Welcome GeForce 9400GT!!

Photo-0012

Halo Pembaca!! Setelah sekian lama menggunakan graphic card onboard radeon HD3200, kini beralih ke grafis addon meski pilih yang paling murah Smile with tongue out. Lho kok radeon? kan Tuxlin AMD mania, gak pilih Radeon? Sebenernya saya memang lebih menyukai Radeon, tapi saya pilih geforce karna ‘suatu alasan’ Smile with tongue out. Geforce 9400GT merk Eagle ini harganya cukup murah, 245ribu saja. Sebenernya saya lebih berminat ke 9500GT yang performanya jauh lebih cepat dari 9400GT dengan harga terpaut 50 ribu saja, sayangnya stok pas habis T.T. Sebenernya saya juga ditawari GTS250 cuma 600 ribu!! Sayang saya lagi bokekWilted rose, belum lagi monster lawas GTS250 makan daya yang cukup banyak, harus upgrade PSU jugaSad smile. Alhasil akhirnya saya ambil saja Eagle GeForce 9400GT 512MB DDR2 Smile sesuai kebutuhan dan kantong saya :lol:. Berikut spek nya…

  • G96 Chip, 16 Stream Processor
  • 128 bit memory interface
  • 512 MB DDR2 VRAM
  • 550Mhz Core Clock, 1375Mhz Shader Clock, 330Mhz Memory Clock
  • DirectX 10/SM 4.0

Baca lebih lanjut

Kartu Grafis Ati Radeon Sering Bermasalah?

Jakarta – Jika dibandingkan dengan kartu grafis berbasis GPU Nvidia, produk milik ATI Radeon dikabarkan lebih cepat rusak. Benarkah?
Hal tersebut dilontarkan oleh Digital Alliance sebagai salah satu pembesut kartu grafis Nvidia dan ATI Radeon di Indonesia.
"Klaim RMA memang biasanya ada, dan kebanyakan yang sering itu terjadi pada kartu grafis ATI Radeon pada seri HD 5000," ujar Sudarto, Marketing Communication, PT Megakom Alfa Pratama sebagai pemegang merk Digital Alliance di Indonesia.
Sudarto menambahkan, dari 2.000 unit kartu grafis Nvidia dan ribuan produk ATI Radeon yang ia datangkan dari China setiap bulannya, kebanyakan yang bemasalah adalah produk ATI Radeon.
"Jika dibandingkan dengan Nvidia, jumlah produk yang di RMA lebih banyak dari Radeon," ujar pria yang akrab disapa Acun ini.
Jika ditelusuri lebih lanjut, hal ini bukanlah sebuah kebetulan belaka, Acun menganggap masalah terjadi karena tidak sempurnanya fitur power plan pada jajaran ATI Radeon HD seri 5000.
"Biasanya penyebab masalah ada di power plan, jadi GPU terkadang overheat," tandasnya, Sabtu (7/8/2010).

 

Sumber

Baca lebih lanjut

Intel Akhiri Program Ekslusivitas Chip

intel-headquarters

Jakarta – Intel setuju untuk tak lagi memberlakukan penjualan bundling eksklusif guna menghentikan dominasinya di pangsa pasar chip. Demikian pengumuman yang disampaikan Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat (AS) pekan ini.
Para analis memperkirakan, keputusan ini akan sedikit mengubah pangsa pasar  Intel. Namun analis dari WedBush Securities, Patrick Wang menilai postif langkah ini. "Intel bisa meminimalisir kerugian dan segera menyelesaikannya," kata Wang. 
Bermula dari laporan rival Intel, Advanced Micro Devices (AMD) dan pembuat chip grafis Nvidia, pada Desember 2009 FTC kemudian menyatakan Intel telah secara ilegal memanfaatkan dominasinya dalam persaingan di pangsa pasar chip. Untuk diketahui, Intel hingga saat ini masih menguasai sekitar 80 persen pangsa pasar mikroprosesor dunia.
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (5/8/2010), Intel akhirnya setuju untuk memungkinkan para produsen produk pelengkap seperti chip grafis, memiliki akses ke central processing unit besutannya enam tahun kedepan.
Selama bertahun-tahun, Intel mendapat tentangan keras dari para rivalnya karena dominasinya dalam taktik penjualan dan harga di ranah chip. Ketua FTC Jon Leibowitz menyebutkan, Intel mengatur compiler miliknya sehingga software akan berjalan sangat lambat pada prosesor yang dibuat AMD atau produsen chip lainnya.
Dengan adanya teguran dari FTC, pencipta ‘otak’ komputer ini sekarang dilarang untuk menawarkan kesepakatan eksklusif kepada vendor komputer untuk menggunakan chip mereka. Intel juga diharuskan mengubah kesepakatan hak cipta mereka dengan AMD, Nvidia dan Via.

 

Sumber

Baca lebih lanjut

AMD sudah menyalip pasar Nvidia

• Nvidia harus membayar mahal karena lambat mengeluarkan Fermi

AMD kali ini mengambil pangsa pasar VGA dari Nvidia, karena ATI mampu mengambil penguna VGA.
ATI lebih dahulu mengeluarkan teknologi VGA dengan Direct X 11, sebelum Nvidia siap. Nvidia juga terlambat mengeluarkan VGA baru mereka dari versi Fermi.
Walaupun Nvidia memiliki jago VGAnya dari GTX 480 dan 470.  Sayangnya VGA mereka lumayan berisik dan panas. Belum lagi dari sisi harga, ATI lebih unggul bagi permintaan pasar dengan VGA murah.
Intel memegang 54.3 %, ATI 24.5%, Nvidia 19.8%. Langkah selanjutnya dari ATI adalah mengejar pasar Intel dikelas chipset IGP.

 

sumber

Baca lebih lanjut

Head-To-Head Singkat Atom : N270 vs N280 vs N450

Intel-039-s-Atom-N450-Out-on-January-3rd-1-86GHz-N470-Comes-in-March-2

Halo Pembaca! Pada posting kali ini, saya akan membandingkan performa prosesor kelas netbook, yaitu Intel Atom. Munculnya netbook ini berawal ketika Asus meluncurkan mini notebook/netbook yang yang ditujukan untuk komputasi dasar dan internet device bernama EeePC. Generasi awal produk ini menggunakan prosesor Intel Celeron mobile/A110 dengan kecepatan 600 dan 900Mhz. Penggunaan prosesor ini dirasakan kurang bertenaga untuk komputasi dasar, sehingga intel tergerak untuk menciptakan prosesor untuk segmen mini notebook. Prosesor ini diberi codename Silverthrone (Atom seri Z) dan Diamondville (Atom seri N). Keduanya didesain agar mengkonsumsi daya seminim mungkin dengan kinerja yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada posting kali ini saya hanya membahas prosesor Atom seri N saja, soalnya cuma itu yang sudah pernah saya pegang, hehehehehe… Di kelas yang sama, Atom berhadapan dengan Athlin Neo dari AMD dan Nano dar Via, performa? Jelas Athlon neo memiliki performa tercepat. Namun pada posting kali ini saya hanya membahas Atom saja, karena ya Atom itu saja yang pernah saya pegang.

Baca lebih lanjut

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

[FOTO]Monster RADEON HD 5970!

Setelah merilis Rv870 sekaligus menyabet gelar single GPU tercepat, Kini muncul monster baru Radeon HD 5970! Menurut kabar, HD 5970 ini merupakan versi dual-gpu dari HD 5870 yang telah diluncurkan. Kemunculan GPU monster ini bakal menyabet gelar The Fastest GPU on Earth, setidaknya sampai Nvidia merespon dengan GT300 (Fermi) nya. Berikut gamabr monster berkepala dua dari AMD.

radeon HD 5970radeon HD 5970 01Dibalut warna dominan hitam, terkesan garang.

radeon HD 5970radeon HD 5970 03Bagian belakang radeon HD5970

Radeon_HD5970_05Ketika terpasang di sistem. Radeon HD5970 ini sangat panjang dan besar ternyata, perkiraan panjangnya mencapai 30-35cm

Radeon HD 5800 X2 and Radeon HD 5900 2Tuh betulkan perkiraan saya, panjangnya sekitar 30cm, hehehehe…

Radeon HD 5800 X2 and Radeon HD 5900 4nie screenshot GPU-Z nya.

HD5970 ini memang monster yang besar, panjang dan rakus, diperkirakan konsumsi dayanya mencapai 300W! Maklum saja, card ini di bekali tambahan power 1x6pin dan 1x8pin power. Suhu kerjanya?? Menurut perkiraan saya, card ini cukup panas, lihat saja design reference nya cuma dibekali sebuah kipas model turbin. Harganya?? wah sudah pasti seharga laptop mainstream, $600 maybe? AMD/ATI masih diatas angin soalnya, jadi kemungkinan harganya cukup tinggi. Sementara pesaingnya, Nvidia, akan menjawabnya dengan GT300 a.k.a fermi yang katanya bakal lebih advance untuk urusan GPGPU. Just wait n see….

[BENCHMARK] Revenge Of Radeon HD5870

Halo Pembaca! Persaingan di pasara graphic card berjalan dengan sangat cepat dan ketat, betapa tidak? Pertarungan RV770 (HD4800 series) bersaing dengan generasi geforce GT200 cukup seru, diiringi dengan penurunan harga yang cukup signifikan. Persaingan ini sebenarnya menguntungkan konsumen, betul? Setelah peluncuran Geforce GTX295 membuat nvidia menjadi prousen graphic card tercepat. Tidak berhenti sampai disitu, AMD/ATI menjawabnya dengan RV870, yaitu Radeon HD5870, card pertama yang mendukung DirectX 11. Bagaimana performanya? Simak artikel berikut, saya ambil dari anandtech.com.

radeon hd5870

Awalnya, card ini diluncurkan untuk melibas line up tertinggi Geforce, GTX295. Harga awal card ini sekitas $379 dan hingga artikel ini dibuat, card ini belum masuk pasar indonesia. Selain HD5870, masih ada satu lagi yang menggunakan chip ‘Cypress’, yaitu HD5850 yang ditujukan untuk bersaing dengan GTX285. Tampaknya, AMD sedikit merubah strategi dengan meluncurkan card high end terlebih dahulu, berbeda dengan jaman 4800 series, AMD meluncurkan seri mainstream terlebih dahulu. Menurut roadmap AMD, setelah ‘Cypress ini, akan meluncur Hemlock (multi GPU), disusul ‘Juniper’ dikelas mainstream serta ‘redwood’ dan ‘cedar’ dikelas low end. Berikut screen shotnya…

CypressSRedwood0

AMD telah merilis card HD5870 yang merupakan keluarga dari AMD Evergreen yang menggunakan chip bercodename ‘Cypress’. Card ini diproduksi dengan proses fabrikasi 40nm, sama seperti pendahulunya, HD4770. Penggunaan teknologo 40nm memungkinkan penambahan trensistor sekaligus penurunan suhu dan konsumsi daya. Selain itu, card generasi baru ini mendukung fitur-fitur terbaru, sebut saja Ati Eyefinity, DirectX11 serta peningkatan image quality. Berikut spesifikasi lengkap ‘Cypress’ HD5870.

spesifikasi

Dari tabel diatas, bisa kita tahu bahwa card radeon HD5870 mengalami peningkatan jumlah stream prosesor hingga 2x lipat dari generasi sebelumnya. RV770 hanya dibekali 800 stream prosesor saja, kini penerusnya dibeali hingga 1600 stream prosesor! Sementara pesaingnya tidak menggunakan stream prosesor sebanyak ini, tapi kenapa performanya bisa bersaing? Mengenai hal ini, ada seseorang yang pernah mengatakan di forum, bahwa 5 stream prosesor radeon setara dengan 1 stream prosesor nvidia, betulkah? Saya kurang tahu. Setahu saya, perbedaan jumlah stream prosesor ini dikarenakan perbedaan arsitektur yang digunakan antara radeon dan geforce. Stream prosesor radeon terdiri dari 4SPU+1SFU, sehingga sering dikatakan 1SP geforce=5SP radeon. Back to topic, peningkatan tidak hanya di stream prosesor saja, tapi juga di texture unit (TMU) dan ROPs, masing2 meningkat hingga 2x lipat. Jumlah transistornya pun juga meningkat hingga 2x lipat. Berikut diagram arsitektur dari RV870 a.k.a HD5870.

CypressL

Secara umum, arsitektur yang digunakan masih mirip dengan arsitektur yang digunakan pendahulunya, RV770. Perbedaan yang jelas terlihat adalah jumlah stream prosesor, TMU, ROPs serta transistor, yang mana RV870 ini meningkat 2x lipat dari pada RV770. Jika dibandingkan, cara kerja arsitektur RV770 dan RV870 masih sama, berikut perbandinganya.

rv870sim

Bagaimana dengan konsumsi daya? Menurut klaim AMD, HD5870 ini hanya mengkonsumsi daya sekitar 28W saat idle, saat full load ya sudah pasti cukup besar. Radeon HD5870 ini dilengkapi dengan 2×6 pin power tambahan.

pciepowe

Performa

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu, PERFORMA! Berikut hasil benchmark yang telah dilakukan oleh anandtech.com dengan platfrm test sebagai berikut.

test

crysis warheadDi game crysis warhead ini, terlihat bahwa performa HD5870 mampu melibas seluruh single card peserta review ini, namun masih belum bisa mengungguli GTX295.

battleforgeHD5870 kembali mengungguli semua single card, namun tidak untuk multi GPU seperti HD4870X2 dan GTX295.

batmanMasih sama, belum mengungguli muti GPU.

dawn of warDigame ini, HD5870 memimpin. Di paling bawah, 3870 tampak ngos-ngosan…

farcry2Performanya bersaing ketat dengan GTX295, sementara HD4870 X2 memimpin di game yang cukup tua ini.

hawxHD5870 menunjukan superioritasnya dibanding single card lain, namun kembali kalah oleh multi GPU.

left 4 deadDi game keluaran valve ini, HD5870 memimpin.

world of warcraftHD5870 kembali bersaing ketat dengan multi GPU HD4870 X2 dan GTX295.

resident evil5HD4870 X2 memimpin di game ini, diikuti GTX295 dan HD5870.

KONSUMSI DAYA

idleKonsumsi daya saat idle hanya setara HD3870.

loadKonsumsi daya full load diukur mengggunkan OCCT, terlihat bahwa konsumsi daya HD5870 cukup besar.

load gameKonsumsi daya saat digunakan untuk gaming tidak sebesar saat menjalani test OCCT.

NOISE

Noise atau kebisingan merupakan salah satu poin penting bagi beberapa orang, siapa sih yang mau terganggu suara kipas??

idle noiseTingkat kebisingan HD5870 saat idle setara dengan card-card lain.

load noiseDengan reference design dari AMD, HD5870 ternyata cukup berisik, setara GTX285SLI. semoga segera muncul Vapor-X nya…

Suhu

Suhu merupakan poin penting dalam graphic card. Saat awal kemunculan HD4850, cukup tenang tapi ternyata design single slotnya tidak mampu menahan psnasnya. Bagaimana dengan HD5870 ini??

idle tempSaat idle, suhu yang dihasilkan termasuk normal alias suhu rata-rata graphic card deh.

load tempSuhu yang dihasilkan saat full load, HD5870 ini termasuk normal untuk kalangan graphic card keluaran AMD, geforce terlihat lebih dingin (kecuali 8800GT).

KESIMPULAN

Graphic card terbaru AMD ini ternyata cukup tangguh performanya. Menurut anandtech, HD5870 ini lebih baik daripada GTX295 maupun HD4870 X2 dengan mempertimbangakan harga dan performa. Harga awal HD5870 ini sekitar $379, biasanya harga dipasar indonesia lebih mahal,hehehehehe… Menurut saya, card ini cocok untuk mmnuhi kebutuhan gamer kelas enthusiast yang ingin memainkan aneka macam game terbaru denga resolusi tinggi. Card ini sebenarnya ditujukan untuk melibas GTX295, namun HD5870 hanya bisa mengimbanginya, namun harga HD5870 lebih murah dibanding GTX295. Sedangkan HD5850 nantinya ditujukan untuk menyaingi GTX285. Sampai disini dulu posting kali ini, see u next time!

Benchmark GeForce G210

Akhirnya Nvidia mengeluarkan card yang mendukung API DirectX 10.1. Langkah Nvidia ini termasuk terlambat, kompetitornya sudah mendukung DirectX 10.1 sejak seri 3800. Salah satu card yang mendukung DirectX10.1 ini adalah GeForce G210 yang diproduksi dengan proses manufaktur 40nm. Card ini ditujukan untuk pasar kelas low end dan berhadapan langsung dengan Radeon HD4350. Bagaimana perbandingan performanya?? Berikut spesifikasi G210.

gt218%20nvida%2040%20nm%20-1gt218%20nvida%2040%20nm%20-2

Dilihat dari arsitekturnya sih gak beda dari pendahulunya, GeForce 8400GS. Berikut performa G210.

gt218%20nvida%2040%20nm%20-9gt218%20nvida%2040%20nm%20-10

Secara umum masih menang HD4350, namun munculnya G210 membuktikan bahwa Nvidia serius mengejar ketertinggalanya untuk urusan dukungan DirectX. Sementara itu, persaingan kubu merah n kubu ijo makin panas nie… coz bentar lagi pada launching card2 directX 11.

Duel Monster Gaming : HD4890 vs GTX275

Persaingan pasar graphic card saat ini memang cukup ketat serta peluncuran produk baru lebih cepat dari sebelumnya. Setelah kemarin pertarungan antara HD4850 vs GTS250 (9800GTX) dan duel HD4870 vs GTX260 kini muncul 2 seri high end dari masing-masing kubu yaitu Radeon HD4890 dan GeForce GTX275. Keduanya bukan merupakan produk yang benar-benar baru karena, HD4890 memiliki arsitektur dan jumlah stream prosesor yang sama dengan seri HD4870 hanya saja memiliki clock core dan memori yang lebih tinggi. Sedangkan GTX275 memiliki arsitektur sama dengan GTX280 dengan pemotongan interface memori menjadi 448 bit serta penurunan kecepatan clock. Bagaimana performa kedua card ini? Dari hasil benchmark anandtech, performa keduanya bisa dikatakan seimbang. Harganya? Karena keduanya adalah graphic card kelas top performance, jelas harganya juga menyesuaikan kelas, hehehe… HD4890 di indonesia berkisar antara 2,7-3jutaan tergantung merk, sedangkan GTX275 berkisar antara 2,8-3jutaan saat artikel ini diketik.

ati-radeon-hd-4890

HD4890

HD4890 ini adalah single graphic card tercepat dari AMD/ATI. Card ini masih berbasis arsitektur yang digunakan HD4870. HD4890 memiliki 800 stream prosesor dengan kecepatan core reference 850Mhz dan memory 950Mhz (3800Mhz) GDDR5, lebih cepat dari pendahulunya, HD4870 dengan core 770Mhz/900(3200Mhz). Peningkatan performa dari HD4870 ke HD4890 tidak terlalu besar memang. Seperti HD400-series lainya, card ini mendukung DirectX 10.1, SM 4.1 dan berbagai fitur khas card Radeon. Crad ini memiliki potensi overclock yang cukup bagus, ada overclocker yang mampu memacu core clock nya hingga 1Ghz. Menurut claim AMD, card ini lebih dingin dan lebih hemat daya ketimbang HD4870. Hal ini di demokan dengan menggunakan 2 platform dragon, HD4870 berpasangan dengan Phenom II X4 940 sedangkan HD4890 berpasangan dengan Phenom II X4 955BE. Setelah diukur, kombinasi HD4890+955BE terbukti lebih hemat daya ketika full load maupun saat idle.

geforce_gtx_275

GTX275

GTX275 adalah card yang dijagokan Nvidia untuk bertarung dengan HD4890. Spesifikasi card ini mirip dengan GTX280 dengan penurunan clock serta pemotongan interface memory menjadi 448bit, pemotongan texture unit dan juga ROPs namun jumlah stream prosesornya sama, 240 buah. Seperti seri GT200 lainya, card ini mendukung DirectX10 dan SM4.0. card ini membawa sejumlah fitur khas nvidia antara lain , akselerasi PhysX yang merupakan fitur yang membuat efek partikel lebih nyata dengan hukum fisika. Selain itu, salah satu fitur yang ditonjolkan Nvidia adalah CUDA. Dengan keberadan teknologi ini, beberapa tugas CPU dapat dialihkan ke GPU sehingga proses berjalan lebih cepat. Aplikasi yang telah memanfaatkan CUDA adalah Photoshop cs4, TMPGenc, badaboom video transcoding dan lain-lain. Salah satu keunggulan card Nvidia adalah kompatibilitas graphic card dengan game yang sangat baik.

DirectX 10.1 atau PhysX/CUDA?

DirectX10.1 hanya didukung card-card berbasis AMD/ATI, ini dimulai sejak seri HD3000. DirectX10.1 menawarkan peningkatan kualitas graphic pada game menjadi lebih nyata, kelebihan ini hanya dialami jika game juga mendukung API DirectX10.1. Contoh game yang mendukung DirectX10.1 adalah assasin creed, yang konon pengembangnya sempat bersitegang dengan Nvidia terkait dukungan terhadap DirectX10.1. Jelas, card-card Nvidia GeForce belum ada satu pun yang mendukung DirectX10.1 ini. Nvidia pun berencana tidak mendukung DirectX10.1 dan langsung mendukung DirectX11 yang akan muncul bersama windows 7. Bagaimana dengan PhysX dan CUDA? Kedua fitur andalan Nvidia ini didukung hampir semua lini card Geforce seri 8, 9 dan GT200. PhysX ini merupakan kalkulasi fisika untuk menghadirkan efek partikel yang lebih nyata dalam game. Hal ini dapat dinikmati bila game yang bersangkutan juga mendukung PhysX. Salah satu contoh game yang mendukung PhysX adalah Cryostasis. Secara umum, kedua fitur ini bisa dikatakan itur ‘Bonus’ karena tidak semua game mendukungnya. Game saat ini mayoritas hanya mendukung DirectX 9/10 dengan pysic yang digunakan adalah Havoc. Sementara CUDA bermanfaat untuk aplikasai berat semacam encoding, lagi-lagi hal ini dapat dinikmati jika software mendukung CUDA. CUDA ini lebih cocok digunakan untuk folding@home. Kesimpulan saya, kdua fitur ini (DirectX10.1, PhysX dan CUDA) belumlah menjadi sebuah fitur ‘killer’.

Performa

Ini dia performa benchmark real gaming HD4890 dan GTX275 yang dilakukan ole anandtech. Hasil benchmark ini dapat menjadi referensi gambaran performa gaming kedua card ‘monster’ ini.

vs275-ageofconan (1)Performa di game ini bisa dikatakan bersaing sangat ketat, hanya selisih 1-5fps saja…

vs275-callofduty

Diresolusi rendah, GTX275 Unggul, namun menipis di resolusi tinggi…

vs275-crysis

Di game Crysis Warhead, keduanya terlihat sama-sama perkasa….

vs275-fallout3HD4890 memimpin di game ini…

vs275-farcry2Masih bisa dikatakan sama-sama kuat…  tapi saya menggunakan HD3200 kok cuma belasan fps ya? diresolusi rendah pula…. seh…hahahaha…..

vs275-gridHD4890 kembali menunjukan keperkasaanya di game ini, selisih framerate yang cukup lumayan…

vs275-l4dGTX275 sedikit lebih unggul di resolusi tinggi….

Secara umum, performa kedua card ini bersaing ketat, hal ini terlihat dari selisih framerate yang tidak begitu besar di resolusi tinggi. Sementara dilihat dari sisi harga juga bersaing ketat, anda pilih yang mana? Saya sendiri (subyektif) lebih memilih HD4890, mengapa? Karena saya suka kualitas gambar yang ditampilkan card-card berbasis radeon. Namun secara umum kedua card ini cukup bersaing dan memiliki kelebihan sendiri-sendiri.