Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer

kompi

Halo pembaca! wah bulan ini saya mengurusi berbagai keperluan hingga blog ini terlantar :(. Berikut saya paparkan beberapa mitos (anggapan masyarakat) mengenai komputer yang saat ini masih dianut oleh pengikutnya, hehehehehe… Mitos-mitos ini saya dengar dari orang-orang disekitar saya yang mayoritas masih awam. Banyak dari mitos-mitos tersebut yang masih salah kaprah atau malah udah gak berlaku lagi :), maka dari itu semoga artikel ini akan bermanfaat bagi pembaca yang awam tentang komputer :).

Buat apa komputer mahal-mahal kalo prosesornya bukan pentium 4?

Dari judul diatas terlihat seolah-olah prosesor yang terbaik dan tercepat adalah Intel Pentium 4. Masih banyak orang yang awam tentang komputer yang mendewakan prosesor buatan intel ini, bahkan pamornya mengalahkan generasi terbaru intel seperti Core i7, i5 dll :D. Menurut saya, mitos ini tidak salah jika sekarang masih tahun 2000-2002 :mrgreen:. Hal ini sering dimanfaatkan oleh toko komputer ‘nakal’ untuk menipu konsumen dan ini sering terjadi disekitar tempat tinggal saya. Bagaimana fakta mengenai mitos ini?

Baca lebih lanjut

Menguji Kinerja AVIVO Video Converter!!

Halo pembaca! Kemarin saya telah membahas video converter di linux, kini saya akan membahas video converter di platform windows. Kali ini gak kayak kemarin yang mengulas beberapa video konverter, tapi hanya mengulas 1 software saja :). Yap, software ini adalah AVIVO Video Converter. Software ini sebagai salah satu contoh software yang menggunakan GPGPU (General Purpose Graphic Processing Unit) yang akhir-akhir ini mulai bermunculan. Apa sih GPGPU? GPGPU adalah GPU/VPU yang dimanfaatkan untuk komputasi seperti layaknya CPU. Nah AVIVO Video Converter ini memanfaatkan GPU AMD/Ati Radeon melalui Ati Stream untuk melakukan konversi video, hasilnya? Yah proses konversi lebih cepat! Itu Ati, bagaimana dengan GeForce? GeForce gak bisa pake software ini, tapi bisa menggunakan software bernama Badaboom Media Converter yang memanfaatkan teknologi CUDA milik GeForce. Udah ah, intronya kepanjangan, intinya AVIVO Video konverter ini hanya dapat digunakan pengguna VGA AMD/Ati Radeon. AVIVO Video Converter ini sendiri telah terintegrasi di Catalyst Control Center…

avivo

Baca lebih lanjut

Upgrade The Kompi Very Lawas!

Halo Pembaca! Seorang teman saya memiliki dana sekitar 1,7 juta untuk mengupgrade komputernya yang kini mulai kewalahan mengerjakan tugas kuliah. Duit segini dapet komputer apa bro? Begitulah pertanyaan yang terlontar dari dompet mulut teman saya. Saya dengan PD menjawab, “upgrade aja bro, beli komponen yang perlu diganti aja”. Saya sarankan untuk mengganti prosesor+motherboard+ram nya saja, lainya pakai yang lama. Teman saya pun segera menyiapkan uangnya, sementara saya memikirkan komponen yang tepat agar tepat sesuai budget. Tanpa menanyakan platform komputernya yang lama, saya langsung menyodorkan komponen yang saya rekomendasikan, antara lain prosesor AMD Athlon II X2 245, Biostar TA790GX 128M dan memory 2x1GB. Setelah semuanya siap, kami langsung berburu peripheral yang dibutuhkan. Hoho, sampai di TKP, saya terkejut, ternyata harga RAM/ memory udah naik hingga 2x lipat. Akhirnya saya sarankan menggunakan Ram 1GB dulu, nanti beli lagi kalo sudah ada dana :). Berikut periperal yang telah dibeli…

Baca lebih lanjut

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

Kemasan Box Baru AMD Athlon II

Athlon II new box 01Lagi asik surfing-surfing, eh nemu berita ini. Prosesor AMD Athlon II dengan kemasan box baru. Box baru ini memiliki ukuran lebih kecil dari sebelumnya. Dibagian atas box nya tertulis brand Athlon II dan ‘Multi-Core Processor’. Perbandinganya dengan box yang terdahulu…

Athlon II new box 02hehehehe… makin lama makin kecil aja box nya, biar ngirit ongkos produksi yah?? Saya jadi inget pas jaman Athlon 64 produksi awal, box nya lumayan gedhe, mungkin 2x lebih besar dari boxnya yang baru ini. Menurut saya sih malah bagus, kan kalo box nya lebih kecil, otomatis lebih hemat kertas. Kalau hemat kertaskan juga mengurangi penebangan hutan, betul??

Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala

DSC00005

Halo Pembaca! Baru-baru ini, teman saya merakit sebuah komputer baru. sebelumnya dia tanya-tanya soal spek yang bagus buat budgetnya, saya pun memberi saran spek yang menurut saya bagus, speknya kayak gini :

AMD Athlon II X2 240

Biostar GF8200M2+

GSkill 1GB DDR2 POC6400

Onboard graphic&Sound

LG DVD-RW

160GB HDD

VenomRX 400W

Maklum, bujet terbatas, maka saya pilihkan spesifikasi hardware yang memiliki nilai masa depan alias upgradeability yang bagus. Msalahnya dimana? setelah teman saya tersebut membeli periperal komputer di solo computer bazaar di solo (kebetulan pas pameran). Setelah semua periperal dibeli, kemudian dirakit, komputer baru tersebut tidak nyala. Mereke mencurigai ada kesalahan pemasangan kabel panel casing. Karena sudah mentok, mereka memutuskan membawa komputer baru tersebut ke rumah saya setelah sebelumnya SMSan. Awalnya saya juga mencurigai kesalahan pemasangan kabel panel atau kerusakan pada ombol switc on/off pada casing. Setelah saya cek di buku manual motherboard, ternyata pemasangan kabel panel casing sudah benar. Jnagan-jangan motherboardnya mati?? Jarang sie kasus motherboard baru mati sebelum dinyalakan. Kemudian saya cek pemasangan kabel power motherboard 20+4pin. INI DIA MASALAHNYA! Ternyata kabel power tambahan untuk graphic card (6pin) di tancapkan pada power motherboard yang hanya 4 pin, pantes gak nyala.

DSC00003Kabel power 6pin yang biasa digunakan graphic card

Kabel power 6pin saya cabut dari motherboard, kemudian saya cari kabel power 4 pin yang biasa digunakan motherboard, kok gak ada ya? yang ada hanya kabel power 8pin yang biasa digunakan grphic card kelas berat alias multi GPU.

DSC00001Kabel power 8pin

Ternyata, kabel power 8 pin ini terdiri dari 2 kabel power 4 pin, kabel power 8pin tersebut saya pisahkan menjadi 2 kabel 4pin. Kemudin saya tancapkan kabel power 4 pin ke motherboard kemudian tekan on, NYALA!!

DSC00002Kabel power 8pin yang telah dipisahkan menjadi 2 kabel 4pin

Akhirnya nyala juga, tinggal diinstal OS plus aplikasi, komputer siap digunakan deh. Sayangnya yang punya gak mengizinkan komputer barunya ditinggal dirumah saya, kalo boleh pasti deh ane coba-coba overclock teruz benchmark dan dibandingkan dengan Athlon X2 secara clock-to-clock! Mungkin lain waktu… See U!

[REVIEW] Athlon II X4, Quadcore Murah Bertenaga

Persaingan pasar prosesor kelas low end memang cukup keras. Kali ini AMD menawarkan prosesor quadcore seharga 1 jutaan. Prosesor ini merupakan versi murah dari Phenom II yang berteknologi 45nm. Prosesor quadcore ini masuk ke lini Athlon II X4 yang menggunakan codename ‘Propus’. Menurut hasil investigasi, prosesor ini telah masuk pasar indonesia. Berikut spesifikasi prosesor Athlon II X4.

Untitled

Prosesor athlon II X4 ini tidak memiliki L3 cache, meski begitu, performa yang ditawarkan prosesor ini hanya lebih lambat 10% dibandingkan Phenom II, menarik bukan? Prosesor ini memiliki TDP 95W dan tentu saja kompatibel dengan soket AM2+/AM3. Dilihat dari harganya, prosesor ini akan bersaing dengan quadcore termurah intel, Q8200 yang harganya $163. Bagaimana dengan performanya?? Berikut hasil benchmark Anandtech.com.

Platform Test

testr

Hasil Benchmark

sysmark

Performa Q8200 lebih unggul dengan harga yang lebih mahal, sementara Athlon II X4 berada dibawah.

photoshop

Intel unggul di benchmark ini. Seperti yang kita tahu, Photoshop telah dioptimasi untuk multicore dan instruksi SSE4 milik intel.

divx

AMD memperlihatkan taringnya dalam encoding video, terlihat mulai mengejar performa Q8xxx.

x264

Encoding x264 ini AMD menunjukan performa yang lebih kompetitif dibanding pesaingnya.

wm

Mengalahkan semua dualcore prosesor, dan mengimbangi kinerja Intel Q8xxx

3dmax

Performa bersaing ketat dengan Intel Q8xxx, perlu diingat harga Q8xx lebih mahal dibanding Athlon II X4

blender

Terlihat bahwa blender lebih optimal berjalan di arsitektur intel, bahkan X3 720 mampu mengalahkan 620 dan 630.

povray

Performa masih bersaing ketat.

cinebenh

Q8200 terlihat menempel ketat pada  X4 620.

excel

Benchmark ini penuh dengan perhitungan matematik, seprti biasa, AMD loyo disini.

sony

Dibenchmark ini, AMD cukup bertaring.

GAMING PERFORMANCE

fallout3

Performanya tidak maksimal, mengingat sebagian besar game belum mendukung prosesor quadcore.

crysis

Performanya bersaing ketat dengan Q8200.

farcry2

X4 620&630 terlihat cukup kewalahan berhadapan dengan Q8xxx

l4dKembali X4 6xx dikalahkan oleh Q8200 series

Konsumsi Daya

idle

Sebagi prosesor quadcore, X4 6xx ternyata cukup efisien saat idle.

load

Konsumsi powernya masih bisa dikatakan efisien.

Kesimpulan

Prosesor Athlon II X4 ini merupakan prosesor quadcore termurah dengan performa yangt cukup baik. Jika dibandingkan Phenom yang lama, Athlon II X4 ini masih lebih cepat. Jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya, Intel Core2 Quad 8xxx, bisa dikatakan seimbang. X4 6xx unggul di encoding video sedangkan Q8xxx unggul di game. Ketiadaan L3 cache ternyata perpengaruh pada kemampuan gaming yang biasanya AMD unggul. Prosesor Athlon II X4 ini merupakan solusi terjangkau bagi yang membutuhkan kinerja prosesor quadcore. Ane sie kalo dah ada rejeki mo upgrade ke Propus ini, lumayan, mobo ane masih bisa melayani ini propus….

[EXTREME] Overclock Athlon II X2 & Sempron 140

Prosesor dual-core 45nm AMD menunjukan taringnya dalam hal overclock capability. Berikut AMD Athlon II X2 245 di overclock dengan menggunakan motherboard GIGABYTE GA -MA790FXT-UD5p dengan pendingin liquid nitrogen.Amd new cpu high oc 00013Amd new cpu high oc 00014itu adalah X2 245, berikutnya adalah X2 240 overclocked…

Amd new cpu high oc 00011Amd new cpu high oc 00012Berikutnya prosesor AMD dikelas paling bawah, Sempron 45nm ‘Sargas’ 140…

Amd new cpu high oc 00015Amd new cpu high oc 00016Wah bener-bener overclocker kelas berat nie. ketiga prosesor low end ini mampu dioverclock diatas 5Ghz dengan pendingi liquid nitrogen… Performanya gimana yah???

AMD ATHLON II X2 255

AMD athlon II X2 255

Fyuh, AMD cukup agresif menggempur pasar kelas bawah dengan diluncurkan prosesor dualcore baru, Athlon II X2 255 dengan stock speed 3,1Ghz, L2 cache 2x 1mb. Prosesor bercodename regor ini sebelumnya telah hadir terlebih dahulu dengan kecepatan lebih redah antara lain, X2 250, 245 dan 240. Prosesor 255 ini menggunakan proses fabrikasi 45nm SOI dengan TDP 65W. Soal harga, perkiraan ane sie dibawah 1 juta, berminat?

Athlon II X2 240/245 VS Pentium Dualcore E5300/5400

Halo Pembaca! Persaingan dua produsen prosesor terbesar AMD dan Intel tampaknya semakin sengit. Setelah AMD tidak mampu mengejar performa Intel Core i7 di kelas atas, AMD lebih berkonsentrasi ke pasar menengah bawah dengan meluncurkan serangkaian produk dualcore baru berteknologi 45nm. Sedangkan pesaingnya, Intel telah lama menyediakan solusi dualcore berteknologi 45nm melalui prosesor wolfdale-nya. AMD meluncurkan Athlon II X2 untuk pasar low-end menggantikan Athlon X2 7 series. Sementara dikelas yang sama, intel bersaing dengan prosesor Pentium Dualcore seri 5000 dan 6000. Pada posting kali ini membahas performa Athlon II X2 240/245 yang head-to-head dengan Pentium Dualcore 5300/5400 dari sumber inpai.com.cn.

KLIK UNTUK BACA SELANJUTNYA