Linux, Komputer & IT
Belajar Teknologi Nih…

Jul
08

OptimusPrime-kecil

Setelah dua kali gagal mendapatkan tiket nonton Transformer, akhirnya minggu, 28 juni 2009 dapat dua tiket di Grand 21, Solo Grand Mall bersama sang kekasih hati. Deg-degan juga saat film akan diputar, karena saya sangat menyukai film ini. Saat Transformers pertama keluar, awalnya saya tidak begitu tertarik dengan film ini, namun setelah mencopy bajakanya dari teman, ternyata bagus! Tanggal 24 juni sekuel kedua ditayangkan ke bioskop secara serentak. Saya tak menyangka bahwa orang yang berminat menonton film ini begitu banyak sampai-sampai saya harus beberapa kali menunda untuk menonton di bioskop.
Di sekuel kedua ini, lebih banyak aksi pertarungan robot serta pergantian scene yang begitu cepat, sehingga bagi yang pertama kali menonton transformer akan bingung. Jalan cerita film sebenarnya cukup sederhana, hanya saja pergantian scene yang cepat membuatnya susah dimengerti. Pendalaman karakter robot baru pada transformers 2 ini hampir tidak ada, karena dalam pertarungan, autobot di dominasi oleh Optimus Prime dan Bumblebee dan decepticon didominasi Megatron, Starscream dan The Fallen yang sering tampil. Jika pada transformers pertama, ada sebuah scene dimana autobot memperkenalkan diri serta decepticon ditampilkan satu-satu beserta namanya. Hal ini bermanfaat bagi penonton untuk mengenali karakter robot. Di transformers 2 ini tidak ada pengenalan robot, padahal baik autobot maupun decepticon terdapat robot-robot baru. Jadi tanpa kenalan langsung bak buk blaaarrr!!!! Hahahaha….. Film ini cocok untuk yang suka aksi gebuk-gebukan antar robot dan tidak terlalu memperhatikan storyline. Film ini juga memiliki banyak adegan lucu dan konyol, sehingga dapat mengurangi ketegangan penonton. Ada beberapa scene yang membuat saya sedikit kecewa, karena kesannya menggantung, misal saat 2 robot kembar melawan robot besar Devastator/The constructicons, scene di cut tanpa tau nasib autobot kembar tadi. Apalagi saat Starscream dkk mengejar Sam dan Mikaela, jumlah decepticon yang mengejar saat di gurun antara 3-4, masak gak ketangkap? Yah kurang realistis jalan ceritanya, tapi saya suka kok.
Robot-robot baru di Transformers 2 ini sangat banyak, terutama kubu decepticon. Robot baru di kubu decepticon yang saya tau adalah The Constructicons/Devastator, merupakan gabungan dari beberapa robot decepticon dan sekaligus tokoh yang ditunggu oleh penggemar transformers. The Fallen adalah robot yang dipanggil ‘master’ oleh megatron, merupakan tokoh sentral antagonis di film ini. Jetfire, robot ini adalah decepticon tua yang akhirnya membela autobot. Selain robot yang saya sebutkan, sebenarnya masih banyak lagi robot baru dari decepticon seperti Soundwave, sideways, The doctor, Ravage, Demolishor hanya saja saya kurang tau. Di pihak autobot juga ada robot baru, namun tidak sebanyak decepticon. The Twins adalah dua robot kembar autobot yaitu Skids dan Mudflap. The Twins sering bertingkah konyol di transformers 2 ini. Jolt, adalah robot autobot baru yang mendapat jatah ‘nampang’ paling sedikit. Sideswipe adalah autobot yang memiliki pedang di kedua tanganya. Robot-robot dari kubu autobot kok posturnya kecil-kecil ya? Paling besar ya Optimus Prime, yang lainya kecil-kecil jika dibandingkan dengan kebanyakan Decepticon. Ada hal yang menurut saya agak aneh, di film transformers yang pertama, autobot terlihat lemah namun di transformers 2 ini autobot terlihat perkasa, terutama Optimus Prime. Jika ditransformers pertama Optimus Prime hanya jadi bulan-bulanan Megatron, di transformers 2 ini Optimus Prime tampak beringas, apalagi saat pertempuran di hutan, Optimus dikroyok Megatron, Starscream dan Blackout meski akhirnya Optimus tewas ditangan Megatron setelah sebelumnya Optimus membunuh Blackout.
Transformers 2 : Revenge of The Fallen ini meceritakan tentang lanjutan dari kisah transformers yang pertama. Autobot dan manusia membentuk aliansi pertahanan yang disebut dengan NEST. Tugas NEST adalah menghabisi sisa Decepticon yang ada di bumi. Saat awal film dimulai, autobot bersama pasukan bumi melawan 2 decepticon yang berada di Shanghai, yaitu Sideways dan Demolishor. Keduanya mempu dibasmi dengan mudah. Awal permasalahanya adalah pencurian pecahan Allspark oleh Ravage yang digunakan untuk menghidupkan Megatron. Setelah itu Megatron bersama The Fallen mencari The Matrix untuk menghidupkan sebuah mesin yang tertanam pada piramid untuk mendapatkan kekuatan luar biasa, namun hal itu dapat digagalkan oleh autobots dibantu oleh Jetfire. Hal yang cukup membuat saya kecewa adalah ending filmnya. Ending filmnya terasa kurang menggigit, karena musuh yang dianggap sangat kuat (The Fallen) tewas dengan mudah oleh Optimus Prime yang bergabung dengan jetfire. Namun, secara keseluruhan, saya suka film ini. Sampai disini dulu posting kali ini, see u!

Jul
01

Halo Pembaca! Maaf, mungkin artikel tentang ubuntu Jaunty Jackalope sudah agak basi, tapi ya mau gimana lagi lha ship it ubuntu nya baru sampai awal juni lalu. Yah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, betul? Langsung saja, kira-kira pertengahan mei saya memesan 2 cd shipit, yaitu ubuntu dan kubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Kurang lebih 3 minggu setelah pemesanan, cd dari shipit pun tiba, 2 cd dalam satu pembungkus+4 sticker ubuntu. Kedua cd ubuntu tersebut tidak langsung saya coba, karena tugas kuliah menumpuk dengan waktu deadline yang berdekatan. Setelah ada waktu, tentu saja saya mencoba distro rilis terbaru dari Canonical. Berikut gambar dari pack shipit ubuntu…

neoshot_090621_155525

neoshot_090621_155548 Ubuntu merupakan salah satu distro linux keturunan debian. Ubuntu menggunakan package *.deb serta package manager Syinaptic/APT. Ubuntu 9.04 yang memiliki codename “Jaunty Jackalope” menggunakan kernel linux versi 2.6.28-11. Ubuntu menggunakan lingkungan desktop Gnome versi 2.26 serta beberapa software-software yang turut melengkapi antara lain, gimp 2.6.6, firefox 3.0.8, rhytmbox, brasero disc burning dan banyak lagi. Saat menggunakan distro ubuntu terbaru ini, saya merasa booting lebih cepat serta tampilan bootscreen dan latar login yang lebih cantik. Berikut tampilan bootscreen dari Ubuntu 9.04.

ubuntu

ubuntu desktop Tampilan bootscreen Ubuntu 9.04 terlihat lebih elegan dibanding versi sebelumnya. Sedangkan tampilan desktop ubuntu secara umum masih sama dengan pendahulunya, hanya saja wallpaper default-nya yang berbeda. Menurut saya, tampilan ubuntu kurang cantik dan agak membosankan, disini saya membandingkanya dengan PCLinuxOS 2009.1 atau dibandingkan dengan distro mandriva yang menggunakan desktop Gnome. Kabarnya, ubuntu versi berikutnya nanti (Karmic Koala 9.10) tampilanya akan dirombak menjadi lebih cantik, kita tunggu saja. Distro ubuntu ini secara default belum dapat memainkan file-fila multimedia semacam mp3, avi dan sebagainya, karena instaler ubuntu hanya menyertakan software yang bersifat free dan open source, sedangkan codec multimedia tadi adalah berlisensi. Bagi pengguna yang baru migrasi dari windows ke linux, tidak adanya codec tersebut menjadi masalah.

neoshot_090621_155603 Kubuntu adalah ubuntu yang menggunakan lingkungan desktop KDE. Selain penggunaan lingkungan desktop KDE, secara umum Kubuntu dengan Ubuntu adalah sama. Kubuntu menggunakan KDE versi 4.2.2. Menurut saya, tampilan KDE lebih cantik dibanding Gnome, namun banyaknya parameter yang dapat diatur di desktop KDE membuatnya terlihat agak rumit dan kompleks. Kubuntu menyertakan amarok untuk memutar file musik, dragon player untuk memainkan file video, openoffice.org serta firefox.

amarox

firefox

gimp

ooo

kde4Diatas adalah tampilan desktop kubuntu, cantik bukan?? Booting kubuntu 9.04 juga lebih cepat dibanding pendahulunya. Kabarnya, versi berikutnya (karmic koala 9.10), pengembang ubuntu menjanjikan waktu booting hanya 10 detik. Secara umum, pengoperasaian kubuntu/ubuntu relatif mudah jika sudah terbiasa. Pengguna yang ingin menambah software di ubuntu/kubuntu cukup mudah bagi yang memiliki koneksi internet sendiri, bagi yang tidak punya? Anda bisa membeli DVD repo Ubuntu ditoko-toko online. Syarat minimum untuk menggunakan ubuntu adalah prosesor 800mhz, 256mb ram, 4gb space hardisk. Sampai disini dulu posting kali ini, see you!

Jul
01

Halo pembaca! Pada posting kali ini saya akan membahas OS PCLinuxOS 2009.1. Awalnya saya menggunakan OS Ubuntu Studio 8.10+Repo dan Mandriva 2009.0 KDE4. Dari 2 distro tersebut, Ubuntu yang paling lengkap, karena saya memiliki reponya. Sayangnya, pengaturan refresh rate di ubuntu hanya sampai 60Hz (saya masih menggunakan monitor jenis CRT). Sebenarnya ada tutorial untuk mengatur refresh rate, namun setelah saya praktekan ternyata tidak jalan di komputer saya. Saya menginginkan distro yang cukup lengkap sesuai kebutuhan dan memiliki pengaturan refreh rate yang mudah seperti mandriva. Akhirnya saya menemukan PCLinuxOS 2009.1 ini pada bonus sebuah majalah. Setelah saya telusuri, distro PCLinuxOS 2009.1 ini merupakan keturunan dari Mandriva. Saya memutuskan untuk mengganti ubuntu dengan distro ini. Sebelum saya instal di komputer, saya mencoba distro PCLinuxOS 2009.1 ini di laptop milik teman saya secara live cd. Di laptop teman saya, semua driver terdeteksi dengan baik. 3D compiz fusion pun berjalan mulus dilaptop tersebut. Setelah melihat tampilan yang keren dan kelengkapan package yang dibawa PCLinuxOS 2009.1, saya memutuskan untuk menginstalnya dikomputer. Saat boot lewat cd, ternyarta tidak dapat berjalan mulus dikomputer saya. Peringatan yang muncul adalah “Unable to mount the live cd” dan muncul command line busy box. Setelah saya utak-atik, ternyata permasalahanya pada driver graphic card yang aktif di live cd harus dimatikan, karena mungkin tidak cocok dengan graphic card dikomputer. Setelah menonaktifkan driver graphic card di opsi boot live cd, booting PCLinuxOS 2009.1 di komputer saya berjalan lancar. Setelah selesai booting, langsung dilanjutkan ke live install. Proses instalasi PCLinuxOS 2009.1 di komputer saya memakan waktu sekitar 30menit, cukup cepat.
DESKTOP
PCLinuxOS 2009.1 menggunakan desktop environment KDE versi 3.5.10. Menurut saya, KDE v3.5 masih lebih stabil dibandingkan KDE4. Pernyataan ini bukanya tanpa alasan, namun berasal dari pengalaman saya menggunakan distro yeng menggunakan KDE4 sebagai desktop environment. Meski demikian, tampilan KDE4 memang lebih cantik dibanding pendahulunya. Satu hal yang kurang saya suka di KDE, karena banyaknya item yang dapat dikonfigurasi, membuat KDE trelihat terlalu kompleks dan rumit. Efek 3D compiz-fusion yang menakjubkan juga berjalan tanpa masalah setelah meng-enable compiz di PCLinux Control Center. compiz-fusion yang langsung berjalan tanpa harus repot-repot menginstal driver inilah yang saya sukai dari Mandriva dan PCLinuxOS 2009.1. Taskbar PCLinuxOS 2009.1 yang berwarna dominan biru dengang radasi warna yang menyenangkan serta icon yang menarik membuat tampilan distro ini layak mendapat acungan jempol bagi pecinta keindahan tampilan desktop. Saya sendiri betah memandangi dan bekerja dengan desktop PCLinuxOS 2009.1. Distro inilah yang kini menggantikan Mandriva 2009 KDE4 yang saya gunakan untuk memperkenalkan linux ke teman-teman di kampus. Berikut ini adalah screenshot dari PCLinuxOS 2009.1 yang telah terinstall di komputer saya dilengkapi dengan Super Karamba widget desktop yang menawan…
desktop

sphere

window switch Bagus kan tampilan desktopnya? Efek 3D compiz-fusion nya memang sangat indah dan mungkin saat ini belum ada yang bisa menyaingi keindahan efek compiz-fusion milik linux. Back to topic, distro PCLinuxOS 2009.1 ini menyertakan paket lengkap untuk menyesuaikan tampilan desktop sesuai keinginan, sebut saja compiz-fusion, super karamba, emerald theme dan compiz-fusion icon.
DUKUNGAN UNTUK HARDWARE
Seperti Mandriva, distro PCLinuxOS 2009.1 ini memiliki dukungan untuk kompatibilitas hardware yang sangat baik. Saya di bantu beberapa teman saya mencoba menginstall distro ini di 3 laptop, 2 diantaranya ber merk Axioo dengan tipe berbeda dan merk eMachines. Semua driver yang diperlukan oleh 3 laptop tersebut mampu diakomodasi dengan baik oleh PCLinuxOS 2009.1 sehingga semua hardware dapat terdeteksi dan bekerja tanpa masalah. Compiz-fusion yang notabene membutuhkan driver graphic card pun dapat berjalan tanpa instalasi driver di onboard graphic intel GMA4500, GMA3100 dan radeon HD3200 di komputer saya. Tak hanya onboard graphic saja, namun juga add on graphic card GeForce dan Radeon, karena secara default, PCLinuxOS 2009.1 telah menyertakan driver Ati dan Nvidia. Bagaimana dengan printer? Jujur saja, saya tidak memiliki printer, namun saya dapat sedikit berkomentar untuk masalah ini. Distro PCLinuxOS 2009.1 ini telah menyertakan berbagai utility untuk printer HP, Lexmark dan Epson, cukup lengkap bukan? Satu lagi yang paling saya suka, sebagai pengguna monitor CRT, pengaturan refresh rate cukup mudah melalui PCLinux Control Center.
KELENGKAPAN SOFTWARE
Pada poin kelengkapan software, PCLinuxOS 2009.1 ini kembali layak mendapatkan ancungan empat jempol. Betapa tidak, paket software yang dibawanya terbilang sangat lengkap untuk installer CD, bahkan berani disandingkan dengan distro yang yang menggunakan installer DVD. Menurut beberapa sumber yang saya temukan, distro PCLinuxOS 2009.1 ini melakukan compressing paket software yang amat lengkap itu dari ukuran asli sekitar 2GB menciut sehingga cukup ditampung dengan installer CD yang notabene berukuran max 700MB, benar tidaknya kabar ini, saya kurang tahu. Software bawaan PCLinuxOS 2009.1 ini sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, jika kurang dapat mengunduh paket software ke mirror repository-nya. Untuk keperluan kantor, PCLinuxOS 2009.1 menyertakan open office.org versi 3.0.0 besrta software pembaca file PDF, Kpdf dan KghostView serta accesoris tambahan lainya.

oooKeperluan multimedia, distro PCLinuxOS 2009.1 ini dilengkapi paket software yang cukup lengkap, mulai dari Amarok, Kaffeine, KMPlayer hingga the GIMP versi 2.6.4.

gimpSeperti yang saya sebutkan tadi, software untuk memepercantik tampilan pun sudah sangat lengkap. Tak lupa, Konqueror dan mozilla firefox 3.0.7 akan menemani browsing dunia maya dengan aman. Untuk keperluan berinteraksi dengan dunia maya, PCLinuxOS 2009.1 telah melengkapi dirinya dengan software messenger/chat (Xchat IRC, Kopete), Download manager dan P2P (Kget, Frostwire, Ktorrent), email client mozilla thunderbird dan aplikasi remote access. Software utility pun juga tak kalah lengkap, Ark untuk file compressor, K3B untuk pembakar CD/DVD, Encryption tool, desktop search dan banyak lagi. Kesimpulanya, distro ini menyertakan kelengkapan paket software yang amat lengkap.
KEMUDAHAN PENGGUNAAN
Sebenarnya poin ini bersifat relatif, tergantung si pemakai. Menurut saya (subyektif) distro ini sangat mudah digunakan. Pngeturan tampilan dan konfigurasi sistem dapat diaokomodasi oleh semacam control panel berbasis GUI yang disebut dengan PCLinuxOS control center serupa dengan ‘Bapaknya’ Mandriva Control Center. Screenshotnya dapat dilihat dibawah ini….
CC
Tampilan Control Centernya mudah dimengerti oleh pemula sekalipun (Saya termasuk pemula di dunia linux). Ada satu hal yang paling disukai pemula dan pengguna yang baru saja migrasi dari Windows, yaitu PCLinuxOS 2009.1 telah dilengkapi dengan codec multimedia yang sangat lengkap. Secara default, PCLinuxOS 2009.1 telah dapat memainkan hampir semua file multimedia macam mp3, avi, wmv, mpeg hingga 3gp dengan sempurna.
KESIMPULAN
Secara umum, distro PCLinuxOS 2009.1 ini sangat menarik, dilihat dari kelengkapan software yang dibawanya hingga dukungan terhadap hardware yang cukup baik. Keindahan tampilan desktop PCLinuxOS 2009.1 sungguh menggoda mata. Kemudahan dalam penggunaan dan konfigurasi sistem patut diacungi jempol. Distro ini cocok digunakan bag pemula linux dan pengguna yang baru saja migrasi dari OS windows. Saya sendiri telah menetapkan distro ini sebagai ‘Penghuni Tetap’ di komputer saya. Jujur saja, saya merasa cocok dengan distro PCLinuxOS 2009.1 ini. Oke, sampai disini dulu posting kali ini. Buat pembaca, jangan lupa untuk mencoba distro PCLinuxOS 2009.1, See U!

Jun
23

Halo Pembaca! Akhir-akhir tugas kuliah amat-sangat banyak sehingga saya tidak memiliki cukup waktu untuk membuat artikel yang akan diposting ke blog ini. Selain itu jadwal ngegame saya juga sangat terganggu oleh banyaknya tugas yang ada, hahahaha… Disela-sela kesibukan mengerjakan tugas, saya sempat menyewa sebuah majalah komputer yang didalam bonus terdapat sistem opersai linux yang berukuran sangat kecil, hanya 100mb saja. Linux berukuran kecil ini bernama Puppy Linux. Setelah mengetahui bonus majalah tersebut menyertakan puppy, saya jadi teringat artikel “Linux di Flashdisk” didalam artikel tersebut distro yang dibahas ada 3, yaitu SLAX, DSL dan Puppy, yah memang sudah agak lama artikel ini. Saya pun tergerak untuk mencoba menginstalnya di flashdisk, mengapa? Selain menambah pengalaman, ternyata flashdisk ber-linux tersebut menjadi perangkat serbaguna dan sempat membuat teman-teman saya di kampus kagum. Flashdisk ber-linux ini dapat digunakan untuk menyelamatkan data dikomputer yang hilang atau disembunyikan virus pada OS windows. Keunggulan flashdisk linux adalah dapat ditulisi dengan data, tidak seperti live cd yang bersifat read-only. Anda dapat melakukan kegiatan komputasi dikomputer manapun tanpa harus cemas terserang virus, bisa dikatakan anda dapat membawa kemanapun data, aplikasi dan sistem operasi disebuah flashdisk yang dapat dibawa kemanapun anda pergi, menarik bukan? Instalasi linux diflashdisk tidaklah sulit, cara termudah menggunakan software bernama Unetbootin yang dapat di download sourceforge.net . Setelah selesai download, langsung saja jalankan Unetbootin, karena software ini tidak memerlukan instalasi. Berikut tampilan awal Unetbootin.

unet1

unet2

Kita dapat memilih distribusi linux yang akan diinstal di flashdisk sesuai daftar yang tersedia di Unetbootin pada bagian Distribution. Selanjutnya pilih file image *.iso linux yang akan diinstal pada bagian Diskimage, lakukan browse untuk menemukan lokasi file iso yang tersimpan di hardisk. Pada bagian Type, pilih drive sesuai flashdisk yang akan diinstal linux. Oya, sebelum Unetbootin dijalankan, tancapkan dulu flashdisk yang akan diinstal linux. Setelah yakin semuanya benar, klik OK. Proses akan berjalan seperti screenshot dibawah ini.

unet3

Tunggu hingga proses selesai. Pada artikel ini saya menggunakan Puppy linux 4.2 yang berukuran 100mb. Proses instalasi puppy linux dikomputer saya hanya memakan waktu sekitar 1 menit. Setelah instalasi selesai, lakukan reboot untuk menguji coba linux yang telah diinstal. Jangan lupa untuk mengatur boot priority di bios motherboard dengan USB-HDD/USB-ZIP sebagai first boot media. Kebanyakan motherboard saat ini telah mendukung boot melalui perangkat USB. Saya telah mencoba menginstallnya di flashdisk dan booting melalui flashdisk tersebut dan berhasil!! Berikut screenshot Puppy linux yang telah terinstal di flashdisk saya (Kingston Data Traveler 1GB).

screenshot Puppy

Wah… Cakep kan Puppy linux nya?? walau hanya berukuran kecil, puppy linux tidak mengesampingkan tampilan desktopnya. Sampai disini dulu posting kali ini, mungkin posting yang akan datang membahas puppy linux. See u!

Jun
16

Halo pembaca! Melalui posting ini, saya ingin sharing pengalaman dalam mengggunakan antivirus. Penggunaan antivirus adalah hal yang ‘wajib’ bagi para pengguna sistem operasi windows, mengapa? Karena sistem operasi windows merupakan sasaran empuk para pembuat virus, jelas windows merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan. Hanya saja, menurut pendapat beberapa orang, penggunaan antivirus dapat membebani sistem (Antivirus tertentu). Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena saya pernah mencoba beberapa antivirus dan hasilnya tidak semua memberatkan sistem. Mamang ada sih antivirus yang cukup berat dan lelet kinerjanya, namun antivirus yang lelet ini pasti mendapat perbaikan diversi terbarunya. Antivirus akan selalu memiliki tingkat deteksi yang baik asal rajin di update. Sehebat apapun heuristik antivius, bila tidak di update akan sama saja dengan harimau tanpa cakar dan taringnya. Walah kok malah ceramah panjang kek gini? Oke langsung saja di paragraf berikutnya!
Norton System Works
Pertama kali menggunakan antivirus adalah Norton System Works, saya lupa versi berapa, coz saya pake ini saat pertama kali menggunakan komputer sehingga saya masih sangat awam soal beginian. Seingat saya, antivirus ini memiliki banyak sekali fitur bahkan yang tidak berhubungan dengan keamanan pun disertakan (ex: norton speed disk). Mungkin saat ini Norton System Works telah digantikan dengan Norton 360. antivirus ini cukup lambat dalam melakukan scanning, bahkan sampai ditinggal-tinggal. Meski begitu, tingkat deteksinya cukup baik untuk virus import, saat itu virus lokal belum menggila seperti sekarang. Setelah itu saya menggunakan norton Antivirus 2003 atau 2005? Lupa soalnya. Kemampuanya hampir sama dengan norton sistem works. Pada suatu ketika… virus lokal yang bernama ‘brontok’ mulai merajalela. Saya telah mengantisipasi hal tersebut dengan melarang flashdisk menancap di komputer, kecuali flashdisk milik saya. Namun suatu hari teman saya datang membawakan lagu favorit dan segera saja saya tancapkan flashdisknya. Malamnya, komputer saya menunjukan gejala ketidak beresan dan ternyata flashdisk teman saya telah terinfeksi brontok. Norton-nya? Hanya diam membisu membiarkan brontok beraksi di komputer. Akhirnya saya memutuskan untuk servis pembersihan virus dan selanjutnya tidak lagi menggunakan antivirus, namun menggunakan software deepfreeze.
NOD32 v2.7
Setelah sekian lama menggunakan deepfreeze, akhirnya teman saya memberikan kopi installer NOD32 v2.7+jamu. Setelah terinstal, ternyata antivirus ini cukup bagus! Tidak terlalu membebani komputer saya (saat itu masih menggunakan Duron 900Mhz+256mb SDR). Proses scanningnya tidak terlalu cepat, namun tingkat deteksi terhadap virus lokal yang saat itu menggila sangat baik. Saya cukup senang menggunakan antivirus ini, hanya saja proses updatenya cukup menyulitkan, maklum gak ada koneksi internet dirumah. Saya biasa berburu file update antivirus nod32 di internet, setelah download file update langsung saja saya lakukan ritual update offline nod32. Memang untuk urusan update definition, antivirus ini cukup merepotkan terutama bagi yang tidak memiliki koneksi internet di komputernya. Gak tau deh kalo beli antivirus ini secara resmi supportnya kek gimana… Beberapa teman saya yang menggunakan antivirus ini juga berpendapat demikian. Antivirus ini sempat saya tinggalkan karena saat itu saya menginginkan performa yang optimal untuk komputer saya (Duron) sehingga saya memilih menguninstal antivirus ini dan kembali ke deepfreze. Antivirus ini kembali saya gunakan untuk menggantikan AVG yang terinstall setelah saya upgrade komputer.
PCMAV+CLAMAV
Setelah beberapa bulan hanya menggunakan deepfreze untuk mengamankan drive C saja, akhirnya saya mencari antivirus yang bersifat portable untuk menambah tingkat keamanan komputer (ceile!). Saya memilih antivirus buatan dalam negeri, PCMAV, mengapa? Saat itu virus lokal benar-benar menggila! Hampir semua warnet dikota saya terinfeksi aneka macam virus lokal. PCMAV ini memiliki tingkat deteksi yang dahsyat untuk virus lokal, untuk virus importnya, PCMAV dapat memanfaatkan database milik CLAMAV. Gabungan PCMAV+CLAMAV ternyata cukup hebat dalam melindungi komputer dari ancaman virus lokal. Hanya saja, kecepatan scanningnya saat itu (versi RC) sangat lambat berjalan di komputer Duron milik saya. Saya cukup percaya diri dengan kombinasi PCMAV+CLAMAV ini sampai pada suatu ketika teman saya memberi kabar virus baru yang menginfeksi file exe, yaitu win32/Viruut. Awalnya saya tenang-tenang saja, namun pada suatu ketika saya merasa komputer saya amat sangat lambat dan mudah hang. Saya mencoba menelusuri penyebab kelambatan dengan melihat proses apa saja yang berjalan di task manager. Ternyata benar! Ada sebuah proses yang mencurigakan sedang berjalan dan tidak dapat dihentikan melalui task manager. Langsung saja saya jalankan PCMAV, namun virus telah membuatnya diam. Akhirnya saya menyerah dan mencoba antivirus lain untuk membantainya.
AVG Free Antivirus 8
Antivirus yang saya gunakan untuk menggantikan PCMAV adalah AVG ini. Ketika itu saya install dari CD bonus majalah dan langsung saya lakukan proses scanning. Hasilnya? AVG menangkapi file-file milik sistem windows yang terinfeksi sehingga membuat windows berhenti bekerja dan terpaksa saya lakukan install ulang. Ini adalah perkenalan yang kurang baik dengan sebuah antivirus. Setelah selesai melakukan ritual instalasi windows xp yang cukup membosankan, akhirnya selesai dan langsung saya instal AVG antivirus dan langsung saya lakukan pembersihan komputer dari win32/viruut yang merepotkan. Saya menggunakan antivirus ini hingga saat upgrade komputer ke Athlon X2 4400+ pertengahan 2008 lalu. AVG ini cukup ringan digunakan dan kecepatan scanningnya terbilang cepat. Tingkat deteksi virusnya sangat bagus menurut saya, baik virus lokal maupun import. Namun selama saya menggunakan AVG, ternyata antivirus ini cukup sering mengalami salah tangkap/deteksi yang sering disebut dengan ‘false alarm’. False alarm ini biasanya terjadi pada software serial number generator atau yang sering disebut keygen (Maklum, saya termasuk pengguna software versi petani). Namun hal ini masih dapat ditoleransi. Adapun hal yang tidak saya suka dari AVG ini, yaitu ketika eksekusi virus, kebanyakan file-file yang terinfeksi virus ikut dihapus. Sebenarnya ada opsi untuk membersihkan file terinfeksi dengan menggunakan opsi heal, namun fitur ini bekerja kurang maksimal.
NOD32 v4 Bussines Edition
Setelah berhenti menggunakan AVG, saya kembali menggunakan NOD32 v2.7 karena kinerjanya bagus dan hemat resource. Suatu hari saya main ke kos-kosan teman sekampus, ternyata dia pake NOD32 v3, interfacenya lebih bagus dibanding v2.7. penggunaan dan konfigurasi tingkat lanjutnya cukup mudah dipahami. Kecepatan scannya juga cukup cepat, setidaknya lebih cepat dari yang versi 2.7. Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan kinerja antivirus ini, hanya saja penggunaan memory agak boros, mencapai rata-rata 46-48mb. Updatenya bisa dikatakan lebih mudah dibandingkan dengan versi 2.7, mengingat dirumah saya tidak memiliki koneksi internet. Saya biasa mendownload file update disebuah blog yang juga di wordpress, penasaran? Send me an email. Saya belum bisa berkomentar lebih banyak lagi tentang antivirus ini, karena saya menggunakannya baru beberapa minggu sebelum artikel ini diketik.
Norton Antivirus 2009
Mungkin antivirus inilah yang paling ringan dibanding yang saya sebutkan sebelumnya. Antivirus ini hanya memakai memori sistem sekitar 6-15mb serta proses scanning sangat-sangat cepat. Keberadaan antivirus ini disistem seakan-akan sama sekali tidak membebani. Norton menyebunya teknologi ‘norton insight’. Saya menggunakan antivirus ini di sistem opersai windows vista ultimate sp1 petani edition. User interfacenya sangat bagus dan cukup informatif. Saya penasaran dengan antivirus ini sejak melihat iklanya disebuah majalah, langsung saja saya cari versi petani-nya di internet. Setelah ketemu langsung saya download dan instal di komputer. Update antivirus ini sangat mudah bagi yang tidak terhubung internet. Cukup download file update di situs norton berukuran 40an mb dan berupa file .exe yang siap dieksekusi untuk proses update. Akurasi proses scanningnya sangat bagus untuk virus import, namun masih payah untuk mendeteksi virus lokal meski menggunakan update terbaru. Terlihat saat laptop teman saya terkena virus lokal ‘the_legend_of_aang.vbs’, norton tidak mampu membasminya.
AVIRA
Saya pernah sekali mencoba antivirus Avira namun cuma beberapa hari saja. Adek tngkat saya dikampus sebagian besar menggunakan antivirus gratis ini. Menurut mereka, antivirus ini mampu mendeteksi virus lokal maupun import dengan sangat baik. Menurut saya, pendapat mereka benar, hanya saja antivirus ini sering mengalami ‘salah tangkap’ a.k.a ‘false alarm’ saat saya memakainya, semoga sekarang udah nggak. Proses updatenya bagi yang tidak memiliki koneksi internet mudah, cukup mendownload file updatenya saja. Lagi-lagi saya tidak berkomentar banyak tentang antivirus ini, coz saya cuma bentar pakenya.
Yang sekarang saya pakai?
Saat ini saya menggunakan beberapa antivirus. Perlu diketahui, saya menggunakan windows xp sp2 dan windows vista ultimate. Pengamanan di windows xp sp2 saya percayakan pada ESET NOD32 v4 sementara windows vista saya menggunakan norton antivirus 2009. Selain dua antivirus tersebut, adapula antivirus yang bersifat portable untuk melengkapi keamanan sistem dari virus. Antivirus portabel yang saya gunakan semua merupakan hasil buatan anak bangsa antaralain, PCMAV+CLAMAV, ANSAV dan SMADAV. Kombinasi seperti ini saya rasa cukup untuk menjaga agar komputer selamat dari serangan virus lokal maupun import,hehehe… see u!