[BENCHMARK] Revenge Of Radeon HD5870

Halo Pembaca! Persaingan di pasara graphic card berjalan dengan sangat cepat dan ketat, betapa tidak? Pertarungan RV770 (HD4800 series) bersaing dengan generasi geforce GT200 cukup seru, diiringi dengan penurunan harga yang cukup signifikan. Persaingan ini sebenarnya menguntungkan konsumen, betul? Setelah peluncuran Geforce GTX295 membuat nvidia menjadi prousen graphic card tercepat. Tidak berhenti sampai disitu, AMD/ATI menjawabnya dengan RV870, yaitu Radeon HD5870, card pertama yang mendukung DirectX 11. Bagaimana performanya? Simak artikel berikut, saya ambil dari anandtech.com.

radeon hd5870

Awalnya, card ini diluncurkan untuk melibas line up tertinggi Geforce, GTX295. Harga awal card ini sekitas $379 dan hingga artikel ini dibuat, card ini belum masuk pasar indonesia. Selain HD5870, masih ada satu lagi yang menggunakan chip ‘Cypress’, yaitu HD5850 yang ditujukan untuk bersaing dengan GTX285. Tampaknya, AMD sedikit merubah strategi dengan meluncurkan card high end terlebih dahulu, berbeda dengan jaman 4800 series, AMD meluncurkan seri mainstream terlebih dahulu. Menurut roadmap AMD, setelah ‘Cypress ini, akan meluncur Hemlock (multi GPU), disusul ‘Juniper’ dikelas mainstream serta ‘redwood’ dan ‘cedar’ dikelas low end. Berikut screen shotnya…

CypressSRedwood0

AMD telah merilis card HD5870 yang merupakan keluarga dari AMD Evergreen yang menggunakan chip bercodename ‘Cypress’. Card ini diproduksi dengan proses fabrikasi 40nm, sama seperti pendahulunya, HD4770. Penggunaan teknologo 40nm memungkinkan penambahan trensistor sekaligus penurunan suhu dan konsumsi daya. Selain itu, card generasi baru ini mendukung fitur-fitur terbaru, sebut saja Ati Eyefinity, DirectX11 serta peningkatan image quality. Berikut spesifikasi lengkap ‘Cypress’ HD5870.

spesifikasi

Dari tabel diatas, bisa kita tahu bahwa card radeon HD5870 mengalami peningkatan jumlah stream prosesor hingga 2x lipat dari generasi sebelumnya. RV770 hanya dibekali 800 stream prosesor saja, kini penerusnya dibeali hingga 1600 stream prosesor! Sementara pesaingnya tidak menggunakan stream prosesor sebanyak ini, tapi kenapa performanya bisa bersaing? Mengenai hal ini, ada seseorang yang pernah mengatakan di forum, bahwa 5 stream prosesor radeon setara dengan 1 stream prosesor nvidia, betulkah? Saya kurang tahu. Setahu saya, perbedaan jumlah stream prosesor ini dikarenakan perbedaan arsitektur yang digunakan antara radeon dan geforce. Stream prosesor radeon terdiri dari 4SPU+1SFU, sehingga sering dikatakan 1SP geforce=5SP radeon. Back to topic, peningkatan tidak hanya di stream prosesor saja, tapi juga di texture unit (TMU) dan ROPs, masing2 meningkat hingga 2x lipat. Jumlah transistornya pun juga meningkat hingga 2x lipat. Berikut diagram arsitektur dari RV870 a.k.a HD5870.

CypressL

Secara umum, arsitektur yang digunakan masih mirip dengan arsitektur yang digunakan pendahulunya, RV770. Perbedaan yang jelas terlihat adalah jumlah stream prosesor, TMU, ROPs serta transistor, yang mana RV870 ini meningkat 2x lipat dari pada RV770. Jika dibandingkan, cara kerja arsitektur RV770 dan RV870 masih sama, berikut perbandinganya.

rv870sim

Bagaimana dengan konsumsi daya? Menurut klaim AMD, HD5870 ini hanya mengkonsumsi daya sekitar 28W saat idle, saat full load ya sudah pasti cukup besar. Radeon HD5870 ini dilengkapi dengan 2×6 pin power tambahan.

pciepowe

Performa

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu, PERFORMA! Berikut hasil benchmark yang telah dilakukan oleh anandtech.com dengan platfrm test sebagai berikut.

test

crysis warheadDi game crysis warhead ini, terlihat bahwa performa HD5870 mampu melibas seluruh single card peserta review ini, namun masih belum bisa mengungguli GTX295.

battleforgeHD5870 kembali mengungguli semua single card, namun tidak untuk multi GPU seperti HD4870X2 dan GTX295.

batmanMasih sama, belum mengungguli muti GPU.

dawn of warDigame ini, HD5870 memimpin. Di paling bawah, 3870 tampak ngos-ngosan…

farcry2Performanya bersaing ketat dengan GTX295, sementara HD4870 X2 memimpin di game yang cukup tua ini.

hawxHD5870 menunjukan superioritasnya dibanding single card lain, namun kembali kalah oleh multi GPU.

left 4 deadDi game keluaran valve ini, HD5870 memimpin.

world of warcraftHD5870 kembali bersaing ketat dengan multi GPU HD4870 X2 dan GTX295.

resident evil5HD4870 X2 memimpin di game ini, diikuti GTX295 dan HD5870.

KONSUMSI DAYA

idleKonsumsi daya saat idle hanya setara HD3870.

loadKonsumsi daya full load diukur mengggunkan OCCT, terlihat bahwa konsumsi daya HD5870 cukup besar.

load gameKonsumsi daya saat digunakan untuk gaming tidak sebesar saat menjalani test OCCT.

NOISE

Noise atau kebisingan merupakan salah satu poin penting bagi beberapa orang, siapa sih yang mau terganggu suara kipas??

idle noiseTingkat kebisingan HD5870 saat idle setara dengan card-card lain.

load noiseDengan reference design dari AMD, HD5870 ternyata cukup berisik, setara GTX285SLI. semoga segera muncul Vapor-X nya…

Suhu

Suhu merupakan poin penting dalam graphic card. Saat awal kemunculan HD4850, cukup tenang tapi ternyata design single slotnya tidak mampu menahan psnasnya. Bagaimana dengan HD5870 ini??

idle tempSaat idle, suhu yang dihasilkan termasuk normal alias suhu rata-rata graphic card deh.

load tempSuhu yang dihasilkan saat full load, HD5870 ini termasuk normal untuk kalangan graphic card keluaran AMD, geforce terlihat lebih dingin (kecuali 8800GT).

KESIMPULAN

Graphic card terbaru AMD ini ternyata cukup tangguh performanya. Menurut anandtech, HD5870 ini lebih baik daripada GTX295 maupun HD4870 X2 dengan mempertimbangakan harga dan performa. Harga awal HD5870 ini sekitar $379, biasanya harga dipasar indonesia lebih mahal,hehehehehe… Menurut saya, card ini cocok untuk mmnuhi kebutuhan gamer kelas enthusiast yang ingin memainkan aneka macam game terbaru denga resolusi tinggi. Card ini sebenarnya ditujukan untuk melibas GTX295, namun HD5870 hanya bisa mengimbanginya, namun harga HD5870 lebih murah dibanding GTX295. Sedangkan HD5850 nantinya ditujukan untuk menyaingi GTX285. Sampai disini dulu posting kali ini, see u next time!

Radeon HD 5800, Cuma Butuh Daya 28 Watt

amd285Rumor mengenai kartu grafis DirectX 11 AMD memang sudah makin sering terdengar. Nah, kini sebuah foto yang diklaim adalah HD 5800 telah muncul berserta spesifikasinya, antara lain kebutuhan daya yang hanya 28watt untuk menjalankan aplikasi 2D.

Kartu grafis seri Radeon HD 5800 dapat dikatakan bakal menjadi kartu grafis tercepat milik AMD. Hal itu juga makin diperkuat dengan detail spesikasi yang telah diberikan. Seperti, stream processor yang berjumlah dua kali lipat dari Radeon HD 4890, yakni sebanyak 1600 unit.

Namun spesifikasi yang sangat ‘sangar’ tersebut ternyata tidak membuatnya mengkonsumsi daya yang sangat besar. Seperti dikutip detikINET dari PCgameshardware, Jumat, (11/9/2009) kartu grafis ini hanya membutuhkan daya sekitar 28 Watt ketika sedang menjalankan aplikasi 2 Dimensi dan 190 Watt ketika sedang dalam kondisi beban maksimun.

Jika saja benar demikian, dapat dikatakan seri Radeon HD 5800 jauh lebih irit dari kartu grafis tercepat AMD sekarang ini. Sebut saja Radeon HD 4890 yang mencatut daya sekitar 300Watt pada saat dalam kondisi beban maksimum.

Radeon HD 5850 dan HD 5870, dikabarkan akan berada di pasaran mulai 23 September 2009 dengan kisaran harga antara USD 299 hingga USD 399.(detik.com)

Beneran gak nie?? smoga aja bener, biar ngikutin tren green computing gitu. Tapi melihat dari sejarah sie, performanya mungkin bakal dilibas sama si hijau deh… tapi keunggulan kubu merah aka ati ini pada price/performance-nya… ane sie dari dulu suka kubu merah ini,hehehe….

Overclock+Down Volt : Kompromi Terbaik Kinerja dan Konsumsi Daya

Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

platform test

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

default

Clockspeed Default+Down Volt

Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

downvolt2

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.

Overclock+Down Volt

Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

oced

PERFORMA

Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Benchmark

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!