Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

Clockspeed Default+Down Volt
Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.
Overclock+Down Volt
Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

PERFORMA
Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!