Para pengguna komputer Mac sepertinya harus meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan laporan biro keamanan Sophos, sindikat penyebar program jahat asal Rusia, telah menawarkan sejumlah uang bagi para cracker yang berhasil menginfeksi Mac.
Dilansir eWeek dan dikutip detikINET, Senin (28/9/2009), untuk tiap Mac yang berhasil disusupi, pelaku akan dibayar 43 sen dolar AS atau sekitar Rp 4300. Ini membuktikan ancaman cyber yang kian nyata terhadap Mac.
Dalam presentasi di Virus Bulletin’s VB Conference, Dmitry Semossiko selaku periset Sophos Lab menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan jaringan penjahat cyber besar Rusia berjuluk ‘Partnerka’. Sebuah situs terlacak menawarkan hadiah uang tersebut bagi penyerang Mac.
Sebelumnya di awal tahun 2009, penjahat cyber juga sudah coba menginfeksi Mac dengan membuat botnet. Di samping itu, beberapa Trojan diketahui juga bermunculan untuk menghantam Mac.
Barangkali sebagai respon terhadap ancaman itu, Apple menambahkan fitur deteksi program jahat yang lebih mumpuni di sistem operasi terbarunya. Snow Leopard. Jika ada malware terdeteksi, Snow Leopard akan merekomendasi untuk menghapusnya.
“Penjahat cyber hanya tertarik pada uang. User Windows maupun Mac semuanya membeli barang secara online, mengakses online banking dan juga punya informasi penting. Informasi seperti itu yang dicari kaum kriminal,” tukas analis sekuriti Sophos, Michael Argast.
Di lain pihak, Marc Fossi yang adalah peneliti Symantec juga membenarkan bahwa platform Mac kian diminati penjahat cyber. “Mereka melirik Mac sebagai sebuah platform yang menarik,” pungkasnya.(detik.com)
Wah ati-ati deh bagi yang punya Mac, ancaman makin serius, apalagi Mac termasuk barang ‘premium’,hehehehehehe… kalo kena virus, kasihkan saya aja, saya terima dengan tangan terbuka…wkwkwwkwkwk