Review Sony Ericsson Xperia Ray [Part II]


Photo-0013

Halo Pembaca!! Setelah sebelumnya saya posting review Sony Ericsson Xperia Ray ST18i di part pertama yang membahan tampilan, performa, dan aplikasi bawaan, kini pada pembahasan kedua saya akan fokus pada kemampuan kamera dan daya tahan baterai Xperia Ray.

Kamera Xperia Ray

Kamera adalah fitur yang cukup menarik dari smartphone Xperia Ray ini, selain mengusung resolusi nyampe 8,1 megapiksel autofokus, Xperia Ray ini juga dilengkapi dengan sensor Sony Exmor R Mobile. Apa kelebihan sensor ini? Katanya salah satu kelebihan sensor Exmor R besutan Sony ini adalah kemampuan menangkap gambar yang lebih baik ketika di tempat yang minim cahaya. Ingat, MINIM cahaya bukan NGGAK ada cahaya. Kalo nggak ada cahaya jelas gambar yang dihasilkan item aja Smile with tongue out. Berikut tampilan interface kamera Xperia Ray menggunakan OS Android 2.3 Gingerbread :

camera

Awalnya saya bingung, kok nggak ada tombol capture-nya yah? Saya baru ngeh kalo Xperia Ray menggunakan model touch to capture alias sentuh aja layarnya, tar juga motret gambar :mrgreen:. Dengan resolusi 8,1 megapiksel, Xperia Ray ini menghasilkan gambar dengan ukuran 3264 x 2448 piksel. Hasilnya? Tak sehebat yang saya bayangkan Disappointed smile. Hasil foto Xperia Ray ini kurang detail. Anehnya, meski menggunakan resolusi dan kualitas tertinggi, file fotonya hanya berukuran 900kB – 1,5MB saja! Padahal, temen saya yang pake kamera 5 megapiksel aja file fotonya berukuran 3MB an.

Pertanyaan saya terjawab ketika saya browsing di forum yang membahas Sony Xperia Ray, biang kerok dari semua ini adalah kompresi foto gila-gilan Devil yang diterapkan Sony ke jajaran smartphone Xperia dan gak cuma Xperia Ray aja. Mungkin kompresi diterapkan oleh Sony agar foto yang dihasilkan berukuran kecil sehingga proses saving foto berlangsung cepat, tapi konsekuensinya ya itu, fotonya kurang detail. Ada sih tutorial buat mengurangi kompresi yang dilakukan Sony, tapi belum pernah saya praktekkan.

Berikut hasil foto Xperia Ray dengan resolusi 8 megapiksel kemudian fotonya saya resize menjadi 40% dai ukuran aslinya, klik aja kalo mo liat ukuran aslinya Smile :

DSC_0066DSC_0134

DSC_0164DSC_0157

Kamera Xperia Ray menyediakan fasilitas LED flash untuk memotret ditempat gelap, sayangnya LED flashnya gak autoflash kayak kamera lain, jadi kalo nyala ya nyala terus gak ngeblitz. Xperia Ray juga menyediakan fitur foto 3D panorama untuk menghasilkan foto super lebar. Kamera Xperia Ray juga menyediakan mode auto-scene dan normal.

Daya Tahan Baterai Xperia Ray

Photo-0018

Xperia Ray dibekali baterai berkapasitas 1500 mAh, tapi begitu saya buka casingnya, kapasitas baterai tertulis 1460 mAh. Kemampuan baterai Xperia Ray ini juga tidak istimewa, yah setara sama ponsel Android kebanyakanlah In love. Sekali cas Xperia Ray saya ini mampu bertahan hingga seharian dengan mode GSM Only, aplikasi WhatsApp dan YM aktif terus, dan sering SMS-an tapi jarang telepon Smile with tongue out.

Kalo dipake buat download aplikasi atau browsing dengan modus HSDPA/WCDMA wah bakal cepet habis ni baterai Xperia Ray, hahahaha… :mrgreen:. Sekian review dari saya, semoga bermanfaat Smile.

About these ads

24 comments on “Review Sony Ericsson Xperia Ray [Part II]

  1. Ping-balik: Sony Ericsson Xperia arc S Smartphone (10.67cm (4.2 Zoll) Touchscreen, 8.1MP Kamera, GPS, HDMI, HSDPA, WIFI, Android 2.3 OS) misty silver | Cell Phones Labs

  2. Ping-balik: Samsung Keystone 2 E1205, Ponsel Pemula dengan Radio FM | Linux, Komputer & IT

  3. enak di gnggaman ga gan? ane pengen beli nih, tapi layarnya itu loh nanggung. kalo sama xperia neo V mending mana gan? thnks info nya btw.

  4. @ellynepain
    nyaman, soalnya ni ponselnya kan mungil dan tipis. Layarnya emang kecil, 3,3 inci aja. Kalo sama Neo V sih menang di ukuran layar, setau ane Xperia Neo V kameranya 5 megapiksel, kalo ini 8 megapiksel. Sesuai selera dan kebutuhan aja pilihnya :)

  5. Ping-balik: Konversi Video untuk Sony Xperia via Handbrake | Linux, Komputer & IT

  6. Ping-balik: Upgrade Android Ice Cream Sandwich Xperia Ray via PC Companion | Linux, Komputer & IT

  7. Ping-balik: Klompencapir, Game Paling Cacat & Konyol di Android | Linux, Komputer & IT

  8. Ping-balik: Iseng Bandingin Kamera Xperia Ray vs Galaxy S3 Mini | Linux, Komputer & IT

  9. Ping-balik: Lenovo A390, Dual Core dengan Android Ice Cream Sandwich | Linux, Komputer & IT

  10. Ping-balik: Lenovo A390: Kemampuan Kamera & Fiturnya | Linux, Komputer & IT

  11. Ping-balik: BBM for Android: Fitur dan Kesan Pertama Menggunakannya | Linux, Komputer & IT

  12. Ping-balik: Samsung C3520 Citrus: Ponsel Lipat yang Kini Hampir Punah | Linux, Komputer & IT

  13. Ping-balik: BBM di Android: Agak Berat & Boros Baterai | Linux, Komputer & IT

  14. Ping-balik: Pengalaman Belanja Online… (II) | Linux, Komputer & IT

  15. Ping-balik: Sony Xperia M, Smartphone Kelas Menengah Andalkan Prosesor Dual Core | Linux, Komputer & IT

  16. Ping-balik: Sony Xperia M: Kemampuan Kamera & Fiturnya | Linux, Komputer & IT

  17. Ping-balik: Sony Xperia L, Body Melengkung dengan Android Jelly Bean | Linux, Komputer & IT

  18. Ping-balik: Xperia L: Ini Hasil Jepretan Kamera 8 Megapiksel Exmor RS & Duel dengan Xperia Ray | Linux, Komputer & IT

  19. Ping-balik: Kamera Xperia L vs Xperia Ray in Low Light Condition | Linux, Komputer & IT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s