google donk!!

Langkah overclock sebenarnya melakukan setup kecepatan clock CPU pada BIOS, atau software overclocking on the fly. Bila processor dengan kecepatan 1.86Ghz dengan bus 266Mhz, artinya processor bekerja pada kecepatan 7x266Mhz akan menghasilkan kecepatan processor 1862Mhz atau 1.86GHz, faktor pengali tadi disebut multiplier. Dengan merubah bus pada option BIOS misalnya dari 266Mhz menjadi 300Mhz maka computer akan bekerja dengan kecepatan 2.1GHZ atau 7x300Mhz dengan hasil 2.1Ghz atau 2100Mhz. Gampangkan?? Untuk merubah kecepatan BUS, saat boot, tekan del untuk masuk bios, cari option CPU Clock/FSB/Bus, kalau sudah ketemu, naikan 10Mhz. Boot ulang, jika lancar masuk OS, cek kenaikan clock di CPU-Z kemudian test kestabilan dengan orthos atau prime 95 selama 20 menit atau lebih dan harus tanpa eror. Jika lulus, lakukan hal diatas berulang kali, jika sistem gagal boot/tidak mau masuk BIOS, lakukan clear CMOS. Beberapa merk dan tipe motherboard masih menggunakan jumper untuk clear CMOS, baca buku manual motherboard. Setelah clear CMOS, set BUS/clock pada saat sebelum fail boot, contoh, dikecepatan bus 340 fail, maka turunkan menjadi 335/330. Setelah mencapai batas, maksimal hingga dapat boot dengan normal, maka lakukan langkah tes kestabilan. Tes kestabilan dapat menggunakan software orthos atau prime 95 selama 6 jam atau lebih dan harus tanpa eror, karena untuk menjamin kestabilan sistem. Jika error, turunkan clock/bus 5/10Mhz dan lakukan test lagi hingga stabil.

Dah tau kan caranya overclock??? Ya sederhanya seperti yang dijelaskan paragraf diatas. Bagi yang udah advance, sebelum melakukan langkah overclock, sebaiknya mencari clock maksimal prosesor dan memori, agar nantinya lebih mudah menentukan konfigurasi yang maksimal. Caranya?? Gini, saya jelaskan dulu… (sok bgt deh…!) setiap kita menaikan clock prosesor, maka clock memori (RAM) ikut naik, karena antara memori dan cpu bersifat synchronous. Untuk mencari clock maksimal prosesor, turunkan divider memori. Divider?? Apaan lagi tuh?? Divider adalah rasio antara kecepatan memori dengan kecepatan prosesor.duh susah juga jelasinya… gampangnya gini deh… misal kamu pakai memori DDR2-800 maka default speednya adalah 800Mhz (400MHzx2), maka pada setingan bios, turunkan jadi DDR2-533 atau lebih rendah lagi, karena yang dicari adalah clock maksimal prosesor. Setelah itu baru naikan clock/ bus prosesor hingga mencapai batas fail-nya. Kalo nyari clock maksimal memori?? Ya kebalikanya, set divider/clock memori ke posisi default pabrikan, contoh, kamu pake memori DDR2-800, maka bios set divider di DDR2-800 juga, baru kemudian naikan bus/clock prosesor hingga batas failnya, jangan lupa catat clock maksimal dari prosesor dan memori.

Sudah paham kan??? Oya, untuk prosesor AMD, ada satu parameter yang harus diperhatikan, yaitu hypertransport bus. Hypertransport adalah system bus pada platform AMD yang memiliki cara kerja seperti jaringan point-to-point. Pada AMD K8 ( Athlo64, Athlon 64 X2, Sempron) memiliki kecepatan hypertransport default 1000Mhz (2000Mhz DDR) untuk socket 939 keatas dan 800Mhz (1600MHz) untuk socket 754, sedangkan K10 (Phenom series) memiliki clock hypertransport diatas 1000MHz. Pada prosesor K8 yang memiliki clock hypertransport 1000Mhz, angka ini didapat dari 5x200Mhz. Sebaiknya, clock hypertransport tetap pada defaultny, karena dari pengalaman yang saya alami, clock hypertransport yang lebih dari defaultnya menyebabkan sistem tidak stabil, padahal, setiap kita menaikan bus speed pada prosesor AMD, maka clock hypertransport pun ikut naik, contoh, bus dinaikan menjadi 220Mhz, maka clock hypertransportnya 220×5=1100Mhz. Lha teruz gimana biar gak ikut naik??? Gampang, turunin aja multiplier hypertransportnya ke 4x atau 3x, bereskan?? Usahakan clock hypertransport mendekati clock defaultnya, contoh., bus dinaikan ke 230, jika multiplier hypertransport diset 4x, maka 4×230=920Mhz. Bisa juga multiplier HT diset di 3x tapi, lebih baik di 4x karena hasilnya akan lebih mendekati clock HT defaulnya, 1000Mhz.
Udah paham kan?? Oya hati-hati pengguna motherboard lama, karena beberapa motherboard tidak mengunci clockspeed PCI dan AGP, tapi untuk motherboard baru, sudah tidak masalah. Oya bagi yang ingin hasil yang lebih tinggi, silahkan naikan Vcore, Vmemori, Vchipset dll… dan kalo dah naikin voltage kayak gini, mending pendingin juga diganti, tapi saya lebih menyarankan voltage default saja. Udah dulu ya… capek saia… dagh!!!

Overclock Adalah Maksimalisasi Sistem


Selama ini, overclock hanya dikenal oleh kurang dari 10% pengguna computer, sungguh disayangkan. Sebenarnya overclock bukan lah hal yang berbahaya apabila dilakukan dengan benar dan menggunakan perlengkapan yang memadai. Menurut saya, overclock merupakan suatu langkah untuk mencari kinerja maksimal dan stabil dari system yang kita miliki. Peripheral pendukungnya pun tidak mahal jika hanya melakukan mild overclocking. Overclock yang paling aman adalah tanpa menaikan voltase apapun, karena jika menaikan voltase, suhu juga ikut naik dan sebaiknya pendingin juga sebaiknya diganti. Di pembahasan kali ini lupakan liquid nitrogen, dry ice atau peltier, karena pada pembahasan kali ini hanya menggunakan stock cooling. Mild overclocking ini cenderung murah dan aman untuk digunakan sehari-hari.
Overclock bukanlah hal yang sulit, bahkan semudah membalikan tangan. Hanya membutuhkan sedikit ketelitian dan keberanian. Peralatan yang dibutuhkan hanya sebuah system dengan BIOS yang memadai. Tujuan overclock bukanlah mencari speed yang setinggi-tingginya, tetapi mencari speed stabil tertinggi dari sebuah system. Overclocker hardcore biasanya menghabiskan banyak dana untuk membeli peripheral istimewa yang harganya jika ditotal tidak terjangkau bagi sebagian besar kalangan. Lakukan maksimalisasi dengan mild overclock yang aman sesuai dengan dana anda.
Adapun orang yang tidak menyukai overclock, menurut pandangan mereka, overclock adalah hal yang berbahaya dan beresiko kerusakan system. Menurut saya, pendapat itu tidak sepenuhnya benar, malah saya menganjurkan untuk melakukan overclock untuk mandapatkan price/performance yang bagus. Sebagai contoh, sebuah system yang berbasis AMD Athlon64 X2 4400+ brisbane core yang memiliki clockspeed 2,3 GHz dibandingkan dengan system yang berbasis Athlon64 X2 5000+ yang berkecepatan 2,6 GHz, tentu system yang pertama tadi akan kalah kinerjanya. Namun, wafer yang digunakan untuk memproduksi Athlon64 X2 4400+ dan Athlon64 X2 5000+ adalah sama, dengan kata lain, anda dapat merubah 4400+ menjadi 5000+ dengan mudah. Hal ini dikarenakan penggunaan wafer silicon yang sama, hanya saja penetapan kecepatanya berbeda-beda. Kesimpulanya, overclock bukanlah hal yeng berbahaya jika dilakukan dengan benar dan merupakan salah satu langkah maksimalisasi system.