Linux Mint 12 Lisa

desktop

Halo Pembaca! Meski sedikit terlambat, gak masalah yang penting posting, hahahaha :mrgreen:. Sebenernya udah agak lama saya download dan install Linux Mint 12 “Lisa”, namun baru sekarang saya memiliki kesempatan untuk mencoba dan mereview distro yang kini menduduki ranking 1 distrowatch, mengalahkan induknya, Ubuntu Smile. Linux Mint 12 “Lisa” ini datang membawa desktop Gnome 3 dan MGSE (Mint Gnome Shell Extension). Linux Mint “12” Lisa dapat di download disini.

System Requirement

  • x86 Prosesor
  • 512 MB Memory (Direkomendasi 1GB)
  • 5 GB free space harddisk
  • VGA card dengan resolusi min 800×600
  • CD/DVD atau USB untuk instalasi

Baca lebih lanjut

Linux Mint 11 ‘Katya’

lmint

Halo Pembaca! Sebenarnya Linux Mint Katya udah agak lama rilisnya, saya juga udah lama juga download distro turunan ubuntu ini, hehehehehe jadi agak telat nih postingnya. Linux Mint 11 ini menggunakan kode nama ‘Katya’, emang distro satu ini selalu menggunakan nama cewek sebagai codename-nya. Oke langsung saja kita lihat lebih dekat Linux Mint 11 ini Open-mouthed smile.

Tangkapan layar penuh 15062011 182358

Tampilan Desktop

Baca lebih lanjut

Linux Mint 10 ‘Julia’, Distro Siap Pakai!

Screenshot Desktop linux Mint 10 yang menawan

Halo pembaca! Setelah kemarin saya membahas distro Ubuntu, kini saya membahas salah satu turunan ubuntu, Linux Mint 10 yang berbasis ubuntu 10.10 (Maverick Meertkat). Setelah mendapat info dirilisnya Linux Mint, langsung saja saya ke warnet untuk mendownload linux mint 10 di repo UGM. Kebetulan bandwith warnet lagi kenceng-kencengnya, average transfer rate sampe 245kb/s menggunakan IDM. Kurang dari 1 jam, iso Linux Mint 10 ‘Julia’ berukuran 874mb selesai di download, langsung deh sampai rumah dicoba :). Oiya, saya download Linux Mint 10 Gnome DVD versi AMD64 aka x86_64 aka 64bit, karena saya penasaran performa linux di 64bit.

Tampang GUI

start menu Menu di Linux Mint 10

Keren dan elegan tampang linux mint 10 ini :). Theme yang digunakan defult adalah Mint-X-Metal, warna theme ini mirip dengan theme oxygen milik KDE4. Icon-icon di linux mint 10 ini didominasi oleh warna hijau, sama dengan linux mint versi sebelumnya. Di Linux Mint, saya tidak menemui 2 panel atas-bawah khas gnome, yang ada adalah taskbar ala windows yang cukup simple. Wallpaper defult yang disediakan juga bernuansa hijau ala linux mint. secara umum tampilanya cukup menarik :).

savcuhsatampilan file manager di linux mint 10

Paket Software

Linux Mint adalah distro yang ‘Out of the Box’ seperti mandriva dan PCLinuxOS. Distro Linux Mint 10 ini secara default telah membawa banyak paket software termasuk codec-codec multimedia sehingga langsung dapat memainkan beragam file multimedia. Paket software yang dibawa Linux Mint ini cukup lengkap untuk kebutuhan sehari hari, sebut saja openoffice, mozilla firefox, pidgin, mozilla thunderbird, gnome mplayer, Gimp. Linux Mint 10 ini juga menyertakan software system analysis sejenis software everest di windows, software tersebut adalah HardInfo, berikut screenshotnya

hardinfoMeski tak sehebat Everest, software ini cukup powerfull dan dilengkapi juga dengan system benchmark.

Kompatibilitas

Seperti basisnya, Ubuntu, Linux Mint juga memiliki kompatibilitas hardware yang cukup baik. Semua hardware yang saya miliki, video card(Radeon HD3200), printer(Epson T11), bluetooth(Generic), wifi(Atheros) terdeteksi dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, 3D Compiz Fusion juga dapat langsung dijalankan. Sebelumnya saya pernah mencoba Linux Mint 9 Isadora, dan printer Epson T11 saya terdeteksi namun tidak dapan mencetak, harus downgrade CUPS dulu dari versi 5.2.6 ke versi 5.2.5 :). Memang di poin ini, saya hanya menguji terbatas pada hardware yang saya miliki, setidaknya dapat digunakan sebagai referensi :).

Screenshot-1 3D cube yang menawan

Performa

Performa Linux Mint 10 Julia ini ngebut! Instalasi sangat cepat, kurang dari 25menit distro ini sudah terinstal di komputer saya dengan spesifikasi AMD Athlon X2 4400+ @2,7Ghz, 2GB DDR2-800 CL4, TA780G mobo, 160 GB HDD. Booting dan shutdown juga sangat cepat, bahkan, shutdown memakan waktu kurang dari 10 detik. Buka tutup aplikasi sangat smooth. Jika dibandingkan Ubuntu 10.10 kemarin, Linux Mint ini lebih cepat. Kenapa? Mungkin karena versi arsitektur yang saya pakai adalah arsitektur AMD64 aka x86_64 atau 64bit. Memang secara teori, 64bit lebih cepat dari 32bit. Jika anda tertarik mencoba versi 64bit, pastikan prosesor anda mendukung AMD64 atau EM64T.

sistem

Kesimpulan

Distro Linux Mint 10 ini memiliki tampang keren dan paket software nyang cukup lengkap. Konsep distro ini mirip dengan PCLinuxOS, ‘Out of the Box’. Distro Linux Mint ini sangat cocok untuk pemula linux maupun pengguna windows yang baru pertama kali migrasi ke linux, karena selain distro ini mudah digunakan, distro ini juga telah dilengkapi aneka codec multimedia sehingga dapat langsung memainkan file multimedia. Biasanya, pengguna yang baru migrasi di windows mati kutu saat distro yang dicoba tidak dapat memainkan file multimedia. Sampai disini dulu pembahasan kali ini, semoga bermanfaat :).

Linux Mint 7 (Gloria)

snapshot1

Halo pembaca! Belakangan ini saya jarang posting karena kesibukan kuliah, sekarang malah UAS… Gubrak! Walau lagi UAS (udah slese dink!), saya masih sempat bikin artikel ini. Artikel ini membahas sebuah distro turunan ubuntu yang cukup terkenal, Linux Mint. Linux Mint 7 ini memiliki codename ‘Gloria’ yang berbasis ubuntu 9.04 jaunty jackalope. Oke, langsung saja kita lihat lebih dekat si cantik ‘Gloria’.

GUI

Mint yang saya gunakan secara default menggunakan desktop environment GNOME yang sederhana. Mint juga tersedia dengan default desktop lain seperti KDE4, XFCE dan Fluxbox. Meski mint yang saya gunakan memakai Gnome yang sederhana, namun bukan berarti tampilanya membosankan, tampilan linux mint ini cantik dengan dominan warna hijau. Tampilan gnome yang diusung tidak seperti kebanyakan distro yang menggunakan gnome, mint sedikit berbeda. Biasanya desktop gnome menampilkan menu-menunya di bagian atas desktop dan dibagi 3 kategori (Application, Places, System) sedangan linux mint mendesain menunya mirip sebuah tombol start di windows atau mirip KDE. Menurut saya, perbedaan tampilan ini merupakan nilai tambah, karena hal tersebut menjadi khas linux mint. Daefault wallpaper linux mint berupa logo linux mint dengan bacground dominan hijau dengan gradasi serta efek percikan air membuat tempilan terasa segar dan menyejukan… hehehe… Berikut screenshot desktop linux mint….

desktop

Secara default, linux mint telah menyertakan compiz-config setting manager untuk mempermudah user dalam memilih efek compiz-3D yang akan digunakan. Hal ini menyenangkan menurut saya, karena pada distro ubuntu, secara default tidak menyertakan compiz-config setting manager sehingga membuat saya agak kesulitan mengganti efek compiz. Tampilan compiz-config setting manager di linux mint ini cukup sederhana namun tetap komunikatif. Menurut saya, pemula pun akan mudah memahami pengaturan compiz-nya. Berikut tampilan compiz-config setting manager milik linux mint…

compizconfig

Software & Dukungan Driver

Secara umum, linux mint sama dengan ubuntu, menggunakan kernel linux 2.6.28-11 serta dukungan filesistem baru, EXT4. Linux mint menyertakan software masa kini, antara lain Gnome 2.26, Firefox 3.0.10, Pidgin 2.5.5, OpenOffice.org 3.0.1, GIMP 2.6.6, Rhythmbox 0.12.0 dan banyal lagi. Selain itu, linux mint juga menyertakan software buatan mint sendiri, antara lain MintMenu, MintUpdate, MintUpload serta tampilan yang lebih menarik. Software multimedia yang dibawa linux mint juga cukup lengkap beserta codec multimedianya. Jadi anda tidak perlu repot-repot menginstall codec multimedia, karena linux mint ini telah depat memainkan sebagian besar file multimedia yang ada. Disertakanya file multimedia ini merupakan nilai tambah untuk memudahkan pemula dalam menggunakan linux meski tidak sejalan dengan filosofi ‘free software & open source’, karena beberapa codec yang disertakan ada yang bersifat non-opensource dan berlisensi. Dukungan driver juga cukup baik. Saya menggunakan Ati Radeon HD3200 dapat langsung menjalankan compiz-fusion 3D tanpa harus intalasi driver catalyst. Software yang dibawa oleh installer linux mint saya rasa cukup untuk memenuhi penggunaan sehari-hari dengan nyaman, hanya saja saya mengharapkan penyertaan Inkscape, kerena menurut saya, software ini cukup powerfull dan banyak yang membutuhkan sebagai pengganti coreldraw. Oya, linux mint dapat menggunakan repository ubuntu 9.04 untuk menambah software yang dibutuhkan.

ooogimp

Kemudahan Penggunaan

Linux mint cukup mudah penggunaanya, cocok untuk orang yang baru pertama kali mengoperasikan komputer berbasis linux. Linux Mint juga menyediakan semacam control panel untuk memudahkan pengguna melakukan tweak pada sistem operasi. Menu-menu yang sederhana dan mudah dikonfigurasi merupakan salah satu kelebihan desktop gnome. Tampilan gnome yang diadopsi linux mint tidak seperti distro kebanyakan, linux mint membuatnya mirip tombol start milik windows, sehingga pengguna yang baru bermigrasi ke linux tidak mengalamai kesulitan.

Kesimpulan

Bisa dibilang linux mint adalah distro yang ‘out of the box’ memiliki tampilan menarik serta kemudahan penggunaan. Saya sendiri cukup senang dengan distro linux mint ini, karena saya tidak perlu susah payah menginstal driver catalyst agar dapat menjalankan compiz-fusion. Distro ini cocok untuk yang suka tampilan yang sederhana namun segar dan cantik. Selain itu, tampilan gnome yang telah dikustomisasi membuat penggunaan lebih mudah. Distro ini patut anda coba!