Halo Pembaca! Baru-baru ini saya selesai mengunduh distro Ubuntu Linux 12,04 Precise Pangolin. Rilis Ubuntu 12.04 ini adalah rilis LTS (Long Term Support) dimana rilis ini bakal di support selama 3 tahun kedepan. Saya download iso Ubuntu 12.04 LTS disini. Jujur saja sejak Ubuntu pakai desktop Unity, saya gak jadi gak begitu suka. Mungkin karena saya gak biasa pakai Unity, jadinya berasa ribet pake nya
. Oya pada posting kali ini, saya mau bikin Live USB atau USB installer Ubuntu 12.04 LTS melalui Mac menggunakan software andalan, Unetbootin. Prosesnya gak jauh beda kalo kita bikin Live USB/USB installer di Windows. Apa saja yang perlu disiapkan?
- File iso Ubuntu 12.04 LTS, download disini.
- Software Unetbootin untuk Mac, download disini.
- Tentu saja iMac/Macbook atau Hackintosh

- USB Flashdisk min. 1GB.
- Secangkir kopi atau minuman apa saja biar gak ngantuk

Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: 12.04, bikin, Live USB, mac, Precise Pangolin, ubuntu, unetbootin, unity, usb, USB flash drive, usb installer

Halo Pembaca! Meski sedikit terlambat, gak masalah yang penting posting, hahahaha
. Sebenernya udah agak lama saya download dan install Linux Mint 12 “Lisa”, namun baru sekarang saya memiliki kesempatan untuk mencoba dan mereview distro yang kini menduduki ranking 1 distrowatch, mengalahkan induknya, Ubuntu
. Linux Mint 12 “Lisa” ini datang membawa desktop Gnome 3 dan MGSE (Mint Gnome Shell Extension). Linux Mint “12” Lisa dapat di download disini.
System Requirement
- x86 Prosesor
- 512 MB Memory (Direkomendasi 1GB)
- 5 GB free space harddisk
- VGA card dengan resolusi min 800×600
- CD/DVD atau USB untuk instalasi
Read the rest of this entry »
Like this:
One blogger likes this post.
Kaitkata: 12, gnome, Linux, lisa, mgse, mint, performa, review

Tampang Minitunes
Halo Pembaca! Iseng-iseng setelah install Linux Mint 12 “Lisa”, saya mampir ke software manager dan nemu music player keren, Minitunes. Langsung saja saya install player ini, penasaran pengen nyoba
. Ukuran aplikasi ini cukup kecil, so yang fakir bandwith gak usah ragu untuk ngetik mantra $ sudo apt-get install minitunes agar Minitunes terinstall
dalam waktu singkat. Setelah player Minitunes terinstall, langsung saja saya coba jalankan player nya. Tampangnya seperti screenshot diatas
.
Read the rest of this entry »
Like this:
One blogger likes this post.
Kaitkata: fitur, Linux, minitunes, performa, player, review

Halo Pembaca! Distro berlogo bunglon ini telah merilis versi 12.1 pada tanggal 16 November lalu. Wah saya termasuk telat nih, hehehehe… Langsung saja saya download distro ini disini, saya pilih yang LiveCD KDE4,hehehehe Mau download yang versi DVD gak kuat gara-gara koneksi, ada juga sih yang versi Gnome, namun saya tidak begitu suka dengan Gnome 3. Akhirnya saya putuskan untuk download yang versi KDE4 saja
. Setelah download selesai, langsung saya bikin LiveUSB nya dan saya install di netbook.
System Requirements
- Prosesor Pentium III 500Mhz (direkomendasikan Pentium 4/ AMD Athlon 2,4GHz)
- Memory 768 MB (direkomendasi 1GB)
- HDD 3GB
- DVD/USB untuk instalasi
Read the rest of this entry »
Like this:
One blogger likes this post.
Kaitkata: bunglon, distro, gecko, kde4, Linux, opensuse 12.1, review

Desktop Ubuntu 11.10
Halo Pembaca! Sudah lama saya gak posting soal linux, apalagi distro Ubuntu
. Jujur saja, semenjak Ubuntu menggunakan Unity, saya jadi kurang sreg. Sudah 2 rilis Ubuntu saya skip, gak saya install cuma iseng nyoba doang via virtualbox
. Pada rilis kali ini, 11.10 (Oneiric Ocelot) saya sempat mendownloadnya disini. Hohoho… setelah saya coba melalui LiveUSB, saya pun menginstallnya di netbook menggantikan Igos Nusantara
. Ubuntu 11.10 ini saya install di netbook Acer AO531h dengan spesifikasi Intel Atom N280, GMA950, 2GB memory. Instalasi berjalan lancar dan berlangsung sekitar 20 menit. Desktop Unity siap digunakan
, walo sebenernya saya gak gitu seneng sama Unity, tapi ya gak papa lah, skalian belajar biar terbiasa make nya
.
Tampilan GUI
Tampilan GUI Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot) ini cukup keren. Saya paling suka tampilan pas login, wah bener-bener elegan
. Tampilan ubuntu software centernya juga cukup bagus. Efek saat pengambilan screenshot juga cukup keren, mirip Mac yang disertai efek flash dan suara capture kamera. Theme yang digunakan Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot) ini masih sama dengan rilis sebelumnya, ambiance.
Tampilan Ubuntu 11.10
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: install, Linux, netbook, Oneiric Ocelot, ubuntu, Ubuntu 11.10, unity

Halo pembaca!! sebenernya sudah cukup lama saya pakai distro ini, bahkan sebelum saya pake dan download Mandriva 2011
. Saya download distro BlankOn 7.0 di sini. Sebelumnya, saya pernah menggunakan distro ini, kalo tidak salah versi 3.0 Lontara, setelah itu saya malah tidak mengikuti rilis distro ini, eh sekarang sudah nyampe versi 7.0
. Setelah selesai download, saya langsung menginstallnya di Netbook. Sialnya, belum sempat saya review malah udah saya ganti dengan Mandriva 2011
. Akhirnya saya jalankan saja via LiveUSB BlankOn 7.0 di PC.
System Requirement
- Kebutuhan prosesor minimum: 500 MHz
- Kebutuhan RAM minimum: 256 MB
- Arsitektur: i386/32 dan AMD64
- HDD 5GB
- Mouse, Keyboard
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: 7.0, blankon, distro, gnome, Linux, pattimura, performa, review

Desktop Mandriva 2011
Halo Pembaca!! Setelah bersusah payah download iso, akhirnya dapet juga iso mandriva 2011
. Setelah selesai download langsung saja saya bikin liveUSB nya dan saya install di PC. Pada rilis kali ini Mandriva menggunakan codename “Hydrogen”, tumben biasanya pake kodename spring,wkwkwkwkw
. Mandriva telah banyak berubah setelah mengalami masalah finansial. Perubahan terjadi pada rilis 2011 hydrogen yang menyertakan anaeka macam fitur dan theme baru
. Apa saja perubahanya? simak hasil inspeksi saya
.
System Requirement
- 640 MB RAM (recommends 1Gb)
- 8 GB free HDD space
- VGA display with resolution 1024×768
- Keyboard, mouse
- DVD/flash for installation
User Interface

Splash Screen Mandriva 2011

Elegan! Pada rilis 2011 ini, Mandriva menggunakan theme baru, namanya Rosa Theme buatan Rosa Lab, team developer dari Russia. Kalo dulu biasanya pake La Ora theme
. Icon-iconnya keren, cuma ada beberapa icon nya yang mirip icon Mac. Yang paling saya suka adalah splash screen dan login screen nya Mandriva, manteb, simple dan elegan! Mandriva 2011 membawa banyak perubahan di interfacenya, berikut beberapa perubahan yang terlihat 
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: 2011, hydrogen, kde, Linux, mandriva, review, simplewelcome, stackfolder, tomefram
Halo Pembaca! Setelah membaca postingan bro Gadgetboi, saya jadi tau kalo Mandriva 2011 telah dirilis
!!! Pada rilis 2011 ‘Hydrogen’, Mandriva membawa perubahan yang cukup besar, mulai dari perubahan user interface dengan theme ‘Rosa’ hingga tambahan fitur baru macam timeframe, simple welcome, rocket bar, dll. Distro Mandriva ini memiliki tempat tersendiri di hati saya
karena distro inilah yang membuat saya jatuh cinta pada OS open source, Linux
. Saya meluncur ke situs resmi Mandriva untuk mendownload file iso nya, ternyata cuma ada versi DVD ukurannya 1,6GB, gak ada lagi tu versi Mandriva Free (DVD), Mandriva One (CD)
. Mengingat koneksi internet saya secepat kilat pas-pasan, download iso distro ini jadi sangat lama
. Saya iso Mandriva 2011 di sini.

29 jam 36 menit kemudian, download selesai
Mandriva 2011 ini menganut Hybrid Iso, artinya? File iso dapat dijadikan LiveDVD maupun Live USB. Kalo di windows, bikin liveUSB Mandriva bisa menggunakan tool Mandriva Seed, kalo di mac? Berikut langkah-langkah membuat liveUSB Mandriva 2011 di lingkungan Mac.
Persiapan :
- Download file ISO Mandriva 2011 nya disini.
- Siapkan USB flashdisk minimal 2GB
- Secangkir kopi biar gak ngantuk
.
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: 2011, bikin, dd, Linux, live, mac, mandriva, usb
Halo Pembaca! Lama nih gak posting tentang linux, padahal ini blog pake embel-embel “Linux, Komputer & IT!”
tapi malah jarang posting tentang linux. Jujur saja akhir-akhir ini saya memang jarang pake Linux, seringnya Mac
. Terakhir saya pake GarudaOS di netbook, tapi desktop KDE4 nya membuat kinerja prosesor Atom ngos-ngosan, padahal gak pake Compiz n udah pake ram 2GB
. Akhirnya setelah memutuskan untuk mengganti GarudaOS di netbook dengan yang lebih ringan. Pilihan jatuh ke BlankOn 7.0 yang baru saja dirilis, langsung saja deh saya download iso OS ini di sini. *4 jam kemudian* Saya selese download iso BlankOn 7.0, langsung deh saya bikin live USB nya pake Unetbootin for Mac, tapi gagal
. Unetbootin for mac nya bug x ya? akhirnya pake unetbootin windows malah lancar jaya
. Pada posting ini saya menggunakan USB flashdisk 4GB dan netbook Acer Aspire One 531h.
Seperti biasa, intalasi dengan cara dobel klik icon diatas 

Persiapan instalasi, BlankOn akan mengecek apakah kita terkoneksi internet dan AC power atau tidak, walau tidak terhubung dengan keduanya, instalasi tetap dapat dilakukan.
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: 7.0, blankon, easybcd, grub, instalasi, install, mac, netbook, pattimura, unetbootin

Tampilan Desktop Garuda OS
Halo pembaca! Jujur saja saya bingung ingin memposting artikel ini atau tidak, pasalnya udah telat, hahahaha OS ini diluncurkan tanggal 20 Mei 2011
. Meski artikelnya telat menggung muncul, penulisnya gak begitu telat kok dapetin OS ini, ahihihi
. Awal juni, saya baru tau kalo ada OS Linux buatan lokal yang bernama Garuda. Garuda OS memiliki semboyan “Go legal! Go local! Go Liberty!” ini dirilis untuk menyongsong hari kebangkitan nasional sekaligus membangkitkan IT lokal agar terbebas dari penjajahan software bajakan dan virus-virus yang merajalela. Garuda OS adalah OS berbasis linux yang merupakan turunan dari PCLinuxOS, tentu saja GarudaOS juga mewarisi sifat out-of-the-box nya PCLinuxOS
. Garuda OS datang dengan media DVD berukuran sekitar 3,8GB, saya download Garuda OS DI SINI.
User Interface

3D Desktop Compiz-Fusion
Read the rest of this entry »
Like this:
One blogger likes this post.
Kaitkata: distro, Garuda OS, GarudaOS, kde, Linux, lokal, pclinuxos, review