
Membangun PC untuk gaming, mahal? Tidak juga, kecuali anda adalah seorang yang antusias. Pada artikel ini saya akan memberikan saran pemilihan hardware yang digunakan untuk gaming. Selain performa, saya sangat mempertimbangkan sisi upgradeability-nya mengapa? Tentu saja agar masa pakai PC game yang telah dibangun dapat bertahan lama. Spesifikasi PC yang dibangun pada artikel ini cukup mumpuni untuk memainkan game-game terbaru dan yang akan datang pada setting high di resolusi monitor hingga 1280×1024. Kok cuma 1280×1024? Ya karena PC game yang akan dibangun untuk kelas mainstream namun dengan harga yang bisa dikatakan murah untuk PC Game. Bisa main GTA IV gak? Bisa saja, Cuma pasti ngelag banget, hehehe… GTA IV mensyaratkan prosesor quadcore untuk dapat bermain dengan lancar, sedangkan pada pembahasan artikel ini hanya menggunakan prosesor dual-core karena lebih ditujukan untuk PC game murah. Pada pembahasan artikel ini, saya membagi 2 platform, Intel dan AMD.

Prosesor
Prosesor adalah komponen yang cukup penting dalam sistem gaming. Saya memilih AMD Athlon X2 7750BE. Prosesor ini memiliki kinerja yang cukup baik karena arsitekturnya berbasis K10 (Phenom). Seorang member forum komputer pernah melakukan review prosesor ini dan menggunakan Core2 Duo E8400 sebagai pembandingnya dan keduanya ter overclock, hasilnya? Untuk gaming hanya terpaut sedikit. Namun bagi anda yang tidak suka dengan overclock, kinerja standar 7750BE ini sudah cukup baik. Mayoritas pengguna prosesor 7750BE ini mengatakan puas dengan kinerjanya. Hanya saja TDP prosesor ini mencapai 95W, cukup tinggi untuk kelas dual-core 65nm. Secara keseluruhan prosesor seharga 800-an ribu ini memiliki kinerja memuaskan, sesuai dengan harganya. Platform Intel, saya memilih Pentium Dual-Core E5200. Prosesor ini menggunakan arsitektur Core 45nm dengan kinerja yang cukup baik. Salah satu kelebihan prosesor ini adalah potensi overclock yang cukup tinggi. Beberapa prosesor mampu mencapai 4Ghz bahkan lebih menggunakan pendingin standar. Secara umum, kinerja standar prosesor ini masih sedikit dibawah 7750BE, begitu juga dengan kinerja gamingnya. Harga prosesor ini juga lebih murah, sekitar 750-an ribu dan TDP lebih rendah dibanding 7750BE.

Motherboard
Motherboard adalah komponen yang tidak kalah penting, selain sebagai kunci kestabilan, motherboard juga kunci upgradeability dan dukungan fitur tertentu. Saya memilih Biostar TA790GX-XE bersoket AM2+ yang dibandrol sekitar 1,3jt. Mengapa? Motherboard ini telah menggunakan chipset terbaru, AMD 790GX dilengkapi graphic onboard yang mumpuni, Radeon HD3300 serta fitur CrossFireX untuk multi GPU. Anda dapat memasangkan 2 graphic card Radeon (yang sebaiknya) identik untuk konfigurasi crossfireX dan meningkatkan performa gaming. Selain itu, motherboard ini telah dilengkapi fullsolid capacitor untuk meningkatkan kestabilan dan durabilitas sistem serta memiliki potensi overclock yang baik. Salah satu keuntungan platform AMD adalah upgradeabilitynya. Penggunaan chipset 790GX soket AM2+, anda dapat memasangkan Phenom II soket AM2+ maupun AM3. jadi bisa dikatakan umur pakai platform ini masih sangat panjang, untuk solusi yang lebih murah, anda dapat memilih motherboard berchipset 780G. Platform Intel, saya memilih Biostar Tforce TP45 HP yang telah dilengkapi heatpipe dengan harga sekitar 1,35jt. Motherboard ini mendukung fitur multi GPU crossfire. Dukungan FSB pada chipset P45 hingga 1333Mhz, sehingga dukungan terhadap berbagai tipe prosesor intel mampu diakomodasi dengan baik. Chipset P45 pada motherboard mendukung overclocking yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Kinerja chipset P45 ini juga sangat baik, cocok untuk PC gaming yang akan dibangun.

Memory
Untuk kebutuhan memory, saya memilih Corsair Twin2X2048-6400C4DHX, selain harga yang murah, kinerjanya juga sangat baik dengan CL4 serta potensi overclock yang cukup baik. 2 keping memory ini akan berjalan di mode dual-channel untuk memaksimalkan bandwith yang tersedia. Memory dari Corsair ini memiliki harga kisaran 500rb dan telah dilengkapi heatspreader. Bagi yang kurang puas, dapat memilih yang model PC1066, namun anggaran juga bertambah. mengapa hanya 2GB? PC yang kita bangun adalah kelas mainstream jadi 2GB saya rasa sudah cukup untuk kebutuhan saat ini. Kedepanya, pengguna bisa menambahakan hingga 4GB bahkan lebih.

Graphic Card
Ini dia komponen paling vital dalam membangun sebuah PC gaming yang handal. Saya memilih Radeon HD4670, mengapa? Meski performanya masih debawah 9600GT, namun dari 2 motherboard yang digunakan dalam artikel ini telah mendukung crossfire, sehingga pengguna nantinya tinggal membeli sebuah card radeon lagi untuk configurasi crossfire. Performa HD4670 tidaklah mengecewakan, dilihat dari benchmark, ia mampu bersaing dengan 9600GSO bahkan 9600GT dibeberapa game harganya sekitar 1,1jutaan. HD4670 diperkuat dengan 320 stream prosesor, 32TMU, 8ROP dengan interface memory 128bit. 128bit?! Ya, meski hanya 128bit, jangan meremehkan kinerjanya. Dari hasil test anandtech, card ini mampu meladeni game-game terbaru dengan sangat baik di resolusi 1024×768 dan 1280×800, untuk resolusi diatas itu, mungkin agak kewalahan dibeberapa game. Bagi yang lebih menyukai GeForce, dapat memilih 9600GSO dengan spesifikasi 96 Stream prosesor, 192bit interface. Bagi yang memiliki dana lebih, dapat memilih HD4830 atau 9600GT, untuk ini saya jelas lebih condong ke HD4830 karena performa lebih tinggi dan harga yang kompetitif. Pilihan lain adalah menunggu card RV740 atau Radeon HD4750/HD4770 yang konon mampu mengalahkan HD4830 dan akan dibandrol dengan harga dibawah HD4830. back to topic, rekomendasi utama saya adalah HD4670 untuk bujet terbatas.
Harddisk
Untuk media penyimpanan, saya memilih WDC 320Gb SATA-II 16Mb. Kapasitas tersebut menurut saya cukup untuk PC Game yang akan kita bangun. Rata-rata satu judul game menghabiskan 5-10GB, sehingga nantinya mampu menampung cukup banyak game. Selain itu, kinerja hardisk dari Western Digital ini juga tidak mengecewakan serta suhu kerja yang cukup dingin.harga yang ditawarkan Hardisk ini memiliki kecepatan rotasi 7200rpm dengan cache 16Mb serta menggunakan interface SATA II. Harga yang ditawarkan tidaklah terlalu mahal, berkisar 550rb. Alternatif lain yang menurut saya cukup baik adalah Seagatte Barracuda 320GB dengan cache 16Mb. Harddisk dari Seagatte ini memiliki kinerja yang lebih gegas namun suhu kerja agak panas. Harga harddisk dari Seagatte ini pun tidak jauh dari WDC.

PSU
PSU aka Power Supply Unit adalah komponen yang sering disepelekan oleh PC builder. Namun sebenarnya komponen ini cukup vital fungsinya, seperti yang saya jelaskan pada posting-posting sebelumnya mengenai komponen ini. Untuk memenuhi kebutuhan daya PC game yang akan dibangun, saya memilih FSP SAGA 400W, meski hanya rating 400W, PSU dari FSP aka Fortron ini memiliki kinerja yang cukup baik. PSU ini mampu memberikan daya yang stabil dan cukup kuat untuk periferal mainstream masa kini. Keluaran daya pada rail 12V-nya mencapai 29A. harga yang ditawarkan cukup bersahabat, berkisar 550rb. Alternatif lain mungkin bisa memilih Acbel 420W dan beberapa lainya. Jika mempunyai anggaral lebih untuk power supply, dapat memilih PSU dengan rating power yang lebih tinggi, sehingga jika nanti menggunakan multi GPU/crossfire tidak perlu lagi mengganti power supply.

Casing
Casing adalah komponen yang cukup penting untuk urusan sirkulasi udara dalam CPU. Untuk casing saya memilih Power Logic Modena 1200X dengan penawaran harga yang ekonomis (350rb). Selain itu, sirkulasi udara sudah cukup baik untuk PC Game yang akan dibangun, karena komponen yang dipilih untuk PC Game ini relatif tidak mengeluarkan banyak panas.
Untuk komponen pendukung lainya (Optical drive, keyboard, mouse, game pad, joystik) dapat memilih sesuai kebutuhan. PC game ini menghabiskan dana total kurang dari 6 juta, berikut rincian spesifikasinya.
AMD
AMD Athlon X2 7750BE
Biostar TA790GX-XE
Corsair Twin2X2048-6400C4DHX
HIS HD 4670 ICEQ Turbo 512Mb DDR3/POV 9600GT 512Mb 256Bit DDR3 EXO
FSP SAGA 400W
LG 22x DVD-RW
WDC 320Gb SATA-II 16Mb
Power Logic Modena 1200X
Rp 5650000
INTEL
Pentium Dual-Core E5200
Biostar Tforce TP45 HP
Corsair Twin2X2048-6400C4DHX
HIS HD 4670 ICEQ Turbo 512Mb DDR3/POV 9600GT 512Mb 256Bit DDR3 EXO
FSP SAGA 400W
LG 22x DVD-RW
WDC 320Gb SATA-II 16Mb
Power Logic Modena 1200X
Rp 5850000
Dengan spesifikasi seperti yang tersebut diatas, anda tak perlu ragu lagi untuk memainkan game-game terbaru dengan setting high di resolusi 1280×1024 dengan framerate yang cukup tinggi, sehingga cukup nyaman. Untuk resolusi diatas 1280×1024 masih dapat ditangani dengan baik meski beberapa game berat harus di seting medium. Selain itu, platform AMD pada spesifikasi diatas memiliki potensi upgrade yang cukup panjang sedangkan platform Intel hanya mentok di core2quad/extreme saja. Demikian saran saya dalam merakit sebuah komputer game yang handal. Saya sendiri pun cukup berminat dengan platform diatas (ngiler mode on) dan mengupgrade prosesor Phenom II 940 dengan memory 4Gb (Ngayal mode on), hahahaha… semoga bermanfaat.