Finally! Sukses Instalasi Driver Ati Catalyst di OpenSUSE 11.2

logo

Halo pembaca! Akhir-akhir ini saya sedang ‘mencoba’ salah satu distro linux besar yang cukup populer dikalangan linuxer, yaitu OpenSUSE 11.2 dengan kode nama ‘Emerald’ yang telah dirilis tahun lalu. Sebelumnya, saya pernah mencoba opensuse versi 11, namun tidak bertahan lama, karena saya gagaal melakukan instalasi driver graphic card yang saya gunakan, Ati Radeon HD3200. Setelah itu saya selalu mencoba linux yang driver Ati telah tersedia seperti distro PCLinuxOS, Mandriva, Ubuntu dll. Menurut beberapa orang di forum berpendapat instalasi driver ati memang lebih sulit daripada instalasi driver GeForce. Sebelumnya, saya juga pernah menginstall driver Ati di ubuntu 8.04 karena memang ubuntu tidak menyertakannya/tidak terdeteksi dengan baik. Instalasi driver ati di ubuntu memang cukup mudah dengan perintah :

#sh ati-driver-installer-xx-xx-xx.run

instalasi berjalan dan selalu sukses! Sementara saya juga pernah gagal melakukan instalasi driver catalyst di mandriva free 2009.1 dengan pesan error yang intinya ada ketidak cocokan antara kernel yang di compile. Bagaimana dengan OpenSUSE 11.2 ini? Sama, gagal dengan pesan error yang ditampilkan sama dengan mandriva.

Awalnya, setelah opensuse 11.2 versi DVD terinstall di komputer, segera saya lakukan instalasi catalyst versi 9.5 melalui mode text (init 3) dengan perintah :

#sh ati-driver-installer-9-5-x86.x86_64.run

Lanjut membaca

Ubah Tampilan Linux Gnome Jadi Macintosh!

Halo Pembaca!! Popularitas macintosh memang sudah menggema dimana-mana, termasuk di indonesia. Meski begitu, Pengguna OS buatan Apple di indonesia memang terbilang sedikit dan harganya mahal bagi sebagian besar orang indonesia. Apa sih istimewanya OS ini? Orang bilang istimewanya pada fitur-fitur yang diberikan dan tentu saja TAMPILAN alias user interface-nya. Banyak yang kepincut dengan tampilan OS buatan Apple ini. Jika di posting kemarin saya membahas OS windows xp yang dirubah tampilanya menjadi mirip macintosh, kini giliran OS Linux yang diubah tampilanya menjadi mirip Macintosh. OS yang saya gunakan pada pembahasan ini adalah distro favorit saya, Mandriva 2009.1 Gnome. Anda menggunakan distro lain?? Tenang, tetep bisa dipraktekan pada distro lain, khususnya yang menggunakan desktop Gnome.

Download Theme&Icon Macintosh

Langkah pertama, download dulu theme mirip macintosh di gnome-look.org, nama themenya mac4lin untuk yang mirip macintosh leopard dan aqua untuk macintosh tiger. Sedangkan iconya dapat menggunakan mac4lin icon. Sydah tau cara instalasi theme?? berikut panduan singkatnya, klik kanan di desktop>klik change desktop background>geser ke tab theme>klik install, arahkan ke direktori tempat anda menyimpan file-file theme dan icon.

Untuk menginstal icon baru, lakukan langkah yang sama seperti menginstall theme. Jika ingin lebih mirip lagi, silahkan download font, bootsplash dan login window macintosh di gnome-look.org, dalam posting kali ini saya tidak mengganti settingan font, bootsplash dan login window yang digunakan.

Lanjut membaca

Perjuanganku Buat Windows XP Pensiun!

windowsxp_09911

Halo pembaca! Akhir-akhir ini banyak teman saya yang menggunakan windows vista/windows 7 dan tidak lagi menggunakan XP. Sedangkan komputer saya terinstall 4 os, Windows XP, windows 7, mandriva 2009.1 spring dan PCLinux OS 2009. Windows XP mendapat jatah partisi 20GB, windows 7 14GB (Sesak euy!), Mandriva 2009.1 6GB dan PCLinuxOS 9GB. Partisinya kecil2 coz hardisku cuma 160GB. Dari 4 os tadi ada 2 os windows, XP dan 7. Saya lebih menyukai windows 7 dibandingkan XP, selain itu, saya kurang maksimal dalam menggunakan windows 7, karena cuma kebagian 14GB. XP yang jarang saya gunakan malah dapet jatah 20GB. Akhirnya saya memutuskan untuk menggabungkan jatah partisi XP dan windows 7 untuk kemudian saya install windows.

Hal yang pertama saya lakukan adalah membakar iso image dari windows 7, karena DVD windows 7 saya hilang entah kemana. Urusan bakar-membakar cd/dvd saya percayakan pada jagoan saya dari linux, K3B. Saya pilih K3B karena hasil bakar-nya bagus, cepat dan sangat jarang sekali terjadi error. Namun apes pun tak dapat ditolak, entah kenapa K3B tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Akhirnya saya beralih ke windows 7 saya dan saya bakar iso image windows 7 menggunakan software bawaan microsoft. Hasilnya? Sukses sih, tapi lama banget bakarnya, hasil bakaran-nya lumayan, walau agak lama proses reading DVD-nya. Selesai burning DVD installer langsung saja saya masukin DVD ke DVD drive untuk melakukan ritual sesembahan install ulang. Booting melalui DVD sukses dan masuk ke menu partisi untuk menggabungkan partisi jatahnya XP dan windows 7. Penggabungkan tidak berjalan mulus, kedua partisi tersebut tidak mau digabung, yang muncul malah ‘unused space’ dan itu tidak dapat digunakan. Waduh kalo sudah begini mo pake software apa lagi buat nyatuin 2 partisi tadi, kan windows xp dan windows 7 nya dah diformat dengan mulus.

Setelah berpikir sejenak, langsung saja dapet wangsit ide untuk menggunakan live dvd linux! Langsung saja saya masukan dvd pclinuxos 2009 dan selanjutnya booting deh. Pclinuxnya tiba-tiba juga ikut mogok n gak mau booting lewat dvd, padahal dulu bisa! Terpaksa saya panggil nenek moyang pclinuxos, mandriva! Dvd mandriva langsung saya gunakan untuk live dvd… ups, saya baru ingat, dvd mandriva tidak dapat digunakan untuk live dvd ternyata! Waduh, makin pusing nih… mo instal uang aja susah amat. Kembali saya harus memutar otak untuk menggabungkan 2 partisi tadi. Akhirnya saya menggunakan jalan terakhir, apa? Memanfaatkan wizard instalasi mandriva linux untuk mengutak-atik partisi menggunakan diskdrake, SUKSES!!

Masuk ke langkah berikutnya, instalasi windows 7 ultimate bajakan petani edition! Iseng2 sata mode nya saya ubah dari native IDE ke AHCI, kata teman saya, AHCI lebih cepet! Setelah urusan AHCI selesai, langsung boot lewat dvd windows 7. Booting berjalan lancar, pembagian partisi juga lancar dan instalasi dimulai! *30 menit kemudian* kok masih 0% yah proses instalasinya? Perasaan kemarin temen saya menggunakan mode AHCI, instalasi cuma 30 menit, lha ini kok malah belum apa2? Saya segera utak atik stingan SATA mode di bios, barangkali ada setingan yang salah, hasilnya?? Tetep aja 0% saat instalasi. Saya putuskan untuk bertanya pada dukun google soal AHCI ini. Jawabanya? Kebanyakan hasil yang ditemukan google, bahwa kinerja AHCI dibeberapa chipset AMD bermasalah. Sebagai pengguna chipset AMD780G+SB700 harus menerima dengan lapang dada kenyataan ini. Temen saya yang pake AHCI ternyata menggunakan Chipset nforce 560 dan GeForce 8200, pantesan AHCI-nya ngebut!! Akhirnya instalasi berhasil dilaksanakan menggunakan konfigurasi ‘native IDE’. *35menit kemudian* akhirnya tampilan desktop windows 7 menyambut! Langkah selanjutnya adalah melakukan cracking legalisasi paksa windows 7 ultimate 32bit dan hasilnya manteb, ini dia screenshotnya….

desktopNie tampilan desktopnya, sedikit sentuhan biar tambah canik…

oemactivatedGenuine neh? hehehehehe…

Instalasi windows 7 sebelumnya, saya menggunakan crack jamu yang saya dapet dari indowebster.com, namanya ‘timer nuke’. Kalo pake timer nuke ini, activasinya gak beres, malah kalo digunain buat online jadi keluar deh watermark-nya. Akhirnya saya jalan-jalan lagi ke indowebster, eh dapet dah ‘jamu’ yang lebih cespleng dari timer nuke, selain status jadi activated, windows 7 ultimate petani edition ini juga bisa update loh… nie screenshotnya.

Untitled-1

Finally! Windows 7 resmi terinstall di komputer dan sepenuhnya menggantikan tugas windows XP sebagai partner berjuang menghadapi tugas-tugas kuliah yang makin menggila! Setelah perjuangan panjang, akhirnya sukses terinstal… Selain windows 7, ada dua OS lagi, mandriva 2009.1 Gnome dan PCLinuxOS 2009.2, dua-duanya gak kalah mantepnya sama windows 7. Okeh, sampe disini dulu posting kali ini, see u next time!



Berburu Windows XP SP2 X64 Edition

x64

Wah dari judulnya kayaknya susah banget dapet WinXP x64? Sebenernya sih gak susah dapetin XP x64, tinggal datang aja ke toko software n bilang mo beli win XP x64 kemudian bayar, selesai. Masalahnya, saya tidak mampu bayarnya, hahaha… terpaksa saya keliling dunia maya ditemani mbah Google dalam rangka mendapatkan win XP x64 versi ‘pak tani’. Btw apa sie istimewanya OS jadul ini? Awalnya saya tidak begitu memperhatikan keberadaan OS 64bit ini, tapi salah seorang adek tingkat saya di kampus pernah mencoba dan katanya OS ini sangat-sangat cepat dan bertenaga! Ketika saya berniat meminjam installernya, ternyata installer tersebut sudah tidak berada di tangan adek tingkat, mau tidak mau jika ingin mencobanya ya download sendiri. Tyuz downloadnya dimana? Tenang, setelah tanya mbah google, saya menemukan sebuah situs yang memudahkan untuk mendapatkan software versi ‘pak tani’ aka bajakan lengkap beserta keygen atau cracknya. Aman gak? Aman kok, tapi saya downloadnya di warnet sie, hehehe… Alamat situsnya? Ada deh.. bagi yang pengen tau, kirim aja email ke saya. Dijamin software apapun dan versi berapapun ada!

Hari pertama, saya inspeksi ke situs tempat win XP x64 berada lewat warnet dan saya catat link-nya. Tenyata situs tersebut menggunakan rapidshare, ini masalah kecil yang cukup mengganggu, karena menyangkut lama waktu download dan billing warnet, hehehe… hari pertama tersebut saya fokuskan untuk mencari akun rapidshare premium yang konon katanya banyak bertebaran belantara internet. Saya bekerja sama dengan mbah google, namun hasilnya nihil. Ada sih akun rapid-nya, tapi sudah tidak bisa digunakan (sama aja bo’ong!). saya sudah hampir menyerah untuk mendapatkan x64 ini. karena sudah tengah malam, saya memutuskan untuk berhenti mencari dan pulang, mungkin besok bisa saya lanjutkan.

Hari kedua, saya berangkat ke warnet jam 8 malam untuk kembali berjuang mendapatkan win XP x64. Sampai di warnet, ternyata operatornya sedang kebingungan. Terlihat dari mukanya yang kusut n perlu disetrika, hahaha… kebetulan yang operator yang jaga ini adalah kakak tingkat saya dikampus. Ketika saya masuk warnet, tanpa diberi aba-aba, operatornya lansung teriak-teriak minta bantuan saya karena komputer server warnet terkena virus. Virus ini menyerang file-file video dan menggantikan file asli dengan dirinya dengan ukuran 43kb. Setelah saya oprek, ternyata file-file video tersebut dihapus oleh sang virus! Operatornya panik dan berkata, “Waduh, video bokep gue ilang semua donk?!”. Saya hanya tertawa mendengar perkataanya. Sebelumnya operator telah mencoba membasmi virus dengan Panda AV, AVG, Kaspersky, Norton, McAfee, Ansav dan Avast! Semua update terbaru dan semuanya gak bisa mengenali virus tersebut. Saya segera mencoba menggunakan PCMAV 2.0+CLAMAV hasilnya sama, tidak terdeteksi. Saya berpikir, antivirus apa yang mampu membasmi virus yang tidak dikenal ini? akhirnya saya mencoba menggunakan NOD32 namun saya tidak membawa installernya dan harus download dulu. Sang operatorpun memberitahu cara download di rapidshare dengan akun premium untuk mempercepat download, YES! Akhirnya dengan cara tersebut saya berhasil mendownload NOD32 Smart Security versi 4 dengan cepat berkat trik dari sang operator tadi. NOD32 tersebut saya install dan mencoba menjalankanya untuk membasmi virus misterius itu, hasilnya? Meski update terbaru NOD32 tidak mengenali virus tersebut, namun NOD32 berhasil membersihkan virus tersebut. (saya bukan bermaksud promosi NOD32 lho!). setelah selesai, saya memutuskan pulang. Akhirnya dapet juga cara download di rapidshare, hahaha….

Hari ketiga, saya berangkat ke warnet seperti biasa, jam 8 malam. Sampai diwarnet langganan, ketemu lagi dengan kakak tingkat saya. Setelah saya kasih tau misi saya untuk mendapatkan win XP x64, ternyata dia mau membantu saya. Caranya? Sudah bisa ditebak, komputer client yang saya tempati mendapat jatah bandwith lebih besar dari client lainya, hehehe curang yaw? Saya langsung menuju TKP untuk mendownload win XP x64 yang saya impi-impikan. Win XP x64 versi pak tani yang saya download terkompres dan dimutilasi menjadi 10 bagian, masing-masing berukuran 95mb. Langsung saja saya download part 1, 2 dan 3 sekaligus. Tenyata cukup lama mendownoad file berukuran total 800an mb. Saya memutuskan untuk mampir ke forum yang cukup terkenal dikalangan netter indonesia. Ternyata walupun telah mendapat kompensasi bandwith namun koneksi kurang stabil kecepatanya. Akhirnya saya hanya berhasil mendownload part 1-7, saya memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu malam (pagi kali?).

Hari keempat, saya melanjutkan download win XP x64 setelah pulang kuliah, sekitar jam 3 siang. Operator yang jaga pun kebetulan (lagi!) kakak tingkat saya. Namun kali ini dia tidak dapat membantu kompensasi bandwith lagi, karena jam itu warnetnya padat, takut digebukin pelanggan lain kali ya? Saya pun dengan sabar menunggu download sambil browsing. 1jam 40menit kemudian, download telah selesai dan siap dicopy ke flashdisk! Setelah itu saya langsung pulan, namun saya teringat sesuatu, apa ya? Yapz teh botol berlabel ‘TEBS’ yang saya minum belum saya bayar! Dasar terlalu semangat jadi lupa bayar, untung aja gak digebukin ama yang punya warnet, hehehe… Bagaimana ceritanya pas install? Di posting yang berikutnya akan saya ceritakan… C U!