Pakai MicroSD Class 10 Ternyata Juga Ngaruh…!

DSC_0140

Halo Pembaca! Beberapa waktu lalu saya melakukan review ponsel Sony Ericsson Xperia Ray menggunakan microSD merk Vgen tanpa embel-embel kelas atau class yang sebelumnya saya gunakan di ponsel lama saya, Samsung GT-C3322 Lakota Duos. Setalah menyimak sebuah thread di Kaskus, ternyata menggunakan microSD dengan class tinggi cukup berpengaruh pada performa smartphone. Dari thread tersebut, banyak yang menyarankan untuk menggunakan microSD yang ber-kelas Smile with tongue out, terutama yang menggunakan microSD sebagai tempat instalasi aplikasi.

Class dalam sebuah memori seperti microSD menandakan kecepatan dan performanya. MicroSD sendiri terdapat 5 class yang umum dan terdapat di pasaran, yakni microSD class 2, class 4, class 6, class 8, dan class 10. Secara teori, makin tinggi class atau kelasnya, makin tinggi pula kecepatan dan performanya. Berdasarkan informasi dari Wikipedia Nerd smile, class tersebut menandakan minimal kecepatan saat transfer data, yakni seperti berikut :

  • Class 2 = minimal kecepatan 2MB/s
  • Class 4 = minimal kecepatan 4MB/s
  • Class 6 = minimal kecepatan 6MB/s
  • Class 8 = minimal kecepatan 8MB/s
  • Class 10 = minimal kecepatan 10MB/s

Berbekal informasi ini, saya jadi tergoda untuk mengganti microSD Vgen tanpa kelas dengan kapasitas 8GB ini dengan microSD class 10 untuk menemani ponsel Sony Ericsson Xperia Ray. Sebenarnya, ponsel ini datang dengan microSD bawaan yang mungkin masuk kategori class 4 dengan kapasitas 4GB, tapi saya pindahkan ke ponsel Cross G900T. Sedangkan Xperia Ray menggunakan Vgen tanpa kelas (katanya class 2 Thinking smile) bekas pakai ponsel Samsung saya dulu.

Baca lebih lanjut

Tips Aman Hindari Pencurian Data Pribadi

58482_ilustrasi_pencurian_kartu_kredit_300_225Meningkatnya pencurian data pribadi kini menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Hal ini bisa saja menimpa Anda, dan yang lebih menakutkan apabila pencurian data ini sama sekali tidak kita sadari.

Lalu bagaimana menecegah hal ini menimpa Anda? Berikut ini cara-cara pencegahan yang harus Anda perhatikan.

Tak membawa akte lahir, paspor, kartu penting lain bila tak mendesak
Dokumen-dokumen di atas mengandung informasi pribadi yang sangat penting. Melalui data-data di kartu tersebut, seseorang dapat menelusuri data-data lain mengenai diri kita. Dengan tidak membawa-bawa dokumen tersebut, berarti Anda meminimalisir resiko kehilangan. Simpan dokumen tersebut di tempat yang paling aman di rumah Anda atau di hotel tempat Anda menginap.

Perhatikan rekening bank Anda secara online sesering mungkin
Anda harus waspada dengan pergerakan saldo di rekening bank. Kebanyakan penipuan keuangan dilakukan tanpa disadari. Perhatikan perubahan saldo bahkan walau hanya Rp 10 ribu, karena bisa jadi, itu salah satu bentuk penipuan.

Jangan simpan semua kartu kredit dalam satu dompet
Bawa hanya satu kartu kredit di dompet Anda, dan simpan sisanya di rumah. Cara ini tak hanya menghalangi Anda untuk mudah tergiur menggesek banyak kartu kredit dalam satu waktu, sekaligus memperkecil resiko potensi kerugian saat dompet yang Anda bawa hilang.

Hati-hati saat menggunakan komputer milik umum
Setiap komputer bisa saja terinfeksi program mata-mata (spyware). Sebuah program mata-mata bisa merekam setiap ketikan keyboard komputer pengguna. Jadi bila Anda sedang login dan mengetikkan password akun bank secara online, atau misalnya berbelanja secara online menggunakan komputer publik, bisa saja seorang cracker (hacker jahat) kemudian memanfaatkan rekaman data tersebut untuk menjebol kartu kredit Anda

Jangan gunakan kartu debit untuk berbelanja secara online
Menggunakan kartu debit secara online sangat berbahaya. Sebab, bila seorang pencuri data bisa mengetahui nomor kartu debit Anda, ia bisa mengosongkan rekening Anda hanya dalam waktu lima menit.(Sumber)

Lakukan tips diatas, walau gak seratus persen aman sih, tapi setidaknya mengurangi resiko kejahatan dunia maya alias cyber crime.