ADVAN G4i-35132, Murah, Performa Mantap!

DSC00035

Halo Pembaca! Beberapa hari yang lalu seorang rekan Tuxlin meminta rekomendasi mengenai laptop dengan bujetnya yang terbatas sekalian minta dianter pas beli laptopnya Smile with tongue out. Aneh ni orang beli laptop/notebook setelah pameran komputer bubar! Padahal, kalo belinya pas pameran kan gak perlu muter-muter bandingin harga. Akhirnya dapat juga laptop sesuai kriteria, Advan G4i-35132 seharga 4,1 juta.

Spesifikasi

Processor Onboard Intel® Core™ i3-350M Processor (2.26 GHz, Cache 3 MB)
Chipset Intel HM55
Standard Memory 1GB DDR3 SODIMM PC-8500 (Max 4GB, 2 Slot)
VGA Intel® Graphics Media Accelerator HD 256MB (shared)
Display Size 14" WXGA LED Resolution 1366 x 768 
Audio Type Integrated
Hard Drive Type 320 GB Serial ATA 5400 RPM
Optical Drive Type DVD±RW
WLAN IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, LAN 
Keyboard Chicklet
Card Reader Provided SD, MMC, Memory Stick / Stick PRO
Interface Provided 3x USB 2, HDMI, LAN, Audio
Webcamera
6 cell Lithium-ion Battery

Baca lebih lanjut

Chameleon Kepanasan!

chameleon

Halo pembaca! Sebagai seorang mahasiswa tukang servis, tentu pernah menangani berbagai macam masalah dari aneka macam komputer dan laptop yang pernah diperbaikinya. Pada posting kali ini saya akan men-share sedikit kasus yang saya alami. Meski bukan suatu kasus yang rumit/berat namun mengasyikan bila dibahas. Pada kasus kali ini, seorang cewek datang ke Tuxlin Lab membawa netbooknya yang OS nya ‘berperilaku aneh’ dan mengalami penurunan kinerja atau dalam bahasa latin disebut LELET. Sang pemilik pun bilang kalo netbooknya tidak dapat masuk windows dan memunculkan layar berwarna biru (BsoD?). Saya pun menghidupkan netbook tersebut untuk melihat secara langsung perilaku windows-nya. Setelah saya inspeksi, ternyata benar, terdapat gejala aneh. Gejala aneh tersebut antara lain brightness tidak dapat diatur, kinerja sangat LELET dan BSOD diwaktu-waktu tertentu, terutama saat booting awal. Netbook yang datang kali ini berasal dari brand lokal BYON dengan tipe Chameleon N610GA. Netbook ini memiliki spesifikasi Intel Atom N270, i945GSE, 1GB DDR2, GMA950, 160GB HDD, Wifi dan card reader dengan layar 10,1”-Merupakan spesifikasi netbook pada umumnya. Design nya cukup cantik dengan motif garis di bagian depan, hanya saja body nya agak tebal.

Kedatangan netbook ini bertepatan dengan tewasnya flashdisk kingston DT-G2 yang selama ini membantu saya menangani berbagai masalah. Sialnya, tanpa flashdisk tersebut, saya cukup kerepotan jika melakukan ritual instal ulang di netbook, karena saya tidak memiliki drive optik eksternal. Beruntung jangka waktu pengambilan netbook chameleon tersebut masih cukup lama. Saya memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengunjungi APKOM 2010 jogja untuk membeli flashdisk sekaligus survei harga periferal komputer dan cuci mata tentunya :mrgreen:. Sepulangnya dari APKOM 2010, segera saja saya membuat installer windows 7 Ultimate bajakan ke flashdisk baru sebagai media instalasi netbook chameleon tadi. Instalasi selesai dan hampir semua driver telah terdeteksi dengan baik. Langsung saja, Antivirus andalan saya, NOD32+Smadav segera melakukan pembersihan netbook chameleon dari segala macam unsur virus, worm, trojan dan malware. Setelah proses pembersihan selesai, munculah biang kerok yang menyebabkan netbook ini LELET, yaitu Sality dan W32/Viruut. Kedua jenis virus ini memang menyebalkan dan merepotkan, karena menginjeksi file-file exe tertentu. Setelah semuanya clear, segera saja saya install software-software standar yang dibutuhkan dan selesailah tugas saya.

Netbook chameleon telah beres dan saya hubungi pemiliknya, ternyata si pemilik berniat mengambil netbooknya seminggu lagi! Wah ternyata masih sangat lama. Ada hal yang menurut saya lucu dari netbook ini. Apaan? Aksesoris yang digunakan untuk keyboardnya, berikut gambarnya…

Baca lebih lanjut

Nyobain Acer 4736!

Halo Pembaca! Akhir-akhir ini banyak teman-teman saya yang mampir ke makas Tuxlin untuk setor upeti konsultasi hardware maupun service hardware nya. Bagi saya, itu adalah rejeki, selain itu hal ini juga merupakan kesempatan saya untuk melakukan review kecil-kecilan ala tuxlin,hehehehe…. Setelah kemarin seorang teman saya membawa komputer ber prosesor Athlon II X2 yang saya bahas di artikel 4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!, Kini seorang teman saya (lagi!) membawa laptop Acer aspire 4736. Awalnya, teman saya ini hanya minta tolong untuk diinstalkan antivirus, namu pada akhirnya lebih parah… Ceritanya begini, aspire 4736 nya saya instal antivirus andalan saya, NOD32, instalasi berjalan tidak mulus, malah laptop hang. Setelah di restart paksa tidak sesuai prosedur, ternyata antivirusnya terinstal dengan baik, bahkan sudah mulai mengangkapi virus-virus yang lumayan banyak. Ada 3 jenis virus yang menginfeksi laptop tersebut antara lain, Autoit, w32/jeefo(kalo gak salah!) dan satu lagi lupa. Karena virus-virus tersebut telah menginfeksi file-file windows, maka saya memutuskan untuk dilakukan operasi instal ulang windows. Akhirnya teman saya meninggalkan laptopnya dan mengambilnya besok, bagus!! Akhirnya dapet bahan buat ngeblog,hahahaha….

DSC00014

Laptop acer 4736 ini ternyata masih sangat baru, masih berumur 3 hari sejak pembelian,hehehehe… Segera saja saya lakukan instal ulang windows. Windows yang saya instalasikan adalah windows 7 RTM bajakan petani edition. Seperti biasa, intalasi menghabiskan waktu sekitar 30 menit dan berjalan lancar. Instalasi windows 7 selesai, hampir semua driver telah berhasil di deteksi oleh windows, hanya webcam saja yang tidak terdeteksi. Nie tampangnya setelah diinstalasi windows 7.

4736

4736

Berikut spesifikasi laptop Acer Aspire 4736 yang saya bahas di artikel ini :

Processor        : Intel® Core™2 Duo Processor T6600 (2.2 GHz, FSB 800, Cache 2 MB)

Chipset           : Intel 45GM

RAM              : 1 GB DDR2 SDRAM PC-5300

Max. RAM     : 4 GB (2 DIMMs)

VGA               : Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 220 MB (shared)

Display Size    : 14″ WXGA TFT, Max. Resolution1366 x 768

Hard Drive     : 160 GB Serial ATA 5400 RPM

Optical Drive : DVD±RW 

WiFi                : IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802. Crystal Eye Webcamera

Baterai            : Li-Ion 6-cells, 4400mAh

Overview

c2d t66

Design laptop ini cenderung biasa, khas acer, yang saya suka adalah design keyboardnya yang rata dan tiap tutsnya terdapat jarak yang cuku sehingga menimbulkan kesan elegan. Laptop ini tidak terlalu berat, ukuranya juga cukup kompak. Speaker internal acer 4736 ini cuku bagus keluaran suaranya, maklum, sudah mendukung standar dolby home theater dengan efek virtual surround, hanya saja keluaran suara bass-nya kurang nendang. Daya tahan baterai acer 4736 ini cukup bisa diandalkan, kondisi baterai penuh, mampu bertahan hingga 3 jam lebih. Selain itu, jika digunakan dalam waktu lama >4jam, sandaran tangan atau sekitar keyboard tidak panas, hanya hangat saja. Performanya gimana? Performanya termasuk lumayan.. saya hanya sempat mengetestnya dengan super pi dan windows experience index, berikut screen shotnya…

s pi t66

Super pi 1M mampu selesaikan dalam waktu 26,442 detik.

rate t66WEI mampu membukukan angka 2,7

Dengan harga 6 jutaan, laptop ini termasuk menarik, mengingat performa yang yang ditawarkan cukup lumayan. Hanya saja yang kurang saya suka adalah graphic card onboard-nya, performanya pas-pasan, gak masalah kalo gak ngegame sih. Sampai disini dulu review kali ini, see u next time!!

[PREVIEW]Perkiraan Performa Radeon HD5750

Setelah AMD meluncurkan card codename ‘Cypress’ aka Radeon HD58xx yang ditujukan untuk kelas high end, kini chip codename ‘Juniper’ aka Radeon HD57xx yang ditujukan untuk kelas mainstream disiapkan. Card ‘Juniper’ ini diperkirakan mulai dipasarkan akhir oktober denga harga kisaran $200. Seperti pendahulunya dikelas high end, HD5750 ini juga mendukung DirectX11. Nih tampang design reference nya…

AMD radeon HD 5750 01Pendinginnya terlihat sederhana, malah kalo menurut saya gak keren,hehehe… tapi ini modelnya dual slot lho…

AMD radeon HD 5750 02Tampang Juniper pas telanjang, dilengkapi 1×6 pin power PCIE dan 4 power phase. Boardnya gak sepanjang HD5870.

AMD radeon HD 5750 03HD5750 ini dilengkapi 2 port DVI, 1 Port HDMI dan 1 display port.

AMD radeon HD 5750 04Deign reference ini menggunakan memory dari Hynix.

Radeon HD5750 ini diproduksi dengan teknologi 40nm dengan spesifikasi 1120 Stream prosesor, CrossireX support, 128 bit memory dan menggunakan memory jenis GDDR5. Menurut kabar, kecepatan core HD5750 adalah 700Mhz dan memory 4200Mhz. Performanya? berikuk gambaran performa HD5750 dibandingkan dengan card-card sekelasnya. bench mark ini menggunakan Core2 Duo E8400@3Ghz. berikut hasil 3D Mark-nya.

AMD radeon HD 5750 05-rSkor 3D mark 06 mencapai 12931

AMD radeon HD 5750 07-rSkor 3D Mark Vantage mencapai P6658

Kesimpulanya, jika benchmark ini valid, maka performa yang ditawarkan HD5750 ini hanya sedikit lebih cepat dibanding HD4850 dan GTS250. Kalo menurut ane, melihat performa yang dihasilkan, harga yang pas ya di harga HD4850 yang sekarang aja, dijamin LARIS!

[BENCHMARK] Revenge Of Radeon HD5870

Halo Pembaca! Persaingan di pasara graphic card berjalan dengan sangat cepat dan ketat, betapa tidak? Pertarungan RV770 (HD4800 series) bersaing dengan generasi geforce GT200 cukup seru, diiringi dengan penurunan harga yang cukup signifikan. Persaingan ini sebenarnya menguntungkan konsumen, betul? Setelah peluncuran Geforce GTX295 membuat nvidia menjadi prousen graphic card tercepat. Tidak berhenti sampai disitu, AMD/ATI menjawabnya dengan RV870, yaitu Radeon HD5870, card pertama yang mendukung DirectX 11. Bagaimana performanya? Simak artikel berikut, saya ambil dari anandtech.com.

radeon hd5870

Awalnya, card ini diluncurkan untuk melibas line up tertinggi Geforce, GTX295. Harga awal card ini sekitas $379 dan hingga artikel ini dibuat, card ini belum masuk pasar indonesia. Selain HD5870, masih ada satu lagi yang menggunakan chip ‘Cypress’, yaitu HD5850 yang ditujukan untuk bersaing dengan GTX285. Tampaknya, AMD sedikit merubah strategi dengan meluncurkan card high end terlebih dahulu, berbeda dengan jaman 4800 series, AMD meluncurkan seri mainstream terlebih dahulu. Menurut roadmap AMD, setelah ‘Cypress ini, akan meluncur Hemlock (multi GPU), disusul ‘Juniper’ dikelas mainstream serta ‘redwood’ dan ‘cedar’ dikelas low end. Berikut screen shotnya…

CypressSRedwood0

AMD telah merilis card HD5870 yang merupakan keluarga dari AMD Evergreen yang menggunakan chip bercodename ‘Cypress’. Card ini diproduksi dengan proses fabrikasi 40nm, sama seperti pendahulunya, HD4770. Penggunaan teknologo 40nm memungkinkan penambahan trensistor sekaligus penurunan suhu dan konsumsi daya. Selain itu, card generasi baru ini mendukung fitur-fitur terbaru, sebut saja Ati Eyefinity, DirectX11 serta peningkatan image quality. Berikut spesifikasi lengkap ‘Cypress’ HD5870.

spesifikasi

Dari tabel diatas, bisa kita tahu bahwa card radeon HD5870 mengalami peningkatan jumlah stream prosesor hingga 2x lipat dari generasi sebelumnya. RV770 hanya dibekali 800 stream prosesor saja, kini penerusnya dibeali hingga 1600 stream prosesor! Sementara pesaingnya tidak menggunakan stream prosesor sebanyak ini, tapi kenapa performanya bisa bersaing? Mengenai hal ini, ada seseorang yang pernah mengatakan di forum, bahwa 5 stream prosesor radeon setara dengan 1 stream prosesor nvidia, betulkah? Saya kurang tahu. Setahu saya, perbedaan jumlah stream prosesor ini dikarenakan perbedaan arsitektur yang digunakan antara radeon dan geforce. Stream prosesor radeon terdiri dari 4SPU+1SFU, sehingga sering dikatakan 1SP geforce=5SP radeon. Back to topic, peningkatan tidak hanya di stream prosesor saja, tapi juga di texture unit (TMU) dan ROPs, masing2 meningkat hingga 2x lipat. Jumlah transistornya pun juga meningkat hingga 2x lipat. Berikut diagram arsitektur dari RV870 a.k.a HD5870.

CypressL

Secara umum, arsitektur yang digunakan masih mirip dengan arsitektur yang digunakan pendahulunya, RV770. Perbedaan yang jelas terlihat adalah jumlah stream prosesor, TMU, ROPs serta transistor, yang mana RV870 ini meningkat 2x lipat dari pada RV770. Jika dibandingkan, cara kerja arsitektur RV770 dan RV870 masih sama, berikut perbandinganya.

rv870sim

Bagaimana dengan konsumsi daya? Menurut klaim AMD, HD5870 ini hanya mengkonsumsi daya sekitar 28W saat idle, saat full load ya sudah pasti cukup besar. Radeon HD5870 ini dilengkapi dengan 2×6 pin power tambahan.

pciepowe

Performa

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu, PERFORMA! Berikut hasil benchmark yang telah dilakukan oleh anandtech.com dengan platfrm test sebagai berikut.

test

crysis warheadDi game crysis warhead ini, terlihat bahwa performa HD5870 mampu melibas seluruh single card peserta review ini, namun masih belum bisa mengungguli GTX295.

battleforgeHD5870 kembali mengungguli semua single card, namun tidak untuk multi GPU seperti HD4870X2 dan GTX295.

batmanMasih sama, belum mengungguli muti GPU.

dawn of warDigame ini, HD5870 memimpin. Di paling bawah, 3870 tampak ngos-ngosan…

farcry2Performanya bersaing ketat dengan GTX295, sementara HD4870 X2 memimpin di game yang cukup tua ini.

hawxHD5870 menunjukan superioritasnya dibanding single card lain, namun kembali kalah oleh multi GPU.

left 4 deadDi game keluaran valve ini, HD5870 memimpin.

world of warcraftHD5870 kembali bersaing ketat dengan multi GPU HD4870 X2 dan GTX295.

resident evil5HD4870 X2 memimpin di game ini, diikuti GTX295 dan HD5870.

KONSUMSI DAYA

idleKonsumsi daya saat idle hanya setara HD3870.

loadKonsumsi daya full load diukur mengggunkan OCCT, terlihat bahwa konsumsi daya HD5870 cukup besar.

load gameKonsumsi daya saat digunakan untuk gaming tidak sebesar saat menjalani test OCCT.

NOISE

Noise atau kebisingan merupakan salah satu poin penting bagi beberapa orang, siapa sih yang mau terganggu suara kipas??

idle noiseTingkat kebisingan HD5870 saat idle setara dengan card-card lain.

load noiseDengan reference design dari AMD, HD5870 ternyata cukup berisik, setara GTX285SLI. semoga segera muncul Vapor-X nya…

Suhu

Suhu merupakan poin penting dalam graphic card. Saat awal kemunculan HD4850, cukup tenang tapi ternyata design single slotnya tidak mampu menahan psnasnya. Bagaimana dengan HD5870 ini??

idle tempSaat idle, suhu yang dihasilkan termasuk normal alias suhu rata-rata graphic card deh.

load tempSuhu yang dihasilkan saat full load, HD5870 ini termasuk normal untuk kalangan graphic card keluaran AMD, geforce terlihat lebih dingin (kecuali 8800GT).

KESIMPULAN

Graphic card terbaru AMD ini ternyata cukup tangguh performanya. Menurut anandtech, HD5870 ini lebih baik daripada GTX295 maupun HD4870 X2 dengan mempertimbangakan harga dan performa. Harga awal HD5870 ini sekitar $379, biasanya harga dipasar indonesia lebih mahal,hehehehehe… Menurut saya, card ini cocok untuk mmnuhi kebutuhan gamer kelas enthusiast yang ingin memainkan aneka macam game terbaru denga resolusi tinggi. Card ini sebenarnya ditujukan untuk melibas GTX295, namun HD5870 hanya bisa mengimbanginya, namun harga HD5870 lebih murah dibanding GTX295. Sedangkan HD5850 nantinya ditujukan untuk menyaingi GTX285. Sampai disini dulu posting kali ini, see u next time!

[REVIEW] Athlon II X4, Quadcore Murah Bertenaga

Persaingan pasar prosesor kelas low end memang cukup keras. Kali ini AMD menawarkan prosesor quadcore seharga 1 jutaan. Prosesor ini merupakan versi murah dari Phenom II yang berteknologi 45nm. Prosesor quadcore ini masuk ke lini Athlon II X4 yang menggunakan codename ‘Propus’. Menurut hasil investigasi, prosesor ini telah masuk pasar indonesia. Berikut spesifikasi prosesor Athlon II X4.

Untitled

Prosesor athlon II X4 ini tidak memiliki L3 cache, meski begitu, performa yang ditawarkan prosesor ini hanya lebih lambat 10% dibandingkan Phenom II, menarik bukan? Prosesor ini memiliki TDP 95W dan tentu saja kompatibel dengan soket AM2+/AM3. Dilihat dari harganya, prosesor ini akan bersaing dengan quadcore termurah intel, Q8200 yang harganya $163. Bagaimana dengan performanya?? Berikut hasil benchmark Anandtech.com.

Platform Test

testr

Hasil Benchmark

sysmark

Performa Q8200 lebih unggul dengan harga yang lebih mahal, sementara Athlon II X4 berada dibawah.

photoshop

Intel unggul di benchmark ini. Seperti yang kita tahu, Photoshop telah dioptimasi untuk multicore dan instruksi SSE4 milik intel.

divx

AMD memperlihatkan taringnya dalam encoding video, terlihat mulai mengejar performa Q8xxx.

x264

Encoding x264 ini AMD menunjukan performa yang lebih kompetitif dibanding pesaingnya.

wm

Mengalahkan semua dualcore prosesor, dan mengimbangi kinerja Intel Q8xxx

3dmax

Performa bersaing ketat dengan Intel Q8xxx, perlu diingat harga Q8xx lebih mahal dibanding Athlon II X4

blender

Terlihat bahwa blender lebih optimal berjalan di arsitektur intel, bahkan X3 720 mampu mengalahkan 620 dan 630.

povray

Performa masih bersaing ketat.

cinebenh

Q8200 terlihat menempel ketat pada  X4 620.

excel

Benchmark ini penuh dengan perhitungan matematik, seprti biasa, AMD loyo disini.

sony

Dibenchmark ini, AMD cukup bertaring.

GAMING PERFORMANCE

fallout3

Performanya tidak maksimal, mengingat sebagian besar game belum mendukung prosesor quadcore.

crysis

Performanya bersaing ketat dengan Q8200.

farcry2

X4 620&630 terlihat cukup kewalahan berhadapan dengan Q8xxx

l4dKembali X4 6xx dikalahkan oleh Q8200 series

Konsumsi Daya

idle

Sebagi prosesor quadcore, X4 6xx ternyata cukup efisien saat idle.

load

Konsumsi powernya masih bisa dikatakan efisien.

Kesimpulan

Prosesor Athlon II X4 ini merupakan prosesor quadcore termurah dengan performa yangt cukup baik. Jika dibandingkan Phenom yang lama, Athlon II X4 ini masih lebih cepat. Jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya, Intel Core2 Quad 8xxx, bisa dikatakan seimbang. X4 6xx unggul di encoding video sedangkan Q8xxx unggul di game. Ketiadaan L3 cache ternyata perpengaruh pada kemampuan gaming yang biasanya AMD unggul. Prosesor Athlon II X4 ini merupakan solusi terjangkau bagi yang membutuhkan kinerja prosesor quadcore. Ane sie kalo dah ada rejeki mo upgrade ke Propus ini, lumayan, mobo ane masih bisa melayani ini propus….

Overclock+Down Volt : Kompromi Terbaik Kinerja dan Konsumsi Daya

Halo Pembaca! Awal bulan ini saya mendapat kabar bahwa liburan diperpanjang (bad/good news?). Yah, setidaknya saya punya waktu luang 1 bulan, menyenangkan! Di waktu luang ini, saya manfaatkan untuk mengutak-atik sistem yang saya miliki untuk menambah wawasan. Utak-atik yang saya lakukan adalah melakukan overclocking prosesor dibarengi dengan penurunan voltase prosesor/Vcore. Biasanya, kegiatan overclocking dilakukan dengan melakukan peningkatan Vcore untuk mendapatkan clockspeed yang lebih tinggi dari yang didapat menggunakan Vcore standar. Peningkatan Vcore ini memiliki dampak meningkatnya suhu operasional dan konsumsi daya. Terkait dengan trend ‘green computing’, tentu overclock dengan peningkatan Vcore merupakan langkah yang tidak menarik. Overclock semacam itu hanya cocok bagi maniak kinerja atau overclocker sejati. Bagaimana dengan pengguna rumahan yang menginginkan kinerja terbaik dengan konsumsi daya yang lebih efisien? Lakukan mild overclock dibarengi dengan penurunan Vcore. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan suhu operasional dan konsumsi daya prosesor, menarik bukan? Untuk melakukan overclock seperti ini cukup mudah, hanya diperlukan sedikit pengetahuan tentang overclocking. Pada artikel kali ini, komputer saya yang jadi kelinci komputer percobaan. Speknya sebagai berikut :

platform test

Athlon X2 4400+ ini memiliki clockspeed standar 2,3Ghz dengan multiplier 11,5x dengan bus 200Mhz. Prosesor memiliki codename ‘Brisbane’ dengan stepping BH-G2 serta TDP 65W. Vcore standar rosesor ini adalah 1,250v atau terdeteksi oleh CPU-Z 1,248v. Saya menggunakan motherboard Biostar TA780G AM2+ yang menggunakan chipset AMD 780G dengan graphic onboard Radeon HD3200. Memory yang saya gunakan adalah Adata 2x1Gb DDR2 800 dengan timing standar 5-5-5-18 1T@800Mhz DDR. Software apa saja yang diperlukan? Saya menggunakan cpu-z untuk memantau perubahan yang telah dilakukan. Prime 95 untuk menguji kestabilan sistem, disini saya menggunakan mode test smal fft yang sebagian besar menguji kestabilan prosesor. FarCry2 untuk menguji kestabilan sistem saat digunakan untuk gaming. Everest v5 untuk benchmark sistem. Okeh langsung saja, berikut screenshot cpu-z dalam kondisi default…

default

Clockspeed Default+Down Volt

Diatas terlihat Vcore standar Athlon X2 4400+ adalah 1,248v, Vcore inilah yang akan diturunkan nilainya secara bertahap. Mengapa harus bertahap? Karena dengan diturunkanya nilai Vcore, ada kemungkinan timbul ketidakstabilan sistem Menurunkan nilai voltase prosesor/Vcore dapat dilakukan melalui setting bios. Setelah Vcore diturunkan, uji kestabilanya dengan prime95 minimal 30 menit dan harus tanpa error. Setelah lulus prime95, langsung saya gunakan untuk main game yang cukup tua, FarCry 2 selama kurang lebih 30 menit. Apa saja tanda sistem tidak stabil? Banyak, bluescreen, tidak mau boot, tidak biasa masuk windows, hang dan lainya. Jika komputer tidak mau boot, jangan panik, lakukan clear cmos, caranya? Baca buku manual motherboard, karena ada motherboard yang memiliki cara yang berbeda dalam prosedur clear cmos. Setelah bereksperimen melalui cara diatas, akhirnya saya dapatkan Vcore terendah yang stabil untuk Athlon X2 4400 yang saya miliki, berikut screenshotnya…

downvolt2

0,992v atau bisa dibulatkan 1v berhasil dicapai. Dengan Vcore seperti ini saya lakukan serangkaian pengujian dengan prime95 selama 30 menit, farcry2 selama 1jam serta converting video, semua lulus tanpa menimbulkan gejala ketidakstabilan. Selain itu, dengan Vcore 0,992v, suhu prosesor saya menjadi sekitar 25-27C saat idle dan max 37C saat full load dengan prime 95 (ruangan tanpa AC, heatsink standar AMD). Nilai Vcore yang lebih rendah ini tentu menurunkan konsumsi daya prosesor tanpa harus mengalami penalti kinerja.

Overclock+Down Volt

Tadi telah saya bahas menurunkan voltase prosesor dengan kecepatan standarnya, nah berikut adalah penurunan voltase prosesor dengan disertai peningkatan kecepatan (clockspeed) Hal ini dilakukan dengan cara mencari kecepatan tertinggi dan terstabil prosesor saat menggunakan Vcore standar. Caranya? Sama seperti overclock biasa, naikan bus prosesor. Prosesor yang saya gunakan ini memiliki bus default 200Mhz dengan multiplier 11,5x. Overclock dilakukan dengan cara menaikan bus standar 200Mhz menjadi 205Mhz atau lebih, setelah bus dinaikan, lakukan uji kestabilan menggunakan prime95 atau orthos. Jika stabil, naikan lagi busnya. Jika sistem mengalami gejala tidak stabil, turunkan lagi kecepatan bus nya. Melalui cara ini, saya berhasil mencapai clockspeed 2,7Ghz dengan Vcore dibawah standarnya dan divider memory saya turunkan menjadi DDR2-667. Berikut screenshotnya.

oced

PERFORMA

Adakah penalti kinerja saat di downvolt? Sebenarnya ada, namun amat sangat tipis perbandinganya dengan saat menggunakan Vcore standar. Saya telah melakukan benchmark untuk membandingkan kinerja prosesor dalam keadaan standar, standar dengan downvolt dan overclock dengan downvolt. Spesifikasi yang digunakan untuk benchmark masih sama dengan yang diatas, hanya saja timing memory diperketat menjadi 4-5-4-10 1T@386Mhz DDR. Kebetulan clock memory yang dicapai dengan kecepatan standar dan overclock hampir sama, yaitu 386Mhz. OS yang saya gunakan untuk benchmark adalah Windows 7 Ultimate 7600 RTM dan versi Everest v5.0.1650. berikut hasilnya…

Benchmark

Dari hasil benchmark diatas terlihat tidak ada penurunan kinerja signifikan antara Vcore standar dengan Vcore 0,992v. Sedangakan pada saat di overclock ke 2,7Ghz terdapat peningkatan yang cukup banyak dan konsumsi daya menurun, karena hanya menggunakan Vcore 1,152v yang mana masih dibawah standarnya, 1,25v. Kesimpulanya, overclock tidak selalu meningkatkan konsumsi daya, dengan melakukan mild overclock+downvolt, kita akan mendapat peningkatan kinerja dengan dibarengi dengan penurunan daya. Okey, sampai disini dulu posting kali ini, see U!!

AMD 785G, Chipset Terbaru AMD

AMD telah merilis sebuah chipset baru, AMD 785G, masih seri 7? Ya, menurut kabar, chipset ini hanya memiliki sedikit perubahan dibanding pendahulunya, AMD 780G. Bila 780G dilengkapi dengan radeon HD3200 IGP, maka 785G ini dilengkapi radeon HD4200 IGP. Wow radeon seri 4000? Namanya memang HD4200, namun chip yang digunakan masih satu keluarga dengan seri 3000, yaitu RV620. RV620 adalah chip yang digunakan pada Radeon HD3450/3470. Penggunaan chip yang masih sama dengan pendahulunya menyebabkan HD4200 ini tidak memiliki peningkatan signifikan untuk urusan gaming. Kabarnya, chipset 785G ini akan dipasangkan dengan southbridge SB710 yang merupakan update dari SB700 dengan tambahan fitur ACC (Advanced Clock Calibration). Saat artikel ini dibuat, masih sedikit pabrikan motherboard yang menggunakan chipset 785G ini yang masuk ke pasaran Indonesia. Bagaimana dengan performanya? Berikut hasil review dan benchmark yang dilakukan anandtech.com.

Whats New?

Chipset 785G ini membawa fitur baru yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, yaitu 8-channel LPCM over HDMI dan Unified Video Decoder (UVD) versi 2.0. Fitur-fitur baru ini sangat bermanfaat untuk HTPC (Home Theatre Personal Computer). UVD 2.0 ini bermanfaat untuk memindahkan beban CPU ke GPU saat men-decode/memutar film high definition, ini berarti tidak perlu menggunakan prosesor yang kuat untuk memutar blu-ray disc. Radeon HD4200 IGP ini telah mendukung API DirectX 10.1 dan teknologi ATI PowerPlay. PowerPlay bekerja seperti Cool n’ Quiet yaitu menurunkan clock GPU hingga 60Mhz saat idle dan 500Mhz saat full load. Seperti yang telah kita ketahui, HD4200 IGP ini berbasis chip RV620, sama seperti HD3450 yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 55nm. Berikut detail mengenai spesifikasi chipset 785G.

spekSB spek

Performance

Ini dia bagian yang paling ditunggu, performa! Bagaimana performa chipset terbaru AMD ini?? Berikut hasil benchmark gaming dari anadtech.com. untuk benchmark non gaming memang tidak saya tampilkan diblog, namun bagi yang menghendaki dapat men-download DISINI. Berikut testbed yang digunakan…

amd785gtestbeda19556

Sudah bisa ditebak, kinerja IGP 785G tidak menunjukan perbedaan dengan pendahulunya, 780G.

19557

Di game Company of Heroes menunjukan tidak ada perbedaan performa.

19558

Masih menunjukan performa yang sama antara 785G dengan 780G.

19559

19561

Kesimpulan

Tidak ada peningkatan performa IGP antara HD4200 (785G) dengan HD3200 (780G) dalam gaming. Hal ini dikarenakan penggunaan chip IGP yang sama. Walau demikian, 785G ini membawa fitur-fitur baru yang tidak dimiliki pendahulunya, antara lain 8-channel LPCM over HDMI, UVD 2.0, PowerPlay dan dukungan DirectX 10.1. Benchmark ini secara langsung juga membandingkan IGP AMD/ATI dengan IGP intel terbaru, GMA 4500HD. Hasilnya? Pembaca dapat menilai sendiri kinerja GMA 4500HD. Kalau menurut saya sie sebaiknya menunggu chipset seri 8xx yang akan diluncurkan paling cepat akhir tahun ini. Sampai disini dulu posting kali ini, see u!

Benchmark Phenom II X4 965BE, Prosesor Tercepat AMD

phenom29

Hallo Pembaca! Akhirnya AMD meluncurkan prosesor tercepatnya, Phenom II X4 965BE. Prosesor ini merupakan prosesor yang memiliki clock tertinggi yang pernah dibuat AMD, yaitu 3,4Ghz. Prosesor ini diperkirakan memiliki harga yang tidak jauh dibanding pendahulunya, 955BE. Prosesor ini merupakan flagship AMD untuk menghadapi persaingan melawan kubu ‘biru’ Intel yang kini merajai di kelas high end dengan jajaran Core i7. Bagaimana performa prosesor ini? Simak artikel berikut.

Phenom II X4 965BE ini masih barbasis arsitektur K11 (DENEB), sama dengan jajaran Phenom II lainya. Prosesor ini memiliki kecepatan clock default 3,4Ghz dengan spesifikasi cache sama dengan Phenom II X4 seri 9 lainya, yaitu 4x512kb L2 cache dan 6mb L3 cache. Kecepatan hypertransportnya hingga 2Ghz (4Ghz efektif). Agar lebih jelas, lihat screenshot dibawah ini.

phenom2s

Prosesor ini memiliki TDP yang cukup tinggi, 140W. Angka ini mengingatkan kita pada prosesor terdahulu, Phenom 9950BE yang memiliki TDP yang sama. Beralih ke performa, seberapa hebatkah prosesor flagship kubu hijau ini? Berikut hasil benchmark yang dilakukan oleh Anandtech.com.

Testbed

platform test

Performa

pcmark overall

Di benchmark Sysmark, 965 BE menempel ketat dengan Q9650.

sotoshop

Photoshop merupakan aplikasi yang Intel Optimized, tak heran jika Q9550 mampu melinas 965BE.

excel

Di benchmark simulasi perhitungan rumit excel, 965BE tampak kewalahan bersaing dengan pasukan Core2 Quad.

cinebench Benchmark Cinebench multithread ini 965BE menunjukan performa yang cukup baik, cukup jauh mengalahkan Q9650.

3dmax

965 BE bersaing ketat dengan Q9650.

pov ray

965BE mampu melibas semua pasukan Core2 Quad, namun belum mampu menyetuh Core i7.

winrar Benchmark winrar ini, 965BE cukup perkasa, meski belum mampu mengejar Core i7.

par2

Lagi-lagi 965BE menunjukan superioritasnya dibanding semua Core2 Quad.

sony vegas

965BE cukup cepat dan kembali melibas Core2 Quad.

divx Transcode DivX, 965BE tampak bersaing ketat dengan Core i7 920.

x264

Di benchmark ini 965BE menunjukan taringnya dengan mengalahkan Core i7 920 dengan selisih tipis.

wmv hdKembali 965BE mengalahkan i7 920 dengan selisih amat tipis.

GAMING PERFORMANCE

falloutDi game Fallout 3, AMD terdepan, menyisihkan i7 965 dengan selisih sangat tipis.

farcry

Tampaknya FarCry2 lebih optimal di arsitektur intel, terlihat 965BE dilibas Q9400.

crysys965BE bersaing ketat dengan i7 920 di game Crysis Warhead.

Power Consumption

idlePada kondisi idle, 965BE cukup efisien

full load

Pada kondisi full load, 965 BE mengkonsumsi daya paling tinggi, beginilah prosesor dengan TDP 140W.

(Sumber:anandtech.com)
KESIMPULAN
Secara umum, prosesor terbaru dan tercepat ini menunjukan performa yang cukup baik dengan harga yang kompetitif. Performanya cukup menonjol ketika digunakan untuk enconding video. Menurut anandtech, prosesor ini lebih cepat dibanding semua prosesor intel socket LGA775, menarik bukan? Jika dibandingkan dengan Core i7 920, performanya masih kalah meski tidak terlalu banyak selisihnya. Prosesor ini sangat cocok untuk gaming, menurut anandtech, performa gamingnya sama dengan Core i7. Sementara itu, Intel telah menyiapkan Lynfild untuk berhadapan dengan Phenom II X4. Sekian dulu posting kali ini, semoga bermanfaat. See U!


Athlon II X2 240/245 VS Pentium Dualcore E5300/5400

Halo Pembaca! Persaingan dua produsen prosesor terbesar AMD dan Intel tampaknya semakin sengit. Setelah AMD tidak mampu mengejar performa Intel Core i7 di kelas atas, AMD lebih berkonsentrasi ke pasar menengah bawah dengan meluncurkan serangkaian produk dualcore baru berteknologi 45nm. Sedangkan pesaingnya, Intel telah lama menyediakan solusi dualcore berteknologi 45nm melalui prosesor wolfdale-nya. AMD meluncurkan Athlon II X2 untuk pasar low-end menggantikan Athlon X2 7 series. Sementara dikelas yang sama, intel bersaing dengan prosesor Pentium Dualcore seri 5000 dan 6000. Pada posting kali ini membahas performa Athlon II X2 240/245 yang head-to-head dengan Pentium Dualcore 5300/5400 dari sumber inpai.com.cn.

KLIK UNTUK BACA SELANJUTNYA