SiemensQ, Riwayatmu Kini…

siemens_logo

Halo Pembaca! Sebagai pengguna handphone aka HP atau istilah bule nya ‘mobile phone’ tentu tiap pengguna memiliki merk favorit. Saya pun demikian, saya penggemar hp dengan merk Siemens. Sekarang sih dah gak ada lagi merk Siemens untuk mobile phone, hikz… kenapa yah bisa bangkrut tuh Siemens? Yah, divisi mobile phone Siemens dijual dan dibeli Benq dan muncul brand baru Benq-Siemens. Apa kata para penggemar siemens? Kok hape nya gak kayak siemens dulu yah? Begitulah. Saya sendiri juga sempat mencoba hape benq-siemens S88 milik teman saya, memang sih speaker n kameranya lebih bagus dari siemans kebanyakan, tapi gak sreg aja makenya, lagian OS-nya juga bukan buatan siemens lagi. Brand benq-siemens pun tidak bertahan lama dan akhirnya tenggelam, kini tinggal brand benq saja, gak pake embel-embel siemens.

Kenapa sieh suka siemens? Wah banyak alasan saya suka siemens. Hape pertama bapak saya Siemens A55 (kok gak nyambung?), hape pertama saya juga siemens, tipe nya C55. Harga siemens C55 dulu pasa saya beli masih sekitar 630 ribu, black market, hehehehe…  Saya beli C55 ini sekitar akhir tahun 2004. Setelah pake Siemens C55 selama beberapa bulan, hm… ternyata saya jatuh cinta pada siemens (Ceile…), yang bikin saya seneng, C55 itu dulu harganya Cuma 630 ribu dah polyphonic, bisa rekam suara, bisa internetan via wap, bisa java n downloadable ringtone n java game. Kalo dibandingin sainganya, dulu nokia 2300 harga baru sekitar  900rb cuma bisa radio doang. Setelah C55, saya pake A65 hibah dari bapak, coz bapak dah ganti ke C65. Nah pake A65 ini agak jengkel, mengapa? Lha Hp nya suka mati sendiri. Susah deh kalo ada orang sms or telf saya gak bisa gara-gara hp suka pingsan tanpa ijin. Setelah agak lama pake A65, akhirnya ada esempatan buat ganti hp, pengenya sih dapet siemens seri 65 yang udah kamera, tapi apa daya bujet tidak mencukupi, akhirnya pake Siemens M55 Scorpion. Ini nih yang paling saya demen ya lampu led disamping bodinya itu, kelap-kelip gitu,hehehe. Seri M55 ini cukup nyaman digunakan, gak banyak mogok kayak A65 n responnya lumayan cepet. Walo M55 ini gak ada fitur-fitur istimewa or fitur canggih di jamanya, M55 ini jadi hap kesayangan saya. Pada suatau hari (halah!) bencana datang. Hari itu adalah hari tenang sebelum ujian nasional SMA, M55 kesayangan saya hilang dicuri orang! Wah dodol tu orang, hape kayak gitu masih nekat dicuri, hikz… yang payah lagi, itu hap ilangnya dirumah, jadi ada pencuri hape masuk rumah gitu deh. Gara-gara HP ilang, konsentrasi ujian terganggu, untung deh masih lulus juga. 3 bulan sudah saya mengandung tidak menggunakan alat bernama handphone sejak tragedi M55, karena dompet kosong gak bisa buat beli pengganti siemens M55,hehehehe… Namun akhirnya rejeki perlahan-lahan datang, dan terkumpulah uang unruk beli hape, dapet deh C75. Dasar keluarga siemens, pas saya pake C75, bapak saya juga pake C75 dan kakak saya pake ME75.

Saat pake C75 ini lah saya menguatk-atik jeroan siemens, makin seneng deh sama siemens. Siemens C75 yang saya pake berwarna hitam dengan sedikit retak goresan di casing nya. Menurut saya sih, fitur-fitur yang ditawarkan siemens biasa-biasa saja, bahakan hasil potret kameranya termasuk payah. Walau demikin, hati ini (halah!) tetap memilih siemens. (Bersambung..)

Tigris dan Congo, Platform Baru Notebook dari AMD

094425p

Akhirnya AMD merilis juga platform notebook mainstream yang dirancang untuk meningkatkan kinerja aplikasi multimedia dan gaming 3D. Tigris – yang sudah diadopsi oleh 8 OEM (original equipment manufacturer) – mendukung full 1980p HD playback dan menawarkan penambahan usia batere sampai 25% (sekitar 55 menit) dibandingkan platform mobile AMD sebelumnya.

Selain itu, Tigris memungkinkan unduhan nirkabel berlangsung 62% lebih cepat, serta memfasilitasi kenaikan kecepatan sebesar 43% untuk konversi file iPhone.

“Platform notebook mainstream mengantarkan kinerja yang cepat, responsif pada Windows 7, bahkan ketika sedang menikmati detail mengagumkan dari audio dan video HD pada layar 17”, kata jubir AMD Bob Grim.
“Walaupun dirancang untuk mobilitas, platform ini menyajikan pengalaman PC yang penuh, dan berbeda dengan netbook, tidak mengorbankan opsi-opsi yang penting untuk gaming 3D dan aplikasi multimedia. Contoh, platform ini mendukung grafis DX10.1, bersama core ‘Stars’ 45nm yang menawarkan peningkatan kinerja media digital. Juga dapat memberikan kinerja yang 42% lebih baik ketika menggunakan aplikasi media digital.”

Grim menambahkan, para engineer AMD telah mengembangkan sejumlah inovasi rendah daya untuk platform mainstream, termasuk dukungan PSI, kompresi frame buffer, dan reduksi dynamic backlight.

“Platform notebook mainstream memungkinkan batere lebih awet 25% dibandingkan platform mobile AMD sebelumnya. Kami mencapainya dengan meng-upgrade CPU dan chipset terintegrasi sehingga ada UVD power states, frekuensi IGP dan voltage scaling baru, maupun reduksi dynamic pixel dan display clock.”

Perlu dicatat bahwa AMD juga mengungkap platform notebook ultratipis generasi kedua yang diberi nama kode Congo. Platform tipis ini menawarkan kinerja multi-core, grafis ATI Radeon HD3200, dual channel memory controller, prosesor low-profile BGA package dan 800MHz hyper-transport link.(kompas.com)

Yah smoga lebih baek deh… secara platform puma kemarin secara performa masih dibelakang kubu biru…. AMD agak payah di segmen notebook… smoga bisa bersaing kayak di desktop skarang…

Perbedaan Notebook dan Netbook

Netbook (belakang), Notebook (depan)

Sebagian besar orang tau apa itu notebook atau Tukul bilang laptop. Lha kalau netbook? Yapz… netbook adalah istilah yang masih terbilang baru. Akhir-akhir ini netbook sedang naik daun. Awalnya, netbook pertama muncul adalah asus eee PC, kini telah tersedia berbagi merk dan pilihan operating sistem. Pada dasarnya netbook hampir sama dengan notebook, hanya saja netbook lebih portable dan untuk keperluan komputasi yang ringan. Lah terus bedanya sama notebook?? Simak posting berikut…

Dimensi dan ukuran layar

Ada perbedaan yang cukup mencolok antara netbook dan notebook. Ukuran layar netbook lebih kecil dan berkisar di angka 7”-10,2” sedangkan notebook mulai 12” keatas. Selain itu, netbook berukuran lebih kecil dan lebih ringkas untuk dibawa-bawa dibanding notebook. Berat netbook juga jelas lebih ringan di banding notebook umumnya. Memang netbook lebih portable dibanding notebook.

Spesifikasi hardware

Spesifikasi hardware antara netbook dengan notebook berbeda. Biasanya, netbook menggunakan prosesor Intel Atom, VIA C7 yang hemat energi, AMD pun tidak mau kalah dan akan meluncurkan prosesor Athlon Neo, AMD C50, E350 (Brazos) untuk pasar netbook. Netbook biasanya dibekali Ram 512mb-1gb untuk mendukung performanya. Netbook biasanya sudah dibekali peralatan untuk berinternet dengan nyaman dengan menyertakan wi-fi dan bloetooth bahkan akhir-akhir ini ada produsen yang menyertakan modem 3G dan 3,5G (HSDPA), tak lupa webcam pun hadir di sebagian besar netbook yang beredar. Beberapa produsen menyediakan opsi SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpananya kerena lebih hemat energi jika dibandinkan dengan hardisk. Sementara notebook biasanya mnggunakan prosesor yang lebih kuat seperti, Pentium Dual-core, Core2 Duo, Core i3, Core i5, Turion X2 dengan ram yang sama atau lebih besar dari netbook. Notebook juga dapat menggunakan discrete graphic dari Ati Radeon atau Nvidia GeForce, Netbook ada yang menggunakan grafis dari Nvidia GeForce (platform ION) dan Radeon (Platform AMD Athlon Neo dan AMD Brazos).

Daya tahan baterai

Notebook pada umumnya hanya mampu ‘hidup’ dengan baterai selama 1-3jam saja. Sedangkan netbook mampu bertahan lama antara 3-5jam. Ini dikarenakan hardware yang digunakan netbook lebih hemat energi dibanding notebook.

Fungsi dan target pengguna

Dilihat dari spesifikasi hardware yang digunakan, jelas performa notebook jauh lebih cepat dibanding netbook. Notebook ditujukan bagi orang yang membutuhkan komputer yang cukup bertenaga untuk bekerja dan dapat dibawa kemana-mana. Performa notebook sekarang (terutama platform centrino2) sudah mendekati bahkan menyamai komputer desktop kelas mainstream. Performa ini sangat berguna bagi orang yang membutuhkan komputer pekerjaan editing multimedia atau hal-hal yang lebih dari sekedar mengetik. Sedangkan netbook ditujukan bagi orang yang menginginkan mobilitas dalam menggunakan komputer untuk sekedar pekerjaan office dan internet. Performa netbook pun pas-pasan. Saya kini menggunakan Netbook Acer AO 531h dengan spesifikasi Intel Atom N280, GMA 950, 2 GB DDR2 dan 160GB HDD, performanya paspasan, namun cukup untuk komputasi dasar seperti office dan internetan.

Harga

Ini adalah poin paling penting bagi sebagian orang. Dikala krisis global, orang akan lebih sensitif terhadap harga dibandingkan fitur yang ditawarkan. Kini harga Notebook di kisaran 3,5juta keatas. Sedangkan netbook baru harganya mulai dari 2 jutaan. Udah tau bedanya kan? Jangan sampai deh salah pilih. Sebelum membeli notebook atau netbook, tentukan dulu kebutuhan komputasinya, apakah hanya untuk office, mutimedia atau yang lain. Jika anda membutuhkan untuk keperluan office dan internetan, jelas netbook adalah pilihan yang lebih hemat dan lebih portable. Anda menginginkan performa lebih, pilih notebook untuk menghandle keperluan komputasi sedang. Anda ingin performa yang lebih dahsyat? Pakai desktop! Desktop juga bisa kok dibawa kemana-mana asal kuat aja bawanya, hehehehe…..