Nyobain Acer 4736!

Halo Pembaca! Akhir-akhir ini banyak teman-teman saya yang mampir ke makas Tuxlin untuk setor upeti konsultasi hardware maupun service hardware nya. Bagi saya, itu adalah rejeki, selain itu hal ini juga merupakan kesempatan saya untuk melakukan review kecil-kecilan ala tuxlin,hehehehe…. Setelah kemarin seorang teman saya membawa komputer ber prosesor Athlon II X2 yang saya bahas di artikel 4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!, Kini seorang teman saya (lagi!) membawa laptop Acer aspire 4736. Awalnya, teman saya ini hanya minta tolong untuk diinstalkan antivirus, namu pada akhirnya lebih parah… Ceritanya begini, aspire 4736 nya saya instal antivirus andalan saya, NOD32, instalasi berjalan tidak mulus, malah laptop hang. Setelah di restart paksa tidak sesuai prosedur, ternyata antivirusnya terinstal dengan baik, bahkan sudah mulai mengangkapi virus-virus yang lumayan banyak. Ada 3 jenis virus yang menginfeksi laptop tersebut antara lain, Autoit, w32/jeefo(kalo gak salah!) dan satu lagi lupa. Karena virus-virus tersebut telah menginfeksi file-file windows, maka saya memutuskan untuk dilakukan operasi instal ulang windows. Akhirnya teman saya meninggalkan laptopnya dan mengambilnya besok, bagus!! Akhirnya dapet bahan buat ngeblog,hahahaha….

DSC00014

Laptop acer 4736 ini ternyata masih sangat baru, masih berumur 3 hari sejak pembelian,hehehehe… Segera saja saya lakukan instal ulang windows. Windows yang saya instalasikan adalah windows 7 RTM bajakan petani edition. Seperti biasa, intalasi menghabiskan waktu sekitar 30 menit dan berjalan lancar. Instalasi windows 7 selesai, hampir semua driver telah berhasil di deteksi oleh windows, hanya webcam saja yang tidak terdeteksi. Nie tampangnya setelah diinstalasi windows 7.

4736

4736

Berikut spesifikasi laptop Acer Aspire 4736 yang saya bahas di artikel ini :

Processor        : Intel® Core™2 Duo Processor T6600 (2.2 GHz, FSB 800, Cache 2 MB)

Chipset           : Intel 45GM

RAM              : 1 GB DDR2 SDRAM PC-5300

Max. RAM     : 4 GB (2 DIMMs)

VGA               : Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 220 MB (shared)

Display Size    : 14″ WXGA TFT, Max. Resolution1366 x 768

Hard Drive     : 160 GB Serial ATA 5400 RPM

Optical Drive : DVD±RW 

WiFi                : IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802. Crystal Eye Webcamera

Baterai            : Li-Ion 6-cells, 4400mAh

Overview

c2d t66

Design laptop ini cenderung biasa, khas acer, yang saya suka adalah design keyboardnya yang rata dan tiap tutsnya terdapat jarak yang cuku sehingga menimbulkan kesan elegan. Laptop ini tidak terlalu berat, ukuranya juga cukup kompak. Speaker internal acer 4736 ini cuku bagus keluaran suaranya, maklum, sudah mendukung standar dolby home theater dengan efek virtual surround, hanya saja keluaran suara bass-nya kurang nendang. Daya tahan baterai acer 4736 ini cukup bisa diandalkan, kondisi baterai penuh, mampu bertahan hingga 3 jam lebih. Selain itu, jika digunakan dalam waktu lama >4jam, sandaran tangan atau sekitar keyboard tidak panas, hanya hangat saja. Performanya gimana? Performanya termasuk lumayan.. saya hanya sempat mengetestnya dengan super pi dan windows experience index, berikut screen shotnya…

s pi t66

Super pi 1M mampu selesaikan dalam waktu 26,442 detik.

rate t66WEI mampu membukukan angka 2,7

Dengan harga 6 jutaan, laptop ini termasuk menarik, mengingat performa yang yang ditawarkan cukup lumayan. Hanya saja yang kurang saya suka adalah graphic card onboard-nya, performanya pas-pasan, gak masalah kalo gak ngegame sih. Sampai disini dulu review kali ini, see u next time!!

4 Jam Bersama Athlon II X2 240!!

Halo pembaca!! Sebelumnya saya pernah memposting artikel Salah Pasang Kabel Power Mobo, Komputer Gak Nyala, nah yang punya komputer di artikel tersebut kembali berkunjung ke markas Tuxlin untuk menginstal  Windows 7 RTM. Kesempatan nih buat utak-atik Athlon II X2 ‘Regor’,hehehehe… Langsung saja saya instalasikan Windows 7 RTM+jamu menggunakan mode AHCI, instalasi ngebut neh cuma sekitar 25 menitan! Ternyata bener mode AHCI emang lebih kenceng daripada native IDE. Kebetulan Athlon II X2 ini dipasangkan dengan chipset Nvidia GeForce 8200, jadi gak masalah AHCI-nya. Instalasi selesai and all things is allright! Yakin selesai?? Belum sie, yang punya kompi pengen diinstalin software-software lain kek photoshop, office dkk. Karena waktu mepet, akhirnya saya kopikan saja master software-software bajakan versi petani tersebut di hardisknya, alasanya, “Install sendiri bro, sekalian belajar, kan kita mhasiswa komputer install software harus bisa dong!”. Wkwkwkwkwk… dia mengangguk-angguk tanda setuju, langsung saja penyiksaan prosesor Athlon II X2 aka ‘Regor’ ini dilaksanakan!

default

Gambar diatas adalah screenshot default dari Athlon II X2. Eh gak sepenuhnya default ding, coz sebelumnya saya cek di bios, Vcore defaultnya sekitar 1,408V!!! Gile prosesor berteknologi dual-core 45nm dengan kecepatan default masak vcore nya tinggi bener? Pantesan panas!! Brisbane 4400+ punya saya aja Vcore default cuma 1,25V, motherboardnya yang salah kali ya? Langsung deh Vcore X2 240 ini saya turunkan ke 1,25V, sama dengan prosesor yang saya pakai, kemungkinan besar diturunkan lagi masih bisa. Urusan vcore udah beres, langsung hajar!!! Athlon II X2 240 ini memiliki kecepatan default 2,8Ghz, HT 3,2Ghz DDR, Dibanding pendahulunya, X2 240 ini sudah memiliki dukungan instruksi SSE4A, L2 cache 2x lebih besar, soket AM3 serta HT 3.0, tentu saja secara clock-toclock lebih unggul dibanding pendahulunya (Athlon X2).  Clock nya saya naikan 10Mhz dulu sebagai percobaan… jadinya seperti screenshot dibawah ini.

296

Di clock 2,94Ghz ini saya test menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus. Suhu idle sekitar 35-36C, suhu full load sekitar 42-43C, lumayanlah cukup dingin. Kebetulan Athlon II X2 ini menggunakan stepping C2, konon katanya potensi overclocknya lebih tinggi dari stepping awal serta suhu yang lebih dingin. Setelah melakukan berbagai tes kestabilan, saya memutuskan untuk menaikan clockspeednya lagi menjadi 3,22Ghz, berikut screenshotnya.

322

Enteng nie prosie buat tarik-tarikan, biasa pegang X2 brisbane sama X2 Kuma sie, jadi agak kaget pegang prosesor X2 240 ini. Di clockspeed 3,22Ghz, saya tes kestabilan menggunakan prime95 selama 30 menit, lulus, super pi 1M sekitar 27 detik lah, screen shot super pi kelupaan, jadi gak bisa saya tampilkan disini. Suhu di clock 3,22Ghz ini saat idle sekitar 36-38C dan suhu full load sekitar 44-45C, cukup dingin. Karena wktu mepet, coz yang punya ada kepentingan, penyiksaan berakhir.

KESIMPULAN

Secara umum, prosesor ini kinerjanya lebih baik dibanding pendahulunya, X2 brisbane. Suhu kerja prosesor ini relatif dingin. Prosesor ini menyimpan potensi overclock yang cukup baik, setidaknya mampu mengimbangi kubu biru dengan pentium dual-core 5000 series. Perkiraan saya, dengan pendingin standar, prosesor ini mampu dioverclock ke 3,5-3,6Ghz dengan sedikit menaikan Vcore. Setelah saya cermati, heatsink bawaan prosesor Athlon II ini lebih kecil dari pendahulunya, saya bandingkan sengan heatsink prosesor Athlon X2 4400+ milik saya. Satu lagi, sebenernya saya bermaksud membandingkan prosesor ini dengan prosesor yang saya pake secara clock-to-clock, tapi waktu tidak mencukupi, ngalah deh. Sampai disini dulu postingnya, see U!

Gara-Gara ‘Evan Brimob’, Situs Polri Jadi Korban Dedemit Maya!

evanpolrigoid285Aksi dedemit maya mengerjai sosok ‘Evan Brimob’ juga sampai ke situs resmi lembaga tempat Evan bergabung. Ya, situs Polri.go.id ikut jadi korban serbuan itu.

Di situs itu terpasang foto Evan disertai tulisan yang cukup kasar. Misalnya, Evan disamakan dengan ’sampah masyarakat’ dan juga disebut sebagai ‘waria’.

Dari pantauan detikcom, Sabtu (7/11/2009) pukul 05.30 WIB, foto beserta tulisan itu muncul di situs resmi Polri, di bagian regular news. Waktu posting yang tercatat adalah tanggal 6 Oktober 2009 pukul 21.01 WIB oleh Wawan Hermansyah.

Di bawah foto Evan yang persis seperti foto di Facebook itu terdapat link berita berjudul ‘Klarifikasi Kapolri terhadap penanganan dua Pimpinan KPK non-aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.’ Sementara di sebelah kanan foto terpampang foto-foto para buronan polisi yang muncul secara bergantian.

Sosok ‘Evan Brimob’ jadi sasaran aksi dedemit maya karena status yang dituliskannya di situs jejaring sosial Facebook. Ia menulis: “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..

Belakangan Evan sudah meminta maaf dan bahkan sudah diperiksa dengan kemungkinan dijatuhi sanksi internal. ‘Evan Brimob’ merupakan anggota Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).(source)

Rasain loe!! Ini yang ane tunggu2, akhirnya kena batunya si Even Bencong itu… Baru jadi Brimob aja sombong, negri ini gak butuh kesombonganmu!!

 

Distro Linux Lokal Perlu Dukungan Vendor Komputer

Tidak terdeksinya perangkat keras kadang menjadi masalah bagi penggunaan open source. Padahal tidak mudah untuk membuat sebuah distro Linux yang lengkap mendeteksi perangkat keras.

Seperti versi teranyar dari Distro Nusantara yang dirilis dengan nama IGN 2009 ini. Open source besutan Pusat Penelitian Informatika (P2I) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini pun diklaim mampu mendeteksi 90 persen perangkat keras yang ada saat ini.

Diakui oleh Nana Suryana, peneliti sekaligus salah seorang tim pengembang utama IGN 2009 saat berbincang dengan detikINET, timnya berani mengklaim 90 persen mendeteksi perangkat keras setelah melakukan pengujian.

“Kita lakukan pengujian terlebih dulu sebelum dirilis resmi,” ujarnya di sela-sela Seminar Nasional Tentang Open Source Software di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (7/11/2009).

Pun demikian, Nana juga mengaku saat ini pihaknya kekurangan perangkat untuk melakukan pengujian. Untuk versi terbarunya, tim pengembang hanya melakukan pengujian di sekitar 10 perangkat keras yang dimilikinya.

“Kita tidak punya perangkat yang cukup. Sehingga kita tidak bisa melakukan test bad yang cukup. Kita cukup kekurangan melakukan pengujiannya. Kita baru uji disekitar 10 perangkat yang kita miliki,” ungkapnya.

Nana berharap ada vendor perangkat keras ataupun vendor notebook dan netbook yang mau bekerjasama dengan pihaknya. Jika ada kerjasama maka pihaknya bisa menyempurnakan Distro Nusantara.

“Deteksi hardware biasanya menjadi persoalan bagi user. Dengan kita lengkapi kemampuan distro ini untuk mendeteksi perangkat keras, maka user semakin mudah untuk menggunakannya,” harapnya.

Proses pengembangan IGN 2009 sendiri memerlukan waktu 6 bulan. Sebanyak 6 orang tim pengembang utama bekerja keras membuat sistem operasi turunan dari Fedora ini.

“Kita terus mantapkan produk distro. Ada 6 orang tim utama yang bekerja selama 6 bulan. Dan rencananya untuk versi 2010 akan kita rilis pada semester pertama tahun depan,” pungkasnya.(source)

 

Saya pikir juga begitu, gak hanya distro lokal, semua distro linux memiliki kendala yang sama, yaitu soal dukungan terhadap perangkat keras. Hal ini menjadi salah satu penghalang pengguna untuk bermigrasi sepenuhnya ke OS open source. Semoga kedepanya, vendor hardware dan software lebih memperhatikan lagi dukungan terhadap sistem opersai open source.

PHENOM II X4 965 BLACK EDITION C3 OC ke 4,2Ghz /w air cooling!

phenom II X4 965 Black edition 4.2Ghz  4Top model prosie AMD, Phenom II 965BE yang memiliki TDP hingga 140W, kini turun menjadi 125W melalui revisi C3 yang kini banyak dinantikan pengguna komputer. Bagai mana potensi overclock nya? Dikutip dari xtreview, potensi overclock prosesor flagship AMD ini cukup baik. Menggunakan cooling xigmatek dark knight, prosesor ini mampu menembus clock 4,2Ghz dengan voltase 1,456v. diperkirakan harga prosesor ini di AS sekitar $196, di indonesia?? Pasti lebih mahal deh…hehehehe

phenom II X4 965 Black edition 4.2Ghz